oleh

Serangan Koalisi Saudi Ke Penjara Yaman Tewaskan 100 Orang

Sedikitnya 100 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka akibat serangan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman. Koalisi Saudi menargetkan sebuah penjara di Kota Dhamar pada Minggu (1/9). Menurut keterangan Palang Merah Internasional, petugas medis dikirim ke lokasi serangan yang tampaknya merupakan serangan paling mematikan di Yaman tahun ini. Penjara itu sendiri menampung sekitar 170 tahanan.

“Kami memperkirakan lebih dari 100 orang tewas,” kata kepala Palang Merah Internasional di Yaman, Franz Rauchenstein, kepada AFP.

Dilaporkan oleh TIME, menurut Kepala Delegasi Palang Merah di Yaman, Franz Rauchenstein ketika mengunjungi lokasi serangan, korban jiwa bisa bertambah dan relatif sedikit tahanan yang selamat. Pernyataan tersebut dibuktikan dengan data di pusat penahanan berisi 170 tahanan dan hanya 40 dari mereka yang dirawat karena luka-luka. Sedangkan sisanya dianggap tewas.

“Menyaksikan kerusakan besar ini, melihat mayat-mayat tergeletak di antara puing-puing, sungguh mengejutkan,” ujar Rauchenstein.

Diketahui, serangan Minggu (1/9) itu merupakan serangan koalisi Arab Saudi paling mematikan sepanjang tahun ini. Sebelumnya, koalisi ini sudah mendapatkan kritik internasional karena serangan udara yang melanda sekolah, rumah sakit, dan pesta pernikahan yang menewaskan ribuan warga sipil Yaman. Arab Saudi sendiri melakukan intervensi ke Yaman secara internasional pada Maret 2015. Pada saat itu Houthi yang didukung Iran mengambil alih ibukota.

“Acara hari ini adalah sebuah tragedi. Biaya manusia dari perang ini tidak tertahankan. Kami membutuhkannya untuk berhenti,” kata Utusan Khusus Sekretaris Jenderal untuk Yaman, Martin Griffiths. “Saya berharap Koalisi akan meluncurkan penyelidikan atas insiden ini. Akuntabilitas perlu menang,” sambungnya, seperti dimuat¬†Russia Today.

Hingga saat ini, konflik kedua belah pihak telah menewaskan puluhan ribu nyawa dan mengakibatkan jutaan orang kelaparan. Konflik ini pada akhirnya menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. [rmol]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed