oleh

Surat Trump yang Dititipkan PM Jepang Ditolak Pemimpin Tinggi Iran

Foto-foto yang diambil dari pertemuan pemimpin Iran dengan perdana menteri Jepang mengisahkan nasib sebuah surat yang tak sampai ke tujuannya. PM Jepang yang tengah melawat ke Iran melakukan pertemuan dengan pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, Kamis pagi (13/6) waktu setempat.

Di awal tersiarnya kabar dan foto-foto dari pertemuan tersebut, terlihat sebuah amplop yang berada di atas meja. Namun di foto-foto berikutnya, amplop itu ‘berpindah tempat’ ke sisi Shinzo Abe.

Usai perilisan berita lengkap dari pertemuan tersebut, akhirnya diketahui bahwa di awal pertemuan, PM Jepang memberitahu Ayatullah Khamenei bahwa dirinya hendak menyampaikan surat dari Donald Trump (presiden AS) kepada beliau.

Menanggapi ucapan Abe, pemimpin Revolusi Iran mengatakan,”Kami tidak menyangsikan niat baik dan keseriusan Anda. Namun, terkait dengan apa yang Anda bicarakan tentang presiden AS, saya pribadi tidak menganggap dia (Trump) layak untuk berkorespondensi dengan kami. Saya juga tidak akan memberikan jawaban apa pun kepadanya.”

Sebagian orang berkesimpulan, amplop yang terlihat di foto pertemuan Abe dengan Ayatullah Khamenei adalah surat Trump yang rencananya akan diserahkan kepada pemimpin Iran. Namun Ayatullah Khamenei dengan tegas menolak untuk menerima surat tersebut.

Pemimpin tertinggi Iran menyatakan, Republik Islam Iran sama sekali tidak memercayai AS. Iran juga disebutnya tak akan mengulangi pengalaman pahit perundingan sebelum ini (JCPOA), sebab “tak ada bangsa merdeka dan waras yang bersedia berunding di bawah tekanan.”

Selanjutnya, Ayatullah Khamenei menyatakan, apa yang ia sampaikan berada dalam koridor pembicaraan dengan PM Jepang, karena “kami menganggap Jepang sebagai negara sahabat, meski ada beberapa hal yang kami sayangkan dari Jepang,” tandasnya.

Menanggapi pengakuan Trump kepada Abe bahwa AS tak berniat mengubah rezim di Iran, Ayatullah Khamenei mengatakan, ”Masalah kami dengan AS bukan tentang perubahan rezim. Karena kalau pun mereka menghendakinya, mereka tak akan mampu melakukannya. Sama seperti upaya para presiden AS selama 40 tahun terakhir yang gagal menjatuhkan Republik Islam Iran.”

“Bohong jika Trump mengaku tak berniat mengubah rezim (di Iran). Sebab andai ia bisa melakukannya, pasti ia sudah mewujudkannya. Namun dia tak akan bisa,”tandasnya.

Terkait tekad AS untuk menghalangi Iran membuat senjata nuklir, Ayatullah Khamenei menegaskan, negaranya menentang keras senjata nuklir. Bahkan ia sendiri berfatwa tentang haramnya pembuatan senjata nuklir.

“Namun ketahuilah, andai kata kami berniat membuat senjata nuklir, AS tak akan bisa berbuat apa-apa. Penentangan AS sama sekali tak akan menjadi halangan,”kata Ayatullah Khamenei.

Pemimpin Revolusi Iran juga menyebut AS tak layak bicara soal siapa yang berhak memiliki senjata nuklir dan siapa yang tidak berhak, karena AS sendiri menimbun senjata-senjata nuklir di gudangnya.

Ayatullah Khamenei juga tidak percaya niat AS untuk berunding secara tulus dengan Iran. Menurutnya, perundingan tulus mustahil dilakukan orang seperti Trump.

“Ketulusan adalah barang langka di tengah pejabat AS. Beberapa hari lalu, presiden AS berbicara dengan Anda tentang Iran. Namun setelah kembali ke AS, dia langsung mengumumkan sanksi atas industri petrokimia Iran. Inikah yang disebut pesan tulus? Apakah ini menunjukkan dia berniat melakukan perundingan tulus?”lanjutnya.

Soal klaim Trump bahwa “perundingan dengan AS akan memajukan Iran,” Ayatullah Khamenei mengatakan,”Dengan bantuan dari Allah, kami akan tetap maju, walau kami diembargo AS dan tidak berunding dengan mereka.” (LI)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed