oleh

Soekarno Pamerkan Kebhinekaan Indonesia Melalui Kuliner

2103257nasi-tumpeng640x420
ilustrasi

Satu Islam, Jakarta – Menjadi seorang presiden menuntut Soekarno, presiden pertama RI, berdiplomasi keliling dunia. Namun ada satu kisah unik saat Soekarno berkeliling dunia. Ia selalu membawa tim koki dari tanah air, lengkap dengan peralatan memasak tradisional. (Baca: JK: Indonesia Hebat Karena Kebhinekaan)

“Soekarno bukan penikmat kuliner, dia tidak suka petualangan kuliner. Makanan Eropa dia tidak suka sama sekali,” kata Sejarawan JJ Rizal pada acara peluncuran buku “Mustika Rasa”, di Kedai Tjikini, Jakarta, Minggu 14 Agustus 2016.

Saking terikatnya Soekarno dengan kuliner Indonesia, JJ Rizal menggambarkan Soekarno hanya mau makan sambal dengan wadah cobek. Jika tidak berwadah cobek, ia tak mau makan sambal.

“Jadi Soekarno ini tak punya pengalaman kuliner, seleranya makanan kampung, cara makannya juga kampung,” kata JJ Rizal. (Baca: Anies Baswedan: Kebhinekaan Bagian dari Indonesia)

Bagi Soekarno, kuliner Indonesia adalah topik yang sangat serius. “Dia (Soekarno) tahu betul tugasnya adalah mempersatukan dalam kebhinekaan dan salah satu caranya lewat kuliner,” kata JJ Rizal.

Pada akhinya Soekarno mengutus istri keempatnya, Hartini, untuk merangkum buku “Mustika Rasa” yang berisikan resep kuliner khas Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, buku “Mustika Rasa” memiliki tebal 1.123 halaman. Lewat buku tersebut Soekarno tak hanya mendokumentasikan kuliner Indonesia, tetapi juga politik pangan Indonesia. Soekarno mulai mengampanyekan penggantian konsumsi beras di Indonesia dan menghentikan kolonialisasi beras pada daerah Indonesia yang memang tak makan beras.

Hal lainnya yang unik dari Soekarno adalah ia tak pernah menghidangkan tamu-tamu asing makanan internasional. (Baca: Fikih Kebhinekaan Solusi Tantangan Global)

“Soekarno memaksa tamu asing untuk makan, menikmati makanan Indonesia. Itu adalah bagian dari berkepribadian dalam berkebudayaan. Dengan keyakinan kepala negara sebagai PR (public relations) memperkenalkan makanan negaranya,” kata JJ Rizal.

Sumber: Kompas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed