Home / Umum / Jokowi Berhasil Menepis Tuduhan “Presiden Boneka”

Jokowi Berhasil Menepis Tuduhan “Presiden Boneka”

jokowi-dan-lukman-hakim
Presiden Joko Widodo didampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin (kiri) memberikan Keterangan Pers terkait penurunan Biaya Perjalanan Ibadah Haji Tahun 2015 di Istana Merdeka. Jakarta, 27 Mei 2015 – Foto: Antara

Satu Islam, Jakarta – Berbagai keputusan yang diambil Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini berhasil menunjukkan bahwa dirinya bukanlah ‘presiden boneka’ seperti yang selama ini dituduhkan oleh berbagai pihak kepadanya. Hal itu ditegaskan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Indibarometer, M.Qodari, Rabu 17 Juni 2015.

Kata Qodari, sejak awal dirinya sangat mempercayai bahwa Jokowi bukanlah ‘boneka’ seperti dituduhkan berbagai pihak. Yang ada hanyalah, Jokowi tak bisa langsung mengambil keputusan cepat karena dia tak memiliki parpol sendiri. Hal itu berbeda dengan presiden-presiden sebelumnya yang selalu memiliki parpol.

“Sebetulnya, banyak keputusan Pak Jokowi itu menunjukkan otonominya yang luar biasa. Misalnya saja keluarnya Perpres Penetapan dan Penyimpangan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Itu kan demi pengendalian stok pangan dan harga. Beliau sadar, dengan itu dia tentu akan berhadapan dengan mafia. Tapi tetap dilakukan. Keputusan itu sangat luar biasa,” jelas Qodari.

Dia melanjutkan, pada prinsipnya, Jokowi selalu berusaha menunjukkan kemandiriannya dalam melaksanakan tugas sebagai seorang presiden. Apalagi, sejak masa kampanye pilpres, dia selalu dikait-kaitkan sebagai boneka orang lain.

Hal itu terbukti dengan keputusan Jokowi yang mengangkat Kasad Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon Panglima TNI, walau tekanan sangat kuat agar calonnya adalah dari TNI AU. Begitupun dengan pencalonan Sutiyoso sebagai Kepala BIN di tengah berbagai nama calon kuat lainnya.

Kalaupun ada hambatan, menurut Qodari, itu adalah akibat kondisi riil Jokowi yang bukan seorang ketua umum partai politik. Tentu saja Jokowi membutuhkan waktu lebih banyak untuk memastikan komunikasi kebijakannya dengan publik dan parpol pendukungnya berjalan lancar.

“Dalam konteks itu, bisa kita katakan Jokowi selalu berusaha mandiri, walau tak bisa sepenuhnya. Namun itu masih wajar karena dia memilih tak lari dari akarnya sebagai kader PDIP,” jelas Qodari.

“Jadi itu sebabnya Pak Jokowi akan selalu mencari dukungan dari publik dan kelompok lain-lain. Tapi dia selalu berusaha dan berhasil melewati demi menjalankan presidensiil yang Konstitusional,” tambah dia.

Heri Budianto dari Pollcom Institute menambahkan bahwa semala melaksanakan Pemerintahan, Jokowi secara jelas telah menunjukkan upayanya menjawab keraguan publik atas setiap upaya menyetirnya sebagai presiden.

“Itu sudah dijawab secara perlahan oleh Presiden. Ada banyak contohnya,” kata Heri.

Menurut dia, Jokowi sangat pintar dalam menjaga kemandiriannya sebagai presiden, dengan selalu berusaha menyeimbangkan keinginan publik luas dengan aspirasi para parpol serta relawan pendukung.

“Publik itu hanya ingin pemerintahan baik, bisa menempatkan orang kapabel. Dalam artian, publik ingin presiden membuat kebijakan yang meringankan beban masyarakat. Itu yang harus dijalankan,” kata dia.

Dia melanjutkan, Publik luas juga harus memahami, bahwa presiden manapun di dunia ini, tak bisa serta merta meninggalkan parpol, yang sebenarnya juga kumpulan masyarakat yang harus didengarkan seorang presiden.

“Publik juga harus paham itu. Maka, misalnya sepanjang orang-orang yang dipilih presiden itu kompeten, mari kita dukung bersama-sama, agar niat kita membangun bangsa bisa berjalan baik,” tukas dia.

Pada kesempatan itu, Heri hanya mengingatkan agar para pembantu presiden bisa bekerja lebih baik dan sedikit lebih meringankan beban kerja sang presiden. Khususnya dalam memperkuat proses komunikasi kebijakan publik Pemerintah sehingga tak dimanipulasi oleh pihak-pihak yang tak menyukainya.

“Contoh penunjukkan Sutiyoso sebagai calon Kabin. Dia itu seorang letnan jenderal dan memiliki pengalaman luas. Presiden pasti melihat itu. Nah, semestinya aparat Pemerintahan bisa bekerja membantu menjelaskan kapasitas serta kapabilitas itu secara utuh kepada publik. Itu yang selama ini kurang, sehingga celah itu dimainkan oleh yang tak suka dengan keputusan itu,” jelas Heri.(Berita Satu)

About Abu Nisrina

Check Also

Khutbah Idul Fitri: Meneguhkan Islam Rahmatan lil ‘Alamin

Khutbah I السلام عليكم ورحمة الله وبركاته اللهُ أَكْبَرُ (3×) اللهُ أَكْبَرُ (3×) اللهُ أكبَرُ …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *