oleh

Singgung Rasisme, Khatib Iran: AS Harus Malu Berbicara HAM

Satu Islam, Teheran – Menurut Kantor Berita ABNA, Imam shalat Jumat Tehran, Ayatullah Sayid Ahmad Khatami, dalam khutbah Jumatnya 18 Agustus 2017 menyinggung kejahatan kelompok rasis di Amerika Serikat dan menyatakan, “Amerika Serikat berada di garis terdepan pelanggar hak asasi manusia dan para pejabat negara ini harus malu dalam berbicara soal hak asasi manusia di negara-negara lain.”

Dalam sebuah aksi unjukrasa rasis pada Sabtu lalu di Charlottesville, negara bagian Virginia, seorang pemuda menabrakkan mobilnya ke arah para demonstran yang menewaskan seorang perempuan dan melukai 19 lainnya.

Ayatullah Khatami mengatyakan, “Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan berbagai kebijakannya telah mendukung kejahatan rasisme.”

Seraya mengecam kejahatan kelompok teroris di Mirza Olang, Afghanistan, dan juga di Barcelona, Spanyol, Ayatullah Khatami mengatakan, “Kelompok-kelompok teroris termasuk Daesh adalah anak didik Amerika dan masyarakat negara-negara Barat yang ingin terbebas dari kejahatan para teroris, harus mendesak pemerintah negara mereka untuk menghentikan dukungan terhadap para teroris.”

Imam shalat Jumat Tehran juga menyinggung gugurnya syahid Mohsen Hojaji dan mengatakan, “Syahid modafe haram ini merupakan buah dari Revolusi Islam dan kesyahidan Hojaji merupakan pesan bahwa para pemuda Iran bersemangat dalam memperjuangkan cita-cita Revolusi Islam dan mereka sama seperti para pemuda di awal-awal Revolusi tahun 1979.”

Ayatullah Khatami mengapresiasi pesan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) untuk membalas kesyahidan Hojaji terhadap Daesh dan mengatakan, “IRGC pasti akan membalas karena penghancuran Daesh yang telah melakukan berbagai kejahatan itu adalah sangat penting.”

Khatib shalat Jumat Tehran juga menyinggung proses uji kelayakan para menteri kabinet yang diusulkan oleh Presiden Iran, Hassan Rouhani, di parlemen dan mengatakan, “Pemerintah ke-12 Iran harus mengerahkan segala daya untuk berkhidmat kepada agama, spiritualitas, nilai-nilai dan masyarakat

Sumber: ABNA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

News Feed