oleh

Wanita Bersuami Jangan Unggah Foto di Medsos, MUI Mengharamkan

Satu Islam, Bontang - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan MUI Bontang mengharamkan wanita
ilustrasi

Satu Islam, Bontang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan MUI Bontang mengharamkan wanita bersuami memamerkan foto di media sosial (medsos), seperti Facebook, Twitter, Line, Instagram dan Path.

Selain di medsos, MUI dua kota tersebut juga melarang wanita bersuami mengirim foto di Whatsapp (WA). MUI melarang perempuan Muslim yang berstatus istri mengunggah foto ke media sosial dengan melihat beberapa pertimbangan.

Ketua MUI Bontang Imam Hambali mengatakan, perbuatan istri yang meng-upload foto di medsos, mengarah kepada hal-hal negatif.

Jika ada seorang istri menyebarkan foto-fotonya dan foto itu dilihat oleh yang bukan mahramnya, tentu ini bisa menimbulkan dosa. Apalagi jika yang melihat adalah lawan jenis dan yang melihat langsung bangkit syahwatnya, tentu perbuatan ini jelas-jelas haram hukumnya,” kata Imam Hambali, Senin 25 Juli 2016.

Anehnya, Hambali juga menyinggung suami yang membiarkan istrinya mengunggah foto di medsos dan WA. “Sejatinya jika sang suami itu merupakan orang yang saleh, tentu tidak akan sampai membiarkan foto istrinya tersebar dan dilihat orang lain,” katanya.

Untuk itu kata Hambali, suami perlu mengawasi para istrinya agar tidak sampai memamerkan kecantikannya di hadapan publik, karena sejatinya kecantikan istri hanyalah milik suaminya.

“Tugas istri juga tidak hanya harus taat kepada Tuhannya, tetapi juga harus taat kepada suaminya selama suaminya itu mengingatkan dalam hal kebaikan,” tukasnya.

Sementara itu Ketua MUI Palu Prof Dr H Zainal Abidin M Ag di Palu, Selasa 26 Juli 2016 menyatakan MUI akan membahas hal tersebut pada Agustus 2016 sebagai fatwa atau penetapan hukum.

“Bulan depan MUI secara kelembagaan akan membahas larangan perempuan berstatus istri meng-upload foto ke medsos,” kata Zainal Abidin.

Dia menguraikan perempuan yang telah berstatus istri telah memiliki wadah rumah tangga yang tentu secara Islam, kewajibannya jauh lebih berat ketimbang perempuan muslim yang belum menikah. Di antaranya yaitu kecantikan serta gaya perempuan dalam berpakaian dan berdandan atau mempercantik diri, hanya diberikan untuk suaminya, bukan kepada orang banyak.

“Perempuan yang sudah menikah memiliki wadah tersendiri yaitu rumah tangga, maka apa yang dia lakukan harus tidak berdampak buruk terhadap rumah tangganya,” kata Zainal.

Namun, sebut dia, bukan berarti bahwa MUI Palu tidak memberikan larangan atau fatwa terhadap perempuan muslim yang memajang foto pribadinya di media sosial, yang menggairahkan atau memamerkan auratnya.

MUI Palu juga akan membahas hal tersebut, dikarenakan dalam Islam perempuan sudah baliq atau telah mengalami menstruasi wajib untuk menutup aurat, dan tidak boleh memamerkan aurat untuk dilihat oleh banyak orang.

“MUI Palu akan membahas semuanya dan memfatwakan. Ini merupakan salah satu bentuk langkah untuk membina masyarakat utamanya umat Islam,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.