oleh

Tokoh Politik Dan Oposisi Suriah Berkumpul di Saudi

oposisi-suriah-memasang-roket-untuk-menyerang-pasukan-pemerintah-bashar-al-assad-640x420
Oposisi Suriah memasang roket untuk menyerang pasukan pemerintah Bashar al-Assad

Satu Islam, Riyadh – Sebanyak seratus lebih tokoh oposisi Suriah Rabu, 9 Desember 2015 bertemu di Ryadh, Arab Saudi. Ini adalah pertama kalinya para tokoh oposisi mengadakan pertemuan sejak perang saudara meletus di Suriah pada 2011.

Menurut kantor berita nasional Arab Saudi, Menteri Luar Negeri Arab Suadi Adel al Jubeir tampak hadir dalam pertemuan dan menyampaikan sambutan singkat sebelum meninggalkan tempat konferensi di sebuah hotel di Ryadh.

Pertemuan oposisi yang terpecah belah itu bertujuan untuk menyatukan pendirian antar anggota oposisi untuk melakukan dialog politik dengan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Pertemuan tertutup selama dua hari untuk wartawan dan dijaga ketat petugas keamanan. Pertemuan yang tidak semua kelompok diundang itu menjadi pertemuan pertama yang mempertemukan kelompok-kelompok oposisi dan politik Suriah sejak konflik di negeri ini pecah pada 2011.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir, yang berulang kali memperingkatkan Assad bahwa kecuali mundur secara damai dia akan dijatuhkan secara militer, memyambut para anggota delegasi dan mengungkapkan harapannya untuk konklusi yang berhasil.

Dia kemudian pergi dan pertemuan Suriah itu pun dimulai di sebuah hotel mewah di Riyadh. Pertemuan itu diketuai Abdulaziz Sager, seorang Saudi yang mengetuai Pusat Riset Teluk di Jenewa.

“Pertemuan ini mendapat partisipasi luas dari kelompok-kelompok oposisi Suriah di dalam dan di luar Suriah,” lapor kantor berita Saudi Press Agency.

Hari pertama akan membahas masalah-masalah politik, termasuk kontur umum penyelesaian konflik, dan keesokan harinya membincangkan terorisme, gencatan senjata dan rekonstruksi.

Ada desakan diplomatik yang makin luas untuk resolusi konflik Suriah yang sudah menewaskan sekitar 250.000 orang dan memaksa jutaan orang terusir dari rumah mereka.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arab Saudi sebelumnya menyatakan bahwa pertemuan pihak oposisi kali ini diadakan atas Keputusan pertemuan menteri luar negeri ke-2 masalah Suriah.

Arab Saudi berharap berbagai fraksi oposisi Suriah dapat memilih wakilnya dan menghasilkan satu pendirian tunggal sebagai persiapan bagi konferensi masasah Suriah putaran baru pada Januari tahun depan.

Bulan lalu, para diplomat utama dari 17 negara termasuk para pendukung dan lawan rezim Assad bersepakat di Wina untuk kalender pasti di mana dalam enam bulan sudah harus ada pemerintahan transisi dan Pemilu dalam 18 bulan ke depan.

Kelompok-kelompok bersenjata yang dianggap organisasi teroris seperti Front Nusra yang berafiliasi kepada Al Qaeda dan ISIS, tidak diundang dalam pertemuan di Riyadh ini.

Namun kelompok teror Ahrar al-Sham, sekutu Front Nusra, memastikan hadir dalam pertemuan itu dan mengaku telah menerima undangan Saudi.

Kelompok ini memperingatkan tidak akan menerima hasil konferensi Saudi kecuali memasukkan wilayah Suriah yang dibersihkan dari pendudukan Rusia-Iran dan milisi yang mendukungnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 comments

News Feed