oleh

Tentara Lebanon Tembaki 2 Drone Israel

Tentara Beirut mengumumkan bahwa pasukannya telah menembaki dua dari tiga pesawat nirawak atau drone Israel setelah ketiga pesawat melanggar wilayah udara Lebanon. Para tentara mengumbar tembakan dengan senapan serbu M16.

Tak ada yang jatuh dari ketiga pesawat nirawak Zionis karena bergegas kembali ke Israel ketika disambut rentetan tembakan di wilayah udara Lebanon. Insiden ini terjadi Rabu malam ketika ketegangan memanas antara kedua pihak.

“Sebuah pesawat tak berawak Israel melanggar wilayah udara Lebanon pada pukul 19.35 dan melayang di atas posisi tentara Lebanon di desa perbatasan Adaisseh dan kembali ke Israel setelah tembakan dilancarkan,” kata militer Beirut dalam sebuah pernyataan.

Drone kedua kembali ke Israel tanpa ditembaki setelah memasuki Kfar Kila, juga sebuah desa perbatasan. Tentara kemudian menembaki drone ketiga yang lagi-lagi bergegas kembali ke Israel.

Pasukan keamanan Lebanon mengatakan kepada kantor berita Reuters, Kamis (29/8/2019), bahwa tentara melepaskan tembakan dari senapan serbu M16. Tentara Lebanon tidak memiliki sistem pertahanan udara.

Jurnalis The National, Joyce Karam, mengunggah video tentang insiden itu. “Anda dapat mendengar suara seorang wanita di latar belakang yang memberi tahu anak-anak untuk datang ke sini…mereka menembaki pesawat,” tulis dia dalam keterangan video tersebut.

Sementara itu, militer Israel mengklaim drone-drone mereka telah menyelesaikan misi dan tidak ada kerusakan yang dilaporkan.

“Sekitar satu jam yang lalu, suara tembakan terdengar dari wilayah Lebanon menuju ruang udara di mana drone (militer Israel) beroperasi,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan tanpa menanggapi tuduhan Lebanon bahwa drone-drone mereka telah melanggar wilayah udara negara tersebut.

Beirut telah berulang kali mengeluh kepada PBB tentang perilaku Israel yang melanggar wilayah udaranya. Beirut menganggap rezim Zionis sebagai negara musuh.

Pada hari Selasa lalu, Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon mengatakan bahwa negara tersebut memiliki hak untuk membela diri dengan segala cara yang diperlukan untuk menghentikan serangan Israel.

Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah sebuah pesawat tak berawak Israel jatuh di pinggiran kota yang didominasi Hizbullah di Beirut selatan. Pesawat nirawak lainnya meledak dan jatuh di dekatnya. Kelompok Hizbullah menyebut rezim Zionis melakukan agresi dan berjanji akan membalas serangan tersebut. (SINDO)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed