oleh

Strategi Ahok Cegah Pengemis Saat Ramadhan

2110495
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama – (Foto: inilahcom)

 

 

Satu Islam, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan strategi untuk mencegah ‘serbuan’ pengemis, pada saat bulan Ramadhan. Salah satunya adalah dengan memberikan sanksi tegas dengan mempidanakan penyadang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, Dinas Sosial DKI Jakarta telah membuat formulir khusus bagi PMKS. Nantinya PMKS yang tertangkap diminta mengisi formulir yang berisi perjanjian, jika mereka tidak akan lagi mengemis di Jakarta.

“Kalau kita tangkap kan kembali nih, waktu kembali ke kampung kita suruh buat perjanjian,” kata pria yang akrab disapa Ahok itu, di Jakarta, Selasa, 17 Juni 2014.

Ahok menjelaskan, isi perjanjian itu menyatakan tidak akan kembali seperti biasa. Sebab diperjanjian itu ancaman hukumannya lebih tegas. “Dulu kan tipiring (tindak pidana ringan), ini gak. Ditulis dia berani dituntut secara pidana kalau dia kembali lagi. Berarti dia menipu kami melanggar KUHAP hukum pidana,” jelasnya.

Jadi katanya, semua mau diproses nanti juga akan kordinasi dengan kejaksaan dan polisi. Mantan Bupati Belitung Timur itu juga mengatakan banyak modus yang digunakan oleh PMKS, untuk menimbulkan rasa iba masyarakat menjelang bulan Ramadhan.

Ia mencontohkan, ada orang yang bermasalah ibu-ibu datang ke Ahok mengaku dari Kalimantan dengan membawa anak dan bilang ibunya sakit. “Dia pikir kalau datang ketemu saya kasian datang ke rumah bawa anak dia bilang ibunya sakit. Kan ada BPJS saya bilang,” katanya.

Kemudian, Ahok kembali bertanya kepada ibu itu dimana saudanyanya berada dan alamatnya dimana. Namun, ibu itu mengaku lupa begitu juga ketika ditanya ada nomor telepon yang bisa dihubungi pun, ibu tersebut bilang tidak ada.

“Gua anterin pulang deh, lu mau Rp 100 juta juga gue kasih. Kalau ketemu gak ada masalah gua anterin, ketakutan dia. Makanya ini teknik modus bohong sekarang tuh banyak,” ujar dia.

Menurut dia, bisa saja orang tersebut dari Jakarta dan asalnya dari sana Kalimantan. “Dia berpikir mungkin saya liat kasian, gak. Saya bilang mesti jelas,” tegasnya.(Inilah.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed