oleh

UNIVERSALITAS TERORISME

Teror New Zealand menyadarkan kita tentang banyak hal, antara lain :

  1. Terorisme tidak identik dengan etnis tertentu, tapi bisa dilakukan oleh siapapun dari etnis dan ras apapun.
  2. Terorisme tidak identik dengan negara atau kawasan tertentu, terutama Islam dan terutama lagi Timur Tengah, tapi bisa dilakukan di mana pun termasuk di negara yang dianggap paling aman.
  3. Terorisme tidak identik dengan pemeluk agama tertentu, tapi bisa dilakukan oleh penganut agama apapun bahkan orang atau kelompok tak beragama dan tak bertuhan.
  4. Terorisme tidak identik dengan pemahaman ekstrem tentang agama atau keyakinan, tapi bisa diakibatkan oleh rasisme dan lainnya.
  5. Terorisme tidak identik dengan kelompok, tapi bisa dilakukan oleh individu bahkan negara.
  6. Aksi teror yang dilakukan oleh orang-orang biadab memancing aksi teror oleh senyawanya. Sikap dan kebijakan Donald Trump yang rasis dan diskriminatif telah membantu menyebarkan islamophobia yang mendorong aksi pelecehan, persekusi dan teror terhadap minoritas Muslim dalam masyarakat Barat.

Lebih penting dari itu semua, yang perlu diketahui ialah tujuan utama aksi teror bukan hanya membunuh dan melukai orang-orang yang dibenci tapi juga menebar ketakutan orang-orang lain sebanyak mungkin. Karena itu, mendownload video aksi penembakan brutal dan menyebarkannya bisa dianggap membantu secara tak sadar pelaku teror.

Dr. Muhsin Labib, M.A

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed