oleh

Salma Hayek Produksi Film Sang Nabi Karya Pujangga Kahlil Gibran

85383_salma_hayek_and_francois_henri_pinaultSatu Islam, Cannes – Salma Hayek menjadi perhatian ketika Direktur Festival Film Cannes memanggil produser Sang Nabi, sebuah film yang didasarkan pada karya monumental pujangga Lebanon, Kahlil Gibran, ke panggung. Tepuk tangan membahana di Ruang Soixantieme. Dalam balutan gaun karya Sain Laurent warna merah jambu dengan bagian atas terbuka, superstar Meksiko itu naik panggung.

“Ini surat cinta saya kepada Lebanon,” katanya, mengenai kiprahnya memimpin produksi Sang Nabi. Sesudah sekian lama dikenal sebagai aktris Meksiko, kata Salma Hayek, “Tiba waktunya saya berbuat sesuatu untuk bagian diri saya yang Lebanon,” ujarnya.

Sang Nabi masih merupakan sebuah proyek film yang sedang dia kerjakan dan baru akan siap tahun 2015. Namun sebagian petikannya ditampilkan di Festival Cannes 2014, Sabtu malam.

Sang Nabi dikerjakan sembilan animator dunia, yakni Paul dan Gaëtan Brizzi (Hunchback of Notre-Dame, Tarzan), Marjane Satrapi (Persepolis), Joan Gratz, Bill Plymton, Joann Sfar Tomm More,   Mohammed Saeed Harib, Nina Paley dan Michel Socha. Sutradaranya adalah “bidan” Lion of The King, Roger Allers.

“Sengaja bentuk animasi yang dipilih,” kata Hayek di panggung. Ia mengatakan, agar publik bisa mengalami filosofi Sang Nabi melalui mata anak-anak.

Menurut Salma, film ini diharapkan bisa mendorong perbincangan tentang berbagai hal penting dalam hidup kita dengan cara yang sederhana, bahkan naif.

Salma Hayek juga tampil sebagai salah satu pengisi suara. Adapun yang menjadi narator–sebagai Mustafa, sang Nabi–adalah Liam Neeson. Setiap animator menggarap beberapa bab. Ada yang menangani bab Anak. Pada bab tersebut ada ungkapan “Anakmu bukanlah anakmu”, yang sangat terkenal di Indonesia. Dan, ada pula yang menangani bab Pernikahan dan Kematian.

Dan, setiap animator mendapat kebebasan untuk menafsirkan bagian-bagian itu menurut versi dan kecenderungannya sendiri. Sebagian petikan ditampilkan malam itu di Ruang Soixantieme dalam pemutaran khusus yang merupakan kejutan menyenangkan–pemutaran ini tak dicantumkan sebelumnya di katalog dan di jadwal umum Festival Cannes 2014.

Sang Nabi, menurut Salma Hayek, merupakan buku yang selalu ada di kamar tidur kakeknya yang berdarah Lebanon. “Kebetulan, saya adalah cucu kesayangannya,” tutur Salma disambut tawa hadirin. Namun sang kakek meninggal tatkala Salma baru berumur 6 tahun. “Namun gambaran tentang buku itu tak pernah hilang dari ingatan saya,” ujarnya.

Film ini merupakan proyek yang masih dalam pengerjaan, sehingga baru sebagian kecil yang bisa ditampilkan untuk perkenalan. Untuk setiap bagian yang ditampilkan, Salma Hayek memberi pengantar dan mempersilakan animatornya tampil menjelaskan gagasan masing-masing.

“Konon, Sang Nabi karya Kahlil Gibran merupakan buku yang paling banyak dibaca sesudah kitab suci. Sebuah undangan memasuki mimpi, filsafat; membuka diri; dan kasih sayang pada sesama,” kata Salma.

Selesai pemutaran petikan Sang Nabi, Salma Hayek kembali ke kursinya, lalu bersama anaknya, Valentina Paloma, membeberkan lagi kertas putih bertuliskan “Bring Back Our Girls”–pernyataan solidaritas bagi 232 gadis kecil yang diculik kelompok radikal Boko Haram di Nigeria. Sore  beberapa jam sebelumnya, Salma Hayek membentang pula kertas itu saat menapaki karpet merah Festival Cannes 2014 (Tempo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed