Home / Umum / Bantahan Terhadap yang Membantah Tulisan AFI

Bantahan Terhadap yang Membantah Tulisan AFI

Satu Islam – Penyanggah: Dek Afi yang terhormat, kita emang gak bisa milih kita memeluk agama apa, karena kita didoktrin oleh orang tua kita. Tapi adek tau gak, kalau secara fitrah kita udah muslim? Adek gak tau? Makanya kakak kasih tau sekarang, ada kok hadits nya dek :
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR Bukhari 1296).

Jawab : Anda menjawab secara fitrah sudah muslim ,ini meniscayakan agama-agama lainpun melakukan klaim yang sama, anda emang ga belajar bahwa agama itu produk fitrah, tugas manusia yang berfikir adalah mengidentifikasi kalau ada agama yang tidak sesuai fitrah justru bukan agama. Atau kalau ada penafsiran Alquran yang tidak sesuai dengan fitrah berarti bukan bagian dari Islam. Bisakah anda definisikan dulu apa itu fitrah?.

Penyanggah: Tugas manusia adalah mencari jati diri nya, makanya setiap manusia dikasih otak buat berpikir lewat tanda-tanda yang Allah kasih. Makanya kita yang muslim nyebut muallaf sebagai “kembali ke fitrah”, karena sejati nya dia kembali ke jati diri nya yang asli.

Jawab : Tugas manusia mencari jatidirinya, bukankah itu malah statment klise yang anda sendiri mungkin tidak menemukan argumentasi dalam mencari jati diri dan untuk apa mencari jati diri. Muallaf itu orang non muslim yang masuk agama Islam. Perkara apakah otomatis kembali ke fitrah, nanti dulu, anda terlalu terburu-buru. Fenomenanya tidak semua muallaf jadi orang baik, maka apa bila muallaf itu artinya kembali ke fitrah, pernyataan anda tidak logis alias invalid.

Penyanggah: Masalah bersitegang, ah adek ini kayak anak SD aja, jangankan soal iman dek, soal artis korea aja masih pada ngotot siapa yang paling ganteng / cantik, apalagi soal prinsip. Agama itu prinsip hidup dek, kalau kita menganggap semua agama benar, apa beda nya dengan balita yang gak bisa bedain mana kacang mana kecoak? Soal islam agama yang benar, kan udah ada dek ayat nya di Al-Baqarah ayat 2, penegasan nya ada di surat Yunus ayat 37-38. Kakak berani taruhan, nggak ada ayat-ayat setegas ini di agama lain. Coba aja adek cek, kalau adek udah gak sibuk sama wawancara dari orang-orang yang (maaf) sok bijak.

Jawab: Cara bersaing anda tidak elegan, apabila sesuatu yang anda tawarkan istimewa, promosikan kelebihan produk anda tanpa harus merendahkan produk lain. Islam melarang kita menghina Tuhan dan agama lain, anda justru membolehkan, anda ini terinspirasi dari agama apa ya? Anda mengutip ayat tapi mengajukan taruhan, dimana Islam melarang mengundi nasib, apakah cara berpikir anda ini liberal yang singkretis dengan kejumudan?. Saya rasa Afi jauh lebih bermanfaat dengan orang-orang yang menurut anda sok bijak, karna orang yang mengatakan orang lain sok bijak adalah orang yang menganggap dirinya bijak, sedangkan orang menganggap dirinya bijak bisa dipastikan tidak bijak sama sekali.

Penyanggah: Maksud adek jangan sesekali menjadi Tuhan gimana dek? Karena kita melabeli orang sebagai kafir dan masuk neraka? Mungkin adek meradang sama mereka yang melabeli orang dengan sebutan kafir, tapi adek tau gak kalau mereka cuma mencocokkan identitas mereka dengan apa yang ada di Alquran? Gak ada beda nya dek sama petugas warnet yang disuruh pemilik warnet untuk melabeli tingkat pendidikan dari seragam yang dipakai, gak lebih. Tapi apa dengan itu si petugas langsung merasa jadi pemilik warnet? Nggak kan. Gak usah pake bayangkan dek, adek pernah baca Al-baqarah ayat 256 gak? Kalau iya, aneh kalau adek masih bilang islam memaksa orang lain pindah agama. Lagipula liat aja dek sejarah nya, agama mana yang paling suka memaksa orang lain memeluk agama mereka ketika mereka menjadi mayoritas, buka mata dan jadilah orang dewasa dek.

Jawab: Kalau anda memang serius membaca tulisan Afi, padahal sangat mudah, yang dimaksud itu anda jangan jadi Tuhan bagi sesama. Itu kan bisa dipahami bahwa saat posisi anda tidak lebih baik dari orang lain, jangan berusaha menghakimi. Orang yang tahu diri akan tahu Tuhannya, kalau yang tidak tahu diri akan berlagak menjadi Tuhan bagi sesamanya. Anda lihat sejarah itu pasti dari buku, dan buku sejarah yang anda baca belum mencukupi klaim anda bahwa agama lain yang lebih memaksa saat jadi mayoritas. Cordoba sejarah awal ekspansi Islam yang berdarah-darah, adalagi ekspansi bangsa Tartar, ekspansi keturunan Jengis Khan yang mualaf seperti kata anda kembali ke fitrah, malah banyak membantai orang, bahkan korbannya banyak dari kalangan muslim sendiri. Saran saya ga perlu terlalu percaya diri bahwa anda tau sejarah, baca lagi.

Penyanggah: Semua orang berhak mengklaim agama mereka yang terbaik, gak ada yang larang kok, wong iklan detergen aja bilang produk mereka yang terbaik. Tapi masalahnya, sejauh mana akal pikiran kita dipakai buat mencari kebenaran yang paling benar, bukan kebenaran atas dasar pingin tenar. Balik lagi ke tantangan yang kakak sebutkan diatas, adakah agama lain yang punya ayat setegas Al-Baqarah ayat 2?

Jawab: Klaim itu ada pembuktiannya, kalau cuma klaim besok kita tunggu aja ada artis yang klaim buat agama dan kebenaran sendiri, anda ini standard agamanya diukur dengan deterjen sih, jadi agak sulit emang bedakan mana yang punya kesucian sama yang sekedar penghilang noda. Anda ingin mencari kebenaran tapi anda tidak punya alat untuk mengidentifikasi apa itu benar dan apa syarat-syarat mencapai benar. Anda ini benar-benar belum benar.

Penyanggah: Label neraka atau surga, itu juga gak lebih kayak guru yang bilang ke murid nya yang pemalas bahwa dia gak bakalan naik kelas. Logis toh? Gimana cara nya naik kelas kalau belajar aja nggak? Sama kayak label neraka, gimana mau masuk surga kalau sama Allah aja gak percaya?

Jawab: Seorang guru yang mengatakan muridnya pemalas adalah pemantik dan si guru menaruh harapan bahwa si murid kelak akan rajin, dengan analogi ini apakah dengan masuk neraka sama saja dengan pemantik agar si pendosa kelak akan masuk surga dengan cara masuk neraka, jika seperti itu manusia tidak perlu berbuat baik untuk masuk surga, cukup dengan masuk neraka saja kelak akan ke surga juga, ini super ga logis.

Penyanggah: Tidak ada dek yang meragukan kekuasaan Tuhan, tapiiii… Baca lagi ya dek sejarah nya, Allah gak pernah membuat agama lain selain Islam, orang-orang dhalim lah yang memutar balikkan fakta menjadi agama-agama baru yang beraneka ragam. Itu juga jadi salah satu bukti kekuasaan Allah & salah satu bentuk ujian di dunia untuk makhluk-Nya. Makanya banyak baca ya dek, mumpung masih muda 🙂

Jawab: sebelumnya anda bilang selain agama Islam kafir, lalu sekarang anda bilang tidak ada yang meragukan kekuasaan Tuhan. Lalu kafir itu yang bagaimana?. Orang lain yang menurut anda zalim membuat agama baru, jadi ada agama baru sebelum Nabi Muhammad membawa agama Islam sebagi ajaran Tuhan yang paling terakhir, kedengerannya kok lucu ya?. Tolong untuk jawaban saya yang ini anda baca diulang sampe empat atau lima kali, saya jamin anda tertawa menertawakan diri anda.

Penyanggah: Soal kerukunan dek, kita bandingin aja yuk arab saudi vs italia, negara yang mewakili dua agama terbesar di dunia, di negara mana terjadi lebih banyak kriminalitas? Mohon bandingin nya pake akal sehat yah dek, jangan pake kebencian terhadap kaum bergamis.

Jawab: Anda melakukan komparasi yang tidak sama posisinya. Italia negara yg sudah berdiri jauh sejak kerajaan Roma sebagai kerajaan yang sah. Arab saudi kalo anda tidak terlalu sedikit membaca sejarah adalah sebuah negara yang di ambil dari syarif husein atas bantuan britania. merebut sebuah negara adalah kejahatan yang tak ternilai dan tidak dibenarkan dalam islam.

Penyanggah: Yang namanya mayoritas, wajar kok kalau mereka menerapkan hukum mereka, analoginya, di rumah adek, yang berlaku adalah adat istiadat di keluarga dek Afi kan? Kalau semisal ada orang lain yang ujug-ujug dateng ke rumah adek dan maksa keluarga adek ikutin adat istiadat dia, apa adek mau terima?

Jawab: Maaf boleh dikoreksi sedikit ga analoginya?, Rumah itu di dirikan dari keluarga yang telah memiliki adat istiadat daerah dimana orang tersebut lahir. Negara didirikan bukan dari satu keluarga, satu adat, satu agama. Anda mau mengatakan islam mayoritas tidak masalah, tapi asal anda tahu bukan hanya islam yang mendirikan negara ini. Baca sejarah lagi.

Penyanggah: Adek kayaknya beneran gak tau ya sejarah Pancasila? Cluenya jelas dek, sila ke satu apa? Agama apa yang sepaham dengan sila ke satu? Adek harus tau, bahwa dasar negara kita yang paling inti diambil dari Alquran, bukan dari Injil, Weda, Tripitaka atau kitab lain nya. Makanya kakak aneh liat tulisan adek yang bilang dasar negara gak boleh dari salah satu agama. Tanah yang kamu pijak itu juga bisa terbebas dari penjajah atas jasa para ulama dan santri loh dek, apa coba kitab panutan mereka? Yang jelas bukan komik Doraemon.

Jawab: Apakah anda yakin lebih tau sejarah Pancasila daripada Afi? Cluenya memang sangat jelas sampai anda melakukan tafsir. Semua agama di Indonesia sampai yang bentuknya kepercayaan sepaham dengan sila kesatu. Buktinya seluruh bangsa sepakat dengan Pancasila sebagai asas negara. Anda tidak mengetahui prinsip ketuhanan agama lain tapi mencoba menilai. Kita tidak bisa menilai sudut pandang orang laindari tempat kita berpijak.

Penyanggah: Suatu hari nanti kakak akan menceritakan kepada keturunan kakak bahwa ada banyak oknum bertulisan seperti bijak yang aslinya bahkan nggak ngerti apa arti bijak itu sendiri. Orang-orang yang menginginkan situasi yang sangat fana dan diluar jangkauan realitas hanya karena ingin diterima oleh berbagai pihak. Kakak harap dek Afi gak masuk sebagai jajaran oknum itu 🙂

Jawab: Seandainya anda memang bijak anda tidak akan mudah menuduh orang lain tidak bijak, itu syarat wajib bijaksana.

Penyanggah: Terakhir, kakak mau menukil quote dari Abdullah bin Mas’ud :
“Ilmu itu bukanlah sebuah kemahiran dalam berkata-kata, tetapi ilmu itu (menimbulkan) taqwa kepada Tuhan”

Dari hamba Allah yang masih mencari ilmu

Jawab: Ya Allah berikanlah dia ilmu, yang sekarang masih agak belum cukup ya Allah.

 

Achmad Rizky Edward Siahaan
– salam toleransi-

 

About Abu Nisrina

Check Also

Pemikiran Islam Bung Karno dalam Pancasila

Satu Islam, Jakarta – Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang telah disepakati dan final. Pancasila …

One comment

  1. Ah jawabannya ga ada pada esensinya, dan menjawab nya pakai emosi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *