oleh

Turki Deportasi Ribuan Teroris Asal Eropa

15(808)Satu Islam, Ankara – Sebanyak 1.100 takfiri asal Eropa yang hendak bergabung teroris al Qaeda untuk kemudian menyabung nyawa di Suriah keburu digaruk pemerintah Turki dan dideportasi ke negara asal mereka, demikian laporan harian Turki Haberturk seperti dikutip seru.com

Dalam laporan media itu, beberapa negara Eropa seperti Jerman, Belgia, Perancis dan Belanda telah dihubungi mengenai ditangkapnya warga negaranya untuk proses pendeportasian.

Para takfiri itu ditangkap pemerintah Ankara berkat operasi gabungan Organisasi IntelijenNasional, Pasukan Polisi dan satuan Polisi dalam 41 kali operasi selama tahun 2013, menurut laporan itu.

Masih ada 1.500 lagi warganegara asal Eropa yang berkeliaran hendak ke Suriah bergabung dengan al Qaeda yang belum tergaruk.

Melalui Jaringan interpol pemerintah Turki menjalin komunikasi intelijen untuk mengatasi meledaknya arus teroris ke Turki. Sejak tiga tahun belakangan telah dilancarkan 141 operasi penggarukan kepada al Qaeda, tercatat 518 orang tersangka telah ditangkap, 217 diantara telah dipenjarakan.

ISIL Kuasai Gereja dan Mesjid

Sementara itu menurut laporan Farsnews, al Qaeda telah mengubah beberapa gereja untuk dijadikan markas komando dan pemerintahan Islam versi teroris di bagian timur kota Raqqa, Suriah .

Ambisi kekuasaan dengan membentuk  Islamic State of Iraq and Levant (ISIS) atau Negara Islam untuk Irak dan Syam, motivasi para teroris al Qaeda ini merebut tanah Suriah dari pemerintahan Bashar al Assad dengan menggelar palagan horor dalam tiga tahun ini melalui serangkaian pembantaian kepada warga sipil Suriah.

Melalaui beberapa situs internet dan media sosial, al Qaeda mempropagandakan agendanya dalam menguasai beberapa Gereja umat Kristen di kota Raqqa Timur, meski sebagian gereja-gereja tersebut dihancurkan.

Di kota Raqqa, teroris al Qaeda mengumumkan telah diberlakukan syari’at Islam sesuka hatinya dengan mengumumkannya melalui selebaran yang ditebar di dinding-dinding kota.

Dalam undang-undang syari’at yang diberlakukan bagi warga kota Raqqa, al Qaeda melarang wanita keluar rumah, melaranng merokok dan pemilikan kamera.

Isil pertama kali datang ke Raqqa 15 Mei 2013 dengan menguasai serta menghancurkan gereja dan mesjid, membantai warga sipil yang dituding berpihak ke pemerintah Bashar Assad.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed