oleh

Sekjen Hizbullah: Poros Resistensi Sanggup Mengembalikan Israel ke Zaman Batu

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasralah menegaskan bahwa Poros Resistensi semakin kuat, rudal-rudal berpresisi tingginya menggetarkan nyali Israel, dan segala bentuk perang baru Israel dengan poros ini akan menggiring rezim Zionis itu menuju jurang kemusnahan.

Iran bersumpah akan memberikan “respon menghancurkan ” terhadap pelanggaran kedaulatan negara republik Islam ini setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan ancaman akan menyerang Republik Islam dengan jet tempur siluman F-35.

Iran mendesak Inggris untuk segera membebaskan kapal supertanker Iran yang ditahan secara ilegal di Gibraltar, dan memperingatkan London agar tidak memasuki “permainan berbahaya” yang tak jelas ujungnya.

Militer Arab Saudi di Yaman bergerak untuk mengamankan dua pelabuhan di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb setelah sekutu utamanya, Uni Emirat Arab (UEA), menarikan sebagian pasukannya dari Yaman dalam jumlah yang mencolok.

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasralah menegaskan bahwa Poros Resistensi semakin kuat, rudal-rudal berpresisi tingginya menggetarkan nyali Israel, dan segala bentuk perang baru Israel dengan poros ini akan menggiring rezim Zionis itu menuju jurang kemusnahan.

Dalam wawancara dengan saluran Al-Manar milik Hizbullah pada momen peringatan perang Hizbullah-Israel pada bulan Juli tahun 2006, Jumat (12/7/2019), dia mengatakan bahwa segala upaya para pemimpin Israel untuk memulihkan kepercayaan kepada pasukannya telah gagal sejak perang itu, dan ada kemunduran pada pasukan darat Rezim Zionis.

Sayid Nasrallah memastikan bahwa Poros Resistensi dapat menggempur seluruh bagian Israel, termasuk Eilat, dan sanggup menghancurkan semua markas Israel dari wilayah Netanya hingga Ashdod sepanjang 70 kilometer dan selebar 20 kilometer.

“Poros Resistensi sanggup mengembalikan Israel ke zaman batu dengan menghancurkan kawasan yang terjangkau oleh rudal-rudal kami ini,” sumbar Nasrallah.

Sembari menyebutkan bahwa serbuan ke al-Jalill (Galilee) merupakan bagian dari rencana Hizbullah jika terjadi perang, dia mengaku, “Saya tak punya kalimat untuk menggambarkan kehancuran yang akan terjadi pada Israel jika terjadi konfrontasi.”

Dia kemudian memastikan bahwa jika terjadi perang lagi maka Israel akan tergiring ke jurang kemusnahan, dan Hizbullah tidaklah terkait dengan personal karena bekerja sebagai lembaga di mana setiap orang memiliki peranannya masing-masing.

“Saya yakin menang atas Israel jika terjadi perang…. Usia di tangan Allah, namun menurutku dan berdasarkan logika, saya akan salat di Al-Quds (Masjid al-Aqsa), ” ujarnya. (IC-MES/raialyoum)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed