oleh

Tak Acuhkan Tudingan Donald Trump, Militer Venezuela Tetap Setia pada Maduro

Tak Acuhkan Tudingan Donald Trump, Militer Venezuela Tetap Setia pada Maduro

Militer Venezuela tetap patuh dan tunduk kepada Presiden Nicolas Maduro. Militer tak mengacuhkan tudingan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut militer Venezuela arogan dan tak berperikemanusiaan.

Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, dilansir dari Russia Today, Rabu (20/2). Padrino mengatakan para perwira dan tentara Venezuela akan tetap ditempatkan di perbatasan untuk mencegah potensi pelanggaran terhadap wilayah negaranya.

Padrino juga menegaskan militer tetap setia kepada Maduro yang merupakan presiden sah dan siapapun yang berusaha menggulingkannya tak akan pernah berhasil. Pernyataan Padrino ini disampaikan sebagai respons tudingan yang disuarakan Trump pada Senin lalu yang menyebut panglima tentara Venezuela arogan dan tak berperikemanusiaan.

Trump secara terbuka menyampaikan ultimatum kepada militer Venezuela agar meninggalkan Maduro dan mengakui Juan Guaido sebagai presiden sementara yang mendeklarasikan dirinya Januari lalu. Militer juga diminta menerima tawaran amnesti Guaido yang disebutnya sebagai tawaran yang dermawan.

“Kalian akan kehilangan segalanya,” kata Trump. “Saya berpesan kepada setiap pejabat yang membantu Maduro tetap berkuasa. Mata dunia memantau kalian hari ini, setiap hari dan seterusnya di masa depan,” lanjutnya.

Krisis di Venezuela, telah bertahun-tahun mengalami hiperinflasi dan ketidakstabilan ekonomi di tengah sanksi AS, telah dengan cepat memburuk sejak akhir Januari, ketika Guaido, pemimpin majelis Nasional, menyatakan dirinya sebagai presiden sementara. Guaido dengan cepat didukung Washington, yang mendesak Maduro mengundurkan diri untuk memungkinkan negara menjalani transisi demokrasi.

Sementara sejumlah negara mengikuti AS mendukung Guaido. Negara-negara lain seperti China dan Rusia menentang upaya kudeta yang didukung AS di Venezuela dan menyatakan dukungannya untuk Maduro yang dinilai terpilih secara sah dalam Pemilu tahun lalu. [merdeka]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed