oleh

Saudi ingin bangun Kerajaan Wahabi di Yaman

Sejak Maret 2015 Arab Saudi memimpin pasukan koalisi menggempur Yaman untuk mendukung Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi kembali berkuasa. Sejauh ini sudah ratusan ribu nyawa melayang akibat gempuran Saudi ke Yaman. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menyatakan kini warga Yaman dilanda kelaparan parah akibat perang.

Sejumlah kelompok pembela hak asasi sudah menyerukan kepada Amerika Serikat untuk menghentikan penjualan senjata kepada Saudi karena Negeri Petro Dolar itu sudah membantai banyak warga sipil Yaman.

Pengamat kajian Timur Tengah di Institut Shafaqna, Catherine Shakdam meyakini Arab Saudi saat ini sedang mencoba membangun “Kerajaan Wahabi Besar” di Yaman. Menurut dia isu sebenarnya dalam perang ini adalah sektarian dan kebencian yang berasal dari Riyadh.

Dia juga menuturkan Saudi diizinkan membantai warga sipil di Yaman karena mereka tidak merasa aman jika pemerintahan Syiah berkuasa dan menyatakan merdeka dari cengkeraman Riyadh.

Selain itu Shakdam juga mengatakan Saudi menyerang Yaman karena rakyat di negara itu menentang pemerintahan korup Abd Rabbuh Mansur Hadi yang juga bekerja sama dengan Al-Qaeda.

“Kita harus ingat, Al-Qaida menganut paham Wahabisme yang berasal dari Riyadh dan mantan presiden Hadi menunjuk orang-orang Al-Qaeda sebagai pejabat. Dia ingin menciptakan semacam kekhalifahan di selatan Yaman,” kata dia, seperti dilansir Press TV.

Sementara itu, kata Shakdam, AS ingin memecah belah Yaman lewat isu sektarian dan perbedaan etnis supaya bisa campur tangan secara militer di Timur Tengah.

Washington juga ingin punya pangkalan militer di Socotra, wilayah yang masih menjadi milik Yaman. AS juga bermaksud memperlihatkan bahwa perlawanan Yaman adalah pemberontakan terhadap demokrasi.

Apa yang terjadi di Yaman saat ini, kata dia, jauh lebih buruk dari apa yang diberitakan media. Korban tewas sesungguhnya jauh lebih besar dari yang dilaporkan media. [merdeka]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed