oleh

Sikap Politik Jokowi Tentang Palestina, Rebut Partai Islam

300297_620
Seorang pendukung calon presiden Joko Widodo, mengacungkan kedua tangannya saat Jokowi memparakan jawabannya pada debat capres sesi tiga yang diselenggarakan di Hotel holiday Inn Kemayoran, Jakarta (22/06). Dalam Debat Capres Sesi 3 kali ini mengangkat tema ketahanan nasional dan politik internasional. TEMPO/Dasril Roszandi

 

Satu Islam, Jakarta – Tempo, Selasa, 24 Juni 2014 melaporkan efek pernyataan calon presiden Joko Widodo mengenai dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina.

Menurut Direktur Eksekutif Pusat Kajian (Pusaka) Trisakti Fahmi Habcyi, pernyataan Jikowi mengenai dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina itu berpotensi merebut simpati pendukung  Prabowo Subianto dan kader partai Islam dan berpeluang merebut suara kaum muslimin.

Alasannya, partai-partai berbasis massa Islam seperti  Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Persatuan Pembangunan selalu menggunakan jargon dukungan politis dan diplomatis Indonesia terhadap rakyat Palestina.

“Kecuali jika para elite partai itu memang terjangkit penyakit pragmatis dan munafik,” kata Fahmi dalam keterangan tertulis kepada Tempo, Selasa, 24 Juni 2014.

Fahmi menganggap pernyataan Jokowi atas sikap politik internasionalnya yang disampaikan saat debat capres pada Ahad, 22 Juni 2014, itu mengejutkan tokoh organisasi masyarakat Islam. Pernyataan Jokowi tidak  hanya mendukung kemerdekaan Palestina, Jokowi juga mendukung Palestina menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam debat putaran ketiga yang bertemakan “Politik Internasional dan Ketahanan Nasional” itu.

Pernyataan Jokowi, kata Fahmi, “membuka mata” tokoh Islam yang terbuai oleh janji Prabowo untuk mengutamakan kepentingan umat Islam pada masa mendatang. Menurut dia, Jokowi telah mengikuti sikap politik presiden Sukarno yang terang-terangan melawan pendudukan Israel di tanah Palestina. “Jokowi melawan mainstream elite yang setengah hati mendukung Palestina,” ujar Fahmi.

Fahmi berujar dukungan terhadap Palestina tak semata karena kebanyakan rakyatnya beragama Islam. Dukungan ini bertujuan memperjuangkan perampasan hak bangsa, agama, dan ras yang dieksploitasi. “Dukungan ini cerminan penolakan Jokowi terhadap penistaan kemanusiaan,” kata Fahmi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed