oleh

Sejarah Berulang! Jawa 100 tahun lalu pernah alami Pagebluk sejenis Corona

Virus Corona (Covid-19) mewabah di seluruh dunia. Ternyata dalam sejarah di Jawa, wabah yang menewaskan ribuan orang pernah terjadi. Terjadi Seabad lalu.

Wabah pes atau yang dalam penamaan orang Jawa pedesaan disebut pageblug jrong pernah terjadi di kisaran tahun 1920-an atau seabad lalu. Saat itu penyakit pes yang disebarkan oleh tikus mewabah di Jawa, termasuk kawasan Solo dan sekitarnya.

Dalam catatan sejarah, dr Cipto Mangunkusumo dengan gagah berani terjun sendirian menangani wabah pes di Malang, Jatim. Berhasil menangani wabah tersebut di Malang, Cipto ingin melakukan hal serupa di Solo yang juga terkena jrong di waktu yang lebih belakangan. Namun keinginan tersebut Cipto dihadang oleh Belanda.

Sejarawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Heri Priyatmoko, mengatakan wabah pes di Solo berasal dari tikus-tikus di gerbong kereta di Stasiun Jebres. Saat itu masyarakat banyak yang harus dikarantina akibat penyakit itu.

“Bahkan raja dan pembesar kolonial yang biasanya terlibat konflik politik, mereka bekerja sama menangani masalah itu,” tutur Heri.

Mereka membangun barak atau rumah karantina di kawasan Penumping, Solo. Tim medis juga disiagakan untuk menyuntik vaksin.

Dalam laporan pertanggungjawaban Memori van Overgave (MvO) Residen Surakarta, Harloff dan van Wijk, kematian warga akibat jrong di Solo mencapai ribuan jiwa.

“MvO adalah laporan pertanggungjawaban residen sebelum lengser. Tahun 1924 warga Solo Raya yang mati mencapai 4.482 jiwa. Tahun 1925 mencapai 5 ribu jiwa,” ujarnya.

Sedangkan saat ini, Corona datang mulai dari Wuhan, China dan merebak ke Eropa, Amerika, bahkan seluruh dunia. Korban di Indonesia pun semakin bertambah dari hari ke hari.

Jumlah kasus infeksi virus corona Covid-19 secara kumulatif di dunia masih terus mengalami peningkatan.

Lebih dari 170 negara telah melaporkan kasus Covid-19.

Hingga Senin (30/3/2020) pagi, data real time yang dikumpulkan oleh John Hopkins CSSE menunjukkan, angka kasus positif sebanyak 720.117 kasus.

Dari jumlah tersebut, 33.925 meninggal dunia dan 149.082 pasien telah dinyatakan sembuh.

Data tersebut menunjukkan bahwa kasus terbanyak kini tercatat di AS dan Italia.

Sementara, kematian terbanyak terjadi di Italia, disusul Spanyol. Kasus di dua negara ini juga melebihi jumlah kematian yang terjadi di China.

Sementara, jumlah pasien sembuh paling banyak dilaporkan di China. Dari 82.122 kasus, 75.582 di antaranya dinyatakan sembuh.

Perkembangan masih terus terjadi dan berubah kondisinya di tiap negara yang terjangkit.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed