oleh

Turki Serang Suriah Utara, 5 Militan ISIS Bebas

Lima gerilyawan ISIS berhasil kabur dari sebuah penjara di Suriah utara setelah Turki membombardir wilayah itu. Hal itu diungkapkan oleh seorang juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi.

Turki dan pasukan sekutu Suriahnya pada hari Rabu melancarkan serangan militer lintas perbatasan yang mematikan terhadap daerah-daerah yang dikuasai SDF. Serangan itu telah mengakibatkan tembakan artileri yang terjadi di dekat sejumlah fasilitas penting, termasuk beberapa penjara di mana ribuan tersangka ISIS ditahan.

“Lima teroris melarikan diri dari Navkur setelah serangan rudal terjadi di dekat penjara,” kata seorang pejabat dari SDF seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (12/10/2019).

Seorang penjaga penjara di Navkur mengatakan sebelum pelarian itu dilaporkan, fasilitas itu menampung sebagian besar pejuang asing ISIS. Penjara Navkur sendiri terletak di kota Qamishli.

Prospek terjadinya pelarian massal tahanan ISIS memicu keprihatina mendalam banyak negara. Mereka takut para anggota ISIS kembali ke negara mereka dan kebangkitan kelompok ekstrimis itu di wilayah tersebut.

Menurut pemerintah Kurdi, ada sekitar 12 ribu orang ditahan di tujuh pusah penahanan di wilayah yang dikuasainya. Diantara mereka berasal dari Suriah dan Irak, serta 2.500 hingga 3.000 tersangka penjuang ISIS dari 54 negara.

Serangan udara, pengeboman artileri dan tembakan senjata ringan mengamuk di seluruh pemukiman perbatasan di sepanjang garis depan sepanjang 75 mil untuk hari ketiga. Menteri Luar Negeri Turki, Hulusi Akar, mengumumkan pasukan Turki telah ‘menetralkan’ ratusan ‘teroris’. PBB memperkirakan 100 ribu orang telah melarikan diri ketika rudal-rudal menghancurkan kota asal mereka.

Iran menyerukan kepada Turki untuk menghentikan serangan ke timur laut Suriah yang dikuasai Kurdi. Iran khawatir, serangan Turki membahayakan warga sipil di zona konflik itu.

“Iran menekankan (perlunya) penghentian segera serangan dan kepergian unit militer Turki dari wilayah Suriah,” demikian pernyataan kementerian luar negeri Iran, seperti dilaporkan¬†AFP, Kamis (10/10/2019).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed