oleh

Seni Kaligrafi Tiga Dimensi dipamerkan di TIM

Salah satu hasil karya seniman kaligrafi berbentuk tiga dimensi yang dipamerkan di Taman Ismail Marzuki ( Dok : ANTARA)
Salah satu hasil karya seniman kaligrafi berbentuk tiga dimensi yang dipamerkan di Taman Ismail Marzuki ( Dok : ANTARA)

Satu Islam,Jakarta – Seni kaligrafi pada umumnya menampilkan keindahan tulisan arab dalam bingkai, namun pada pameran bertajuk “Kaligrafi Renungan Ramadhan”, beberapa karya ditampilkan dalam bentuk tiga dimensi.

“Pameran kali ini karya ciptanya merupakan perpaduan antara seni rupa dan seni kaligrafi, serta karya tiga dimensi maupun dua dimensi,” ujar Ketua Pelaksana Dick Syahrir ketika ditemui di sela pembukaan di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki Jakarta (TIM), Selasa 15 Juli 2014 petang.

Pameran yang diselenggarakan 15-25 Juli 2014 tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Kesenian Jakarta Irawan Karseno didampingi Kepala Badan Pelaksana TIM, Bambang Subekti.

Dari total 59 karya yang dipamerkan, lima di antaranya berbentuk seni kaligrafi tiga dimensi, masing-masing berjudul “Bulan Penuh Berkah”, “Al Amal Hidayatullah”, “Number Five”, “Pada Titik Koordinat Illahiah” dan “Sapi Betina”.

Dikutip dari laman antaranews, ada 36 peserta dalam acara pameran seni kaligrafi ini, kata Dick, tidak semuanya berasal dari seniman kaligrafi,  beberapa merupakan seniman seni rupa.

Menurut dia, pameran ini untuk menyemarakkan bulan Ramadhan oleh para seniman kaligrafi dan seniman seni rupa, sehingga dalam karya ciptanya merupakan perpaduan antara senirupa dan seni kaligrafi.

“Pesertanya memiliki latar belakang beragam, akan tetapi memiliki kesamaan dalam menumbuhkembangkan seni dan iman,” kata Dosen Fakultas Seni Rupa IKJ itu.

Seniman yang turut memamerkan karyanya antara lain Ade Dheansyah, Agoes Salim, Aji Najiullah, Andi Suandi, Anindyo Widito, Budi L. Tobing, Danny Yuanda, Deny Rusanto, Didin Sirojuddin, Hardiman Radjab dan beberapa seniman lainnya.

Di tempat yang sama, konsultan artistik Pusat Kesenian Jakarta TIM, Sri Warso Wahono, mengaku bangga dengan perkembangan seniman saat ini, salah satunya dibuktikan dengan perpaduan senirupa dan kaligrafi.

“Jika seniman-seniman ini terus mengembangkan kualitasnya maka Jakarta punya 36 kreator berbobot yang diandalkan, dan itu bukan sesuatu yang sederhana,” katanya. (antaranews)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed