loading...
Home / Nasional / Said Agil: Terkutuklah yang Menyebarkan Hoax
loading...

Said Agil: Terkutuklah yang Menyebarkan Hoax

Ketua PBNU, KH. Said Aqil Siradj saat memberikan kuliah umum di Kampus Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kota Kediri, Minggu 4 Maret 2018 – Foto: duta.co

Satu Islam, Kediri – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj memberikan kuliah umum perihal akhlak dan budaya bangsa di di Kampus Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kota Kediri, Minggu 4 Maret 2018.

Disambut KH Kafabihi Mahrus, Ketua Panitia Kuliah Umum yang juga Pengasuh MHM Lirboyo, didampingi perwakilan rektorat dan pengurus yayasan Kiai Said membeber soal akhlak yang akhir-akhir ini mulai diabaikan, terutama erat kaitannya dengan kepentingan politik kekuasaan.

“Umat Islam di negara ini masih memiliki akhlak dan budaya dengan menjaga etika. Padahal Agama Islam dari sana (Arab), namun (kenyataannya) mereka (orang Arab sendiri) tidak mampu menjaga dan membangun kembali peradaban tersebut,” jelasnya.

Contoh akhlak yang diabaikan sebagaimana maraknya hoax beredar di tengah masyarakat. Dirinya mendesak polisi mengusut tuntas berbagai jaringan dan dalang yang sengaja menyebarkan informasi bohong alias hoax.

“Terkutuklah orang yang menyebarkan berita kebohongan. Saya minta polisi, bukan hanya menangkap, tapi siapa di belakangnya, apa tujuan motifnya,” ujarnya.

Ia menyesalkan adanya kelompok yang mengaku sebagai komunitas muslim, namun menyebarkan berita hoax ke masyarakat. Ia pun menyinggung ditangkapnya jaringan Muslim Cyber Army (MCA).

Jaringan ini banyak menyebarkan berita hoax dan mengadu domba umat muslim. Para pelaku penyebar berita hoax bertujuan untuk memecah belah sesama umat muslim.

“Saya sayangkan kok atas nama muslim. Apa tidak tahu kebenaran agama Islam, apa umat Islam seperti itu karakternya? Iya dong (ada kesengajaan memecah belah bangsa),” ucap Said seperti dilansir dari Antara.

Dia juga berharap, pemerintah sigap dengan berbagai informasi yang tidak benar. PBNU juga siap untuk bersama-sama pemerintah memerangi berbagai jaringan yang membuat berita bohong tersebut.

Lebih lanjut Said Agil membeberkan, saat ini masyarakat masih belum dewasa. Ada berita hoax, pertama masyarakat tidak percaya. Namun, karena disiarkan terus-menerus, lama-kelamaan membuat masyarakat menjadi percaya.

“Termasuk NU juga pernah menjadi korban berita hoax dari jaringan MCA. Katanya NU diberi uang Rp 1,5 triliun.Padahal itu hanya ditawari pinjaman dan sangat rumit prosesnya,” ungkap Said Agil.

Ditengarai jaringan penyebar hoax bekerja secara profesional dan sistematis. Ada dugaan jaringan ini juga memiliki bos dengan tujuan mengadu domba umat muslim. Untuk menangkal berita hoax, NU telah membuat mobile untuk penangkalnya. Termasuk mengajak santri menangkal beredarnya berita hoax.

Terkait adanya pengungkapan kelompok Muslim Cyber Army (MCA) oleh polisi, Said mengaku belum mengetahui apa tujuan kelompok itu menyebarkan hoax. Namun, diduga juga ada kaitannya dengan rencana kegiatan Pemilu Presiden 2019.

Dia berharap, baik dalam Pilkada 2018, ataupun Pemilu Presiden 2019, bisa berjalan dengan tertib dan lancar.

Sebelumnya Polisi berhasil mengungkap kasus penyebaran konten hoaks dan ujaran kebencian kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang tergabung dalam grup jejaring sosial “Whatsapp” dengan nama “The Family MCA”. Polisi juga menangkap sejumlah orang yang diduga terkait dengan penyebaran berita bohong tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, kelompok itu memang diduga sering menyebarkan isu provokatif di jejaring sosial, mulai dari isu kebangkitan PKI, penculikan ulama, dan pencemaran nama baik Presiden hingga tokoh publik lainnya.

Selain ujaran kebencian, sindikat ini ditenggarai juga mengirimkan virus kepada kelompok atau orang yang dianggap musuh. Virus ini biasanya merusak perangkat elektronik penerima. Polisi juga masih mendalami kemungkinan-kemungkinan lain seperti dugaan adanya orderan, pemberi sumber dana, hingga otak pelaku di belakang MCA.

 

loading...

Check Also

Dua Kiai Ponpes Al Falah Kediri Diteror

Satu Islam, Kediri  – Podok pesantren (ponpes) Al- Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri dibuat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

loading...