Home / Tokoh / Tujuh Tokoh Terkemuka dalam Sejarah Kemanusiaan

Tujuh Tokoh Terkemuka dalam Sejarah Kemanusiaan

Satu Islam, Jakarta – Perjuangan menegakkan keadilan dan memperjuangkan  harkat kemanusiaan tak bisa lepas dari sosok pelakunya. Persekusi, diskriminasi, perbudakan, hegemoni dan pembantaian terjadi di berbagai belahan bumi selalu membuat gerah orang yang memiliki jiwa perlawanan, meski perlawanan tidak harus dipersepsi dengan mengangkat senjata. Perlawanan juga kadang mengajak pihak lain dalam hal-hal kebijaksanaan.

Para tokoh dunia dalam menegakkan keadilan dan mempertahankan harkat kemanusiaan lahir dari sebuah pandangan dunia yang utuh. Mereka menjadikan perjuangannya sebagai pekerjaan utamanya.

Mereka juga menginginkan umat manusia mengubah pikiran ke arah yang lebih baik. Mereka juga tidak meniatkan perjuangannya untuk membesarkan dirinya. Tapi waktu tetap mencatat mereka dengan tinta emasnya. Berikut beberapa tokoh yang memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.

Sayyid Ayatollah Ruhollah Khomeini merupakan tokoh asal Iran yang memipin revolusi Islam yang mulai berkobar akhir 1978 dan awal 1979. Perjuangannya berhasil memimpin rakyat Iran meruntuhkan kekuasaan penguasa diktator Shah Mohammed Reza Pahlavi.

Soekarno, Pejuang Revolusioner Kemerdekaan (Indonesia)

Koesno Sosrodihardjo atau yang lebih kita kenal dengan nama Soekarno merupakan tokoh penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Beliau merupakan salah satu tokoh yang menghantarkan rakyat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Soekarno mulai dikenal ketika menjadi anggota Jong Java cabang Surabaya pada tahun 1915. Karena merasa terancam dengan pergerakan yang dilakukannya, Soekarno kerap diasingkan dan keluar masuk penjara. Pada tahun 1942 saat Belanda menyerah dan Indonesia jatuh ke tangan Jepang, Soekarno pun dibebaskan dan kembali melakukan pergerakan-pergerakan dengan rekan seperjuangannya, sampai akhirnya pada 17 Agustus 1945 Soekarno bersama M. Hatta mewakili rakyat Indonesia memproklamirkan kemerdakaan Indonesia, Soekarno kemudian dipilih sebagai Presiden Pertama Indonesia. Selain di dalam negeri, Soekarno juga terkenal di luar negeri dengan banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Dengan dasar tersebut, pada tahun 1955 diselenggarakanlah konferensi Asia-Afrika untuk pertama kalinya di Bandung. Berkat jasanya itu, banyak negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya.

Imam Khomeini, Pejuang Revolusi Islam (Iran)

Sayyid Ayatollah Ruhollah Khomeini ialah tokoh Revolusi Iran dan merupakan Pemimpin Agung Iran pertama. Khomeini yang merupakan ulama sufi ini lahir di Khomein, Provinsi Markazi, 24 September 1902 – meninggal di Tehran, Iran, 3 Juni 1989 pada umur 86 tahun.  Wikipedia menuliskan, Khomeini menggunakan posisi yang kuatsebagai keulamaanya memimpin perlawanan menumbangkan diktator Shah Reza Pahlevi.  Saat maraknya demonstrasi  rakyat Iran terhadap Shah, ia menyampaikan khotbah dari Faiziyveh School yang mendakwa negara berkolusi dengan Israel dan mencoba “mendiskreditkan al-Qur-an. Ia pernah ditangkap polisi rahasia Iran, SAVAK. Hal itu memancing kerusuhan besar-besaran dan reaksi kekerasan yang biasa oleh pihak keamanan yang mengakibatkan kematian ribuan orang. Di masa pemerintahan Shah, rakyat Iran mengalami penindasan, kemiskinan dan keterbelakangan, sementara keluarga Shah hidup dalam kemewahan. Kontrol Shah atas Iran tersebut menjadikan negara tersebut semakin dekat dengan Barat. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak pula warga AS yang tinggal & bekerja di Iran. Namun fenomena tersebut juga diikuti dengan semakin meningkatnya sentimen negatif rakyat Iran kepada warga AS karena mereka menganggap orang-orang AS yang ada di Iran kurang menghargai budaya setempat, menerima bayaran terlampau tinggi bila dibandingkan dengan pegawai lokal, & mendapat kekebalan hukum sehingga terkesan bisa berbuat semaunya di negeri orang. Pasca keruntuhan rezim Shah, Khomeini menawarkan referendum kepada rakyat Iran untuk menentukan sistem negara. Hasil referendum bahwa mayoritas rakyat Iran menginginkannya negara berbentuk republik yang memiliki spirit Islam yang kini dikenal sebagai Republik Islam Iran. Setelah terbentuknya negara baru Republik Islam Iran, Khomeini diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran. Banyak pihak yang menaruh kekaguman kepada Iran karena sistem pemerintahan berbasis agama yang diusungnya, kemandiriannya dalam banyak bidang, & keberanian pemerintah negara tersebut untuk menentang hegemoni Amerika Serikat (AS) secara terang-terangan.

Mahatma Gandhi, Pejuang Revolusioner India (India)

Mohandas Karamchand Gandhi atau yang lebih dikenal dengan nama Mahatma Gandhi merupakan tokoh revolusioner asal India. Sosokny mirip dengan Ir. Soekarno yang memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Tokoh penting dalam kemerdekaan India ini merupakan seorang aktivis yang tidak menggunakan kekerasan dalam perjuangannya, melainkan dengan aksi demonstrasi penuh kedamaian dengan strategi-strategi agar Inggris yang menguasai India pergi dan memberikan kemerdekaan sepenuhnya. Perjuangan dari Father of Nation atau Bapak Bangsa India ini akhirnya selesai pada tahun 1947 dengan kemerdekaan India. Namun hal yang disesalkan oleh Mahatma Gandhi kalai itu adalah perpecahan negaranya menjadi 2, India dan Pakistan karena perbedaan agama. Prinsip Gandhi, satyagraha, sering diterjemahkan sebagai “jalan yang benar” atau “jalan menuju kebenaran”, telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela. Namun sayangnya, pada 30 Januari 1948 perjuangan Mahatma Gandhi dalam membangun negaranya tersebut harus terhenti dengan peluru dari pistol Baretta M 1934.

Nelson Mandela, Revolusioner Anti Apartheid (Afrika Selatan)

Nelson Rolihlahla Mandela atau yang lebih dikenal dengan nama Nelson Mandela adalah tokoh politik dan seorang revolusioner anti apartheid, yang berjuang keras menghapus diskriminasi terhadap orang-orang kulit hitam di Afrika Selatan. Nelson Mandela merupakan presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan yang menjabat pada tahun 1994-1999. Dalam pemerintahannya Mandela berfokus pada penghapusan pengaruh apartheid dengan memberantas rasisme, kemiskinan dan kesenjangan, serta mendorong rekonsiliasi rasial. Seperti yang tercatat dalam sejarah, pada tahun-tahun sebelumnya perekonomian di Afrika Selatan didominasi oleh orang-orang berkulit putih saja. Perjuangannya terhadap diskriminasi rasial terhadap orang-orang kulit hitam sudah dilakukannya jauh sebelum terpilih menjadi Presiden. Bahkan, karena perjuangannya dianggap membahayakan negara, pada tahun 1962 Nelson Mandela sempat berada dalam jeruji besi. Walaupun dipenjara, perjuangannya tidak berhenti begitu saja dan terus berkomunikasi dengan dunia luar. Akhirnya pada tahun 1990, Nelson Mandela dibebaskan dan terus berjuang hingga akhirnya menjadi Presiden yang terpilih melalui pemilu pertama dengan keterwakilan ras pada tahun 1994 dan menghancurkan rezim rasisme yang selama ini menduduki pemerintahan Afrika Selatan.

Martin Luther King Jr., Revolusioner Pejuang Perdamaian Dunia (Amerika)

Pendeta Martin Luther King, Jr., Ph.D merupakan seorang pendeta sekaligus aktivis HAM warga Amerika-Afrika. Dia adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Amerika Serikat yang dianggap sebagai pahlawan, pencipta perdamaian dengan strategi non kekerasan. Martin Luther King Jr. menentang keras diskriminasi terhadap orang-orang kulit hitam berdarah Afrika-Amerika yang terjadi di Amerika Serikat kala itu. Orang kulit hitam di kawasan Amerika dianggap sebagian manusia kelas bawah hingga bisa diperlakukan dengan tidak baik di segala sektor yang ada. Tidak terima akan perlakuan tersebut, membuatnya melakukan pergerakan-pergerakan  sipil besar-besaran yang berbuntut pada kebijakan-kebijakan publik di Amerika pada tahun 1960an. Perjuangan HAMnya tidak hanya pada diskriminasi orang-orang kulit hitam saja, melainkan pada pelanggaran HAM dalam perang yang kala itu terjadi di Vietnam. Pada 1963, dia menerima Penghargaan Nobel Perdamaian. Namun sayangnya, pada 4 April 1968, tokoh perdamainan ini harus meninggal ditembak saat melakukan aski di Memphis. Guncangan dari kematiannya menyebabkan banyak kerusuhan dan bentrokan di berbagai kota di seluruh Amerika Serikat.

Bunda Teresa, Ibu Semua Ras Di Dunia (India)

Agnes Gonxha Bojaxhiu atau yang lebih dikenal dengan nama Mother Teresa atau Bunda Teresa merupakan seorang biarawati Katolik Roma keturunan Albania yang berkewarganegaraan India. Pada tahun 1950 beliau mendirikan Missionaries of Charity atau M.C. (sebuah kelompok yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat) di Kalkuta, India. Beliau berusaha menghapuskan kesenjangan sosial yang terjadi di berbagai daerah di dunia. Dengan perjuangan yang berlandaskan cinta kasih tersebut beliau mendapat julukan sebagai ibu semua ras di seluruh dunia. MC. terus berkembang sepanjang hidupnya dan pada saat kematiannya, ia telah menjalankan 610 misi di 123 negara, termasuk penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, lepra dan TBC, program konseling untuk anak dan keluarga, panti asuhan, dan sekolah. Banyak tokoh terkenal dunia yang terinspirasi dari perjuangannya, pada tahun 1979 ibu semua ras ini mendapatkan penghargaan nobel perdamaian.

 

Harriet Tubman, Penentang Praktik Perbudakan (Amerika Serikat)

Harriet Tubman adalah seorang Amerika-Afrika yang menentang praktik perbudakan dan membantu menyelamatkan orang-orang yang menjadi budak.Lahir tahun 1822 di Maryland, Tubman dilahirkan dalam keluarga budak dan sering dipukuli oleh tuannya sebelum dia berhasil melarikan diri pada tahun 1849 ke Philadelphia. Akan tetapi, dia segera kembali ke Maryland dan ke negara-negara budak lainnya untuk membantu budak-budak yang lain (termasuk keluarganya) melarikan diri melalui Jalan Kereta Api Bawah Tanah (Underground Railroad). Secara keseluruhan, dia berhasil memimpin 13 misi penyelamatan budak dan berhasil menyelamatkan 70 orang budak. Di samping misi penyelamatan budak tersebut, Harriet juga bekerja sebagai seorang mata-mata bagi Union  selama terjadinya Perang Saudara Amerika (American Civil War.)

 

About Abu Nisrina

Check Also

Che Guevara, Sang Ikon Perlawanan

Satu Islam – Pada 9 Oktober 1967 atau 50 tahun lalu, pemimpin gerilya Ernesto Guevara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *