Home / Tokoh / Keutamaan Imam Ali bin Abi Thalib RA

Keutamaan Imam Ali bin Abi Thalib RA

Makam Imam Ali bin Abi Thalib RA

Satu Islam – Barangkali sebagian kaum Sunni menganggap lebih mengutamakan Imam Ali bin Abi Thalib RA ketimbang tiga sahabat terutama lainnya – Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan – termasuk pengikut Syiah.

Namun kenyataannya memang demikian. Ali memang lebih unggul dari ketiga orang itu. Dia merupakan sepupu pertama sekaligus menantu Nabi Muhammad. Ayahnya, Abi Thalib dan bapak Rasulullah, Abdullah, adalah anak Abdul Muthalib dari satu ibu.

Seperti nama istrinya, ibu Imam Ali juga bernama Fatimah. Fatimah adalah putri Asad, putranya Hasyim, dan Asad adalah saudara Abdul Muthalib. Jadi ayah dan ibu Ali adalah saudara sepupu.

Nabi pula yang memberi dia nama Ali saat merawatnya sewaktu kecil. Menurut nabi, ini nama ini ditetapkan oleh Allah. Ketika dilahirkan, ayahnya bersama Nabi Muhammad sedang pergi keluar Kota Makkah. Ibunya memberi dia nama Asad dan Haidar. Ayahnya memanggil dia Ziad.

Bukan sekadar hubungan darah membuat Ali begitu istimewa bagi Rasulullah. Akhlak, iman, dan ilmunya juga agung. Imam Ali lebih dulu masuk islam ketimbang Abu Bakar, Umar, dan Usman. Dalam hadis disahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Main, Rasulullah bersabda, “Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya. Siapa ingin memasuki kota itu hendaklah melalui pintunya.”

16 Keutamaan Imam Ali bin Abi thalib as

1. Lahir didalam Ka’bah.

2. Diasuh oleh Nabi Muhammad saw sejak kecil.

3. Orang pertama yang mengimani Islam yang dibawa oleh Nabi.

4. Ketika Nabi mempersaudarakan satu sahabat dengan sahabat yang lain, Nabi menjadikan Imam Ali sebagai saudaranya. Sementara sahabat yang lain tidak mendapatkan kesempatan ini.

5. Satu-satunya manusia yang naik ke pundak nabi untuk menghancurkan berhala-berhala disekitar ka’bah.

6. Keturunan Nabi Muhammad saw seluruhnya melalui sulbi Ali bin Abi tholib.

7. Mata beliau yang sakit pernah diusap oleh ludah suci nabi diwaktu perang Khaibar. Lalu Nabi Muhammad saw mendoakan beliau agar tak pernah merasa kepanasan ataupun kedinginan.

8. Imam Ali adalah tolak ukur keimanan dan kemunafikan. Yang mencintainya adalah mukmin dan yang membencinya adalah munafik.

9. Ketika hendak bermubahalah dengan Kristen Najran, Nabi mengajak Imam Ali, istrinya, serta kedua anaknya. Dan tidak mengajak keluarga ataupun sahabat yang lainnya.

10. Di tahun ke-10 Hijriyah, Nabi memerintahkan Imam Ali untuk membacakan perjanjian Bara’ah dengan kaum musyrikin mekah disaat itu.

11. Satu-satunya manusia yang menjalankan perintah bersedekah ketika hendak menemui Nabi, sebelum ayat ini di Naskh (dihapus).

12. Pintu kota ilmu Nabi Muhammad saw. Dan satu-satunya manusia yang berkata, “Tanyalah kepadaku sebelum kalian kehilangan diriku. Sesungguhnya aku lebih tahu jalan-jalan di langit daripada jalan-jalan di bumi”

13. Beliau adalah yang memandikan, mengkafani dan mensolati Nabi.

14. Kecintaan kepada Ali adalah kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

15. Memusuhi Ali berarti memusuhi Nabi. Dan siapa yang berdamai dengan Imam Ali maka dia telah berdamai dengan Nabi saw

 

About Abu Nisrina

Check Also

Tujuh Tokoh Terkemuka dalam Sejarah Kemanusiaan

Satu Islam, Jakarta – Perjuangan menegakkan keadilan dan memperjuangkan  harkat kemanusiaan tak bisa lepas dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *