Home / Umum / Ketua ICMI: Fatwa MUI Bukan Hukum Positif

Ketua ICMI: Fatwa MUI Bukan Hukum Positif

Jimly Asshiddiqie – Foto: Antara

Satu Islam, Jakarta – Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menegaskan bahwa fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) bukan rujukan hukum positif dalam sistem hukum di Indonesia. Karena itu, kata Jimly, fatwa MUI tidak perlu menjadi menjadi landasan hukum. (Baca: Fatwa Kapolri dan Fatwa MUI)

“Bukan rujukan hukum positif. Tapi, tidak usah dipertentangkan. Harus dihormati saja,” ujar Jimly Kantor ICMI Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa 3 Januari 2016.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi menilai bahwa fatwa MUI sejatinya adalah urusan internal umat Islam. Menurut dia, keberadaan fatwa MUI tak berbeda dengan imbauan keagamaan yang dikeluarkan oleh pemuka agama lain.

“Negara tak perlu memasukkan fatwa MUI dalam pasal atau aturan yang dibuat negara. Negara tidak perlu ikut campur,” tandas dia.

Diketahui, MUI menerbitkan Fatwa No 56 Tahun 2016 tertanggal 14 Desember tentang hukum penggunaan atribut non-Muslim bagi umat Islam. Fatwa MUI itu sempat ditindaklanjuti Polres Metro Bekasi dan Polres Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta lewat surat edaran. (Baca: MUI Imbau Ormas Tidak Sweeping Atribut Natal)

Surat edaran itu mengimbau agar pimpinan perusahaan menjamin hak beragama umat Islam dalam menjalankan agama sesuai keyakinannya dan tidak memaksakan kehendak untuk menggunakan atribut keagamaan non-Muslim kepada karyawan-karyawati.

Kepala dua Polres tersebut akhirnya mendapat teguran dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.(Baca: Menag: Nilai Islam Telah Tertanam dalam Hukum Indonesia)

Sumber: Berita Satu

About Abu Nisrina

Check Also

Kurma di Ladang Salju: Melihat Geliat Islam di China

Satu Islam, Harbin – Di tahun 2017 ini adalah yang pertama kalinya saya menjalani hari-hari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *