Home / Umum / Awas ISIS Bentuk Faksi Teroris di Asia Tenggara

Awas ISIS Bentuk Faksi Teroris di Asia Tenggara

ISIS-asia-tenggara
Dari kiri pejuang Abu Sayyaf, Mahmud Ahmad, Muhammad Joraimee Awang Raimee dan Muamar Gadafi, berfoto dengan bendera ISIS

Satu Islam, Kuala Lumpur – Buronan Militan ISIS Malaysia diyakini bersembunyi di Filipina selatan dan berencana untuk membentuk sebuah faksi resmi ISIS di Asia Tenggara.

Fraksi ISIS di kawasan ini juga berencana untuk menyatukan sel-sel teror yang berbeda di Malaysia, Indonesia dan Filipina. Ini akan mencakup Abu Sayyaf Group (ASG) dan kelompok-kelompok teror lain di wilayah ini,

Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Kontraterorisme Malaysia Datuk Ayob Khan Mydin Pitchay kepada Straits Times yang mengaku khawatir atas rencana kelompok militan Malaysia membentuk jaringan teroris ISIS di Asia Tenggara.

Menurut Ayob, kelompok militan ini terdiri dari tiga orang yang saat ini masuk daftar prioritas tingkat tinggi pencarian Kepolisian Malaysia.

Tiga orang ini adalah Mahmud Ahmand, mantan dosen di Universitas Malaya, Mohd Najib Husen, pemilik kedai kelontong, dan Muhammad Joraimee Awang Raimee yang merupakan mantan mantan karyawan Selayang Municipal Council.

Ayob menuturkan, tiga orang ini berharap dapat menggabungkan sejumlah kelompok militan di Asia Tenggara, seperti Abu Sayyaf dan Jemaah Islamiyah, menjadi satu kesatuan di bawah naungan Negara Islam.

Ayob mengatakan Mahmud yang juga dikenal sebagai Abu Handzalah, aktif berlatih dengan ASG serta mengambil bagian dalam operasi teror di Filipina selatan.

“Intelijen menunjukkan bahwa dia terlibat dalam dua serangan bom terhadap tentara Filipina baru-baru ini,” terang Ayob.

Ayub melanjutkan bahwa prioritas utama Mahmud saat ini adalah terbang ke Suriah demi bertemu dengan Baghdadi.

“Mahmud telah menyatakan sumpah kesetiaan di video kepada ISIS, tetapi untuk pembentukan resmi cabang ISIS, dia perlu terbang ke Suriah dan menyatakan sumpah setianya di depan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi,” kata Ayob menjelaskan

Mahmud sendiri bukanlah wajah baru di dunia militan. Dia telah berlatih dengan Al Qaeda di Afganistan pada tahun 1990-an dan kemudian menggunakan posisi dosennya di universitas ternama Malaysia itu untuk merekrut anak didiknya.

“Jika Mahmud atau sering disebut juga Abu Handzalah berhasil menyatukan semua kelompok teroris, Asia Tenggara akan menghadapi bahaya besar,” kata Ayub.

Militer Filipina sendiri telah menjadikan tiga orang ini sebagai target untuk ditangkap dan operasi perburuan masih berlangsung.

Ayob mengatakan divisinya berkomitmen terhadap pemberantasan unsur teror baik itu asing atau domestik.

“Kami bekerja sama dengan rekan-rekan kami di Filipina untuk melacak dan menangkap Dr Mahmud dan antek-anteknya,” tegasnya.

Profesor Sundramoorthy dari Universitas Sains Malaysia menyatakan, militan ini sekarang tidak hanya mengatasnamakan agama.

“Banyak yang berpikir ISIS hanya memperjuangkan agama Islam. Namun, mereka juga sekarang mengatasnamakan keadilan sosial, kesenjangan ekonomi, represi politik, dan hal-hal lainnya,” kata dia.

Ia menambahkan, diperlukan upaya internasional untuk mencegah terjadinya kesenjangan sosial di masyarakat yang berbuntut pada munculnya gerakan terorisme.

About Abu Nisrina

Check Also

Pemimpin Sadar Amanah

Foto: ilustrasi Menjadi pemimpin merupakan sesuatu yang didambakan sebagian besar manusia masa kini, entah pemimpin …

3 comments

  1. inilah para mujahid yang akan menyelamatkan agama ALlah dari serangan salibis amerika, syiah, dan komunis. http://transparan.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *