oleh

Tangan Berlumur Darah Netanyahu Disambut Mesra Sultan Oman

Kunjungan Netanyahu ke Oman (al-Jazeera)
Kunjungan Netanyahu ke Oman (al-Jazeera)

Kunjungan rahasia “mendadak” Netanyahu ke penguasa Oman, Sultan Qaboos bin Said al-Said pada Kamis malam (25 Oktober 2018), diungkap ke publik ketika perdana menteri zionis itu kembali ke kampungnya dengan meraih kemenangan. Meski kedua negara itu tidak memiliki hubungan diplomatik, namun hal itu sama sekali tidak menghalangi pertemuan-pertemuan penting seperti itu antara kedua penguasa Arab dan zionis itu.

Situs Washingtonpost pada 31/10/18, mengomentari kunjungan tersebut dalam sebuah tajuk berjudul “Secret no More Israel’s Outreach to Gulf Arab States”. Hal yang memvulgarkan bahwa benar-benar tidak ada lagi rahasia jangkauan Israel untuk melumuri darah tangan-tangan penguasa-penguasa Arab.

Dalam kunjungan itu, Netanyahu dikawal oleh istrinya, Sara dan beberapa pejabat tinggi lain termasuk kepala intelijen Mossad, Yossi Cohen dan Penasihat Keamanan Nasional Meir Ben-Shabbat. Menurut situs Haaretz, kunjungan itu atas undangan resmi penguasa Oman, menukil kantor Netanyahu.

Mengapa penguasa Oman itu begitu berhasrat ingin menjabat tangan penjahat perang seperti Netanyahu?

Sebelum itu, pada 27 Oktober lalu, Menteri Luar Negeri Oman, Yousuf bin Alawi bin Abdullah, berceloteh saat menyampaikan pesan sang sultan yang “hangat”, bahwa pertemuan keamanan yang digelar di ibukota Bahrain, Manama, tidak bisa diikuti oleh sang Sultan yang juga menolak sebagaiĀ  ‘penengah’ dalam perselisihan antara Israel-Palestina. Tetapi, Sultan justru “hanya” bertindak dengan menawarkan ide membantu Israel dan Palestina untuk berkumpul bersama, kata Yousuf bin Alawi bin Abdullah.

Jika demikian, mengapa Oman mengijinkan orang yang tangannya berlumur darah muslimin seperti Netanyahu itu menginjakkan kaki di Oman dan bahkan diberi sambutan mewah oleh sultan sendiri? Bukankah hal semacam ini bisa dilakukan tanpa harus bertatap muka?!

Menteri Oman keseleo lidah, dan mengakui bahwa kesultanan Oman telah memutuskan untuk merangkul Israel sebagai sahabat, dan mengatakan, “Israel “hadir” di wilayah ini, dan kita semua memahaminya. Dunia juga menyadari fakta ini, dan mungkin sudah waktunya bagi Israel untuk diperlakukan sama, dan juga menanggung kewajiban yang sama?”, katanya.

Meski tidak seperti rezim-rezim Arab lainnya yang telah jauh terperosok kedalam rawa buatan Zionis, Oman sedikit mengikuti kebijakan yang cukup seimbang, tidak terbawa arus dan tidak terjerembab menyerah kepada zionis.

Namun, pertemuan “tidak” rahasia ini mungkin akan mengubah image muslimin terhadap kebijakan Sultan Qaboos bin Said al-Said terhadap zionis dan muslimin.

Seolah sedang merayakan sejarah ulang tahunnya, Netanyahu dengan hati riang gembira mencoba mengekspresikan sejarah pertemuan itu dengan menulis status seremonial kemenangan langka di Twiter, “A special visit in Oman – we’re making history!”. Tak sampai disitu, Netanyahu juga memposting video penerimaan dan pertemuan hangat dengan sang Sultan.

Menurut kantor Netanyahu yang dirilis oleh Haarezt, penguasa bengis Zionis itu membahas proses perdamaian Timur Tengah dan membincang isu-isu kepentingan bersama dengan Sultan Qaboos.

Tumbu ketemu tutup, kata pepatah Jawa. Mahmud Abbas, kepala ilegal Otoritas Palestina (PA), sebelumnya juga mengunjungi Oman sebagai mukadimah dan membuka jalan untuk kunjungan Netanyahu. Hal ini dikonfirmasi oleh kantor berita Palestina, Wafa.

Sisi lain, reaksi kelompok perlawanan Palestina, Hamas dan Jihad Islam, berbeda sikap dengan PA. Kedua gerakan Islam itu mengutuk keras kunjungan Netanyahu ke Oman. Keduanya mendesak kepada para penguasa Arab untuk mendukung Palestina yang tertindas, sebagai bentuk kompensasi pertemuan itu.

Hamas memperingatkan konsekuensi berbahaya bagi kelangsungan hidup rakyat Palestina atas kunjungan Netanyahu itu. Sementara gerakan Jihad Islam tak kalah garang, mengatakan bahwa Oman membebaskan Netanyahu dari semua kejahatan kemanusiaan yang dilakukan terhadap warga Palestina dengan menyambutnya sebagai pahlawan ke kerajaan itu. (islamrimes)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.