oleh

Sikap Politik Kiai Tak Lagi Pengaruhi Santrinya

Pemilu-Internal-PonpesSatu Islam, Salatiga – Pada masa lalu sikap politik kiai atau pengasuh pondok mempengaruhi santri dan lingkungan sekitarnya. Kini seiring proses demokrasi di negeri ini, fenomena seperti itu memudar. Para santri dan masyarakat sekitar pondok tak lagi mengikuti pilihan kiai dalam memilih calon legislatif dan presiden.

Survei yang dilakukan Center for Survey Research and Data Analysis STAIN Salatiga mengungkap fakta tersebut di atas.

Dilansir dari gatra.com, survei tersebut dirilis dalam diskusi bertajuk “Capres atau Cawapres Pilihan Santri”, yang dihelat Lembaga Pengembangan Pendidikan Pesantren Indonesia (LP3I), di Jakarta, Senin 7 April 2014.

Munajat, peneliti Center for Survey Research and Data Analysis STAIN Salatiga memaparkan, jika rujukan santri untuk menentukan aspirasi politiknya diskenariokan apakah mengikuti pilihan kiai atau diri sendiri, hasilnya 58% santri lebih menentukan pilihannya berdasarkan  pilihan sendiri.

“Tadi pilihan sendiri 58%, orang yang bernai melawan politik kiai 58% dan tidak berani 41%. Ini ketika skenarionya dipaksakan,” paparnya.

Sedangkan ketika skenarionya diubah dan dihadapkan pada 3 pilihan, yakni apakah ‘manut’ kiai, orang tua, atau diri sendiri,  kata Munajat, hasilnya sebesar 18% manut kiai, 4% orang menuruti orang tua, dan 77,9% mengikuti pilihan sendiri.

Survei di kalangan santri tersebut dilakukan selama 2 bulan, Januari hingga Februari 2014 di Pulau Jawa atas 583 orang responden yang terdiri dari santri, kyai, dan ustadz di sejumlah pondok pesantren yang tersebar di sejumlah daerah pulau ini.

Adapun tingkat kepercayaan survei ini sekitar 95% dengan margin of error sekitar 5%. Survei dibiayai Centre of Survey Research and Data Analysis STAIN Salatiga.”Dibiayai sendiri,” tandas Munajat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed