Home / Umum / Irak Akan Kirim Teroris ISIS Menemui Bidadari di Surga Melalui Hukuman Gantung

Irak Akan Kirim Teroris ISIS Menemui Bidadari di Surga Melalui Hukuman Gantung

Satu Islam, Baghdad – Otoritas berwenang Irak untuk pertama kalinya menjalankan eksekusi mati militan  asing  yang tergabung dalam genk teroris Islam ISIS. Eksekusi itu sesuai perintah pengadilan Irak dengan cara digantung.

Yang pertama mendapat anugerah pertama untuk bertemu dengan bidadari di surga adalah teroris asal Rusia. Pria yang tidak disebutkan namanya itu ditangkap ketika ia kehabisan amunisi di wilayah Mosul. ISIS kerap mempropagandakan apabila mereka tewas atau mati, mereka akan bertemu 70 bidadari di surga.

Laporan hukuman mati warga Rusia itu disampaikan oleh Dewan Yudisial Agung Irak melalui pernyataannya. “Warga Rusia itu merupakan anggota Daesh yang beroperasi di Mosul semenjak 2015,” tutur juru bicara otoritas peradilan di Irak.

Daesh merupakan nama lain ISIS dan ini merupakan singkatan dari al-Dawla al-Islamiya al-Iraq al-Sham. Konon sebutan Daesh (Daulah Islamiyah) merupakan sebutan ejekan untuk kelompok teror ISIS. Kabarnya ISIS marah jika disebut Daesh.

Warga Rusia yang dijatuhi hukuman mati itu merupakan satu dari ribuan warga asing yang sengaja datang ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS. Ada ratusan teroris kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang ditangkap saat itu, termasuk remaja perempuan asal Jerman, Linda Wenzel, 16.

Dari ratusan anggota ISIS yang terancam dieksekusi aparat Irak, Wenzel merupakan sosok yang menarik perhatian media. Gadis Jerman yang dilaporkan menjadi pengantin ISIS itu pernah muncul dalam video ketika dia ditangkap pasukan Irak. Dia terlihat acak-acakan dan meronta-ronta.

Gadis itu akan menghadapi hukuman mati, namun jika dijalankan harus menunggu usianya mencapai 22 tahun.

Pejabat keamanan di Irak menyatakan saat ini otoritas keamanan di negara tersebut sudah menahan 1.400 warga negara asing yang disinyalir merupakan istri dan anak-anak anggota militan radikal. Rata-rata mereka disebut berasal dari Turki, Tajikistan, Azerbaijan, dan Rusia.

Teroris yang berasal dari Rusia, diperkirakan sebanyak 7.000 orang. Mereka  telah meninggalkan Rusia dan negara-negara bekas Soviet lainnya untuk bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah.

Pria asal Rusia itu mengaku menemukan Islam di Moskow ketika pekerja konstruksi mengenalkannya pada agama tersebut. Setelah mendapatkan gelar di bidang teknik pada tahun 2014, dia melakukan perjalanan ke Turki dengan tujuan memasuki Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Terkait warga negara asing yang bergabung dengan kelompok teroris ISIS, bulan lalu setidaknya ada 18 warga negara Indonesia yang dipulangkan kembali ke tanah air. Para WNI yang didominasi oleh perempuan itu dipulangkan dari Suriah pada Sabtu 12 Agustus 2017 sore waktu setempat.

Guardian mewartakan, kelompok teroris itu saat ini semakin kehilangan kekuasaannya di Irak dan Suriah. Pasalnya, gempuran tak henti dari militer Irak dan militer Suriah yang didukung Rusia telah membuat kelompok ISIS semakin terpojok bahkan banyak dari anggotanya yang mencoba melarikan diri dan membelot dari organisasi teror tersebut.

Baru-baru ini, lusinan mantan anggota ISIS bersama keluarganya diketahui berhasil menyeberang dari wilayah Suriah menuju kota-kota kecil perbatasan Suriah-Turki. Mereka rata-rata ingin melarikan diri dan kembali ke negaranya masing-masing.

Saat ini sebanyak 5.000 militan pria sedang menunggu persidangan di Mosul. Hakim pengadilan setempat kepada media mengatakan, 27 petempur ISIS lokal dijatuhi hukuman mati dengan digantung pada bulan lalu di Baghdad.

About Abu Nisrina

Check Also

Pemimpin Sadar Amanah

Foto: ilustrasi Menjadi pemimpin merupakan sesuatu yang didambakan sebagian besar manusia masa kini, entah pemimpin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *