oleh

Rouhani Ledek Sistem Rudal AS, Trump Kecam Iran di Sidang PBB

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Houthi bisa menghantam fasilitas minyak Arab Saudi karena ketidakefektifan sistem anti rudal Amerika Serikat (AS) yang digunakan oleh negara monarki di Teluk itu.

“Faktanya, rakyat Yaman telah mempermalukan Amerika Serikat,” kata Rouhani dalam komentar yang diposting di situs resminya seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (15/9/2019).

Ia menambahkan bahwa dalam kasus ini sulit untuk menyangkal kelemahan radar AS dan sistem pertahanan yang dapat diatasi oleh pesawat dan rudal.

Trump dalam pidatonya pada sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, Selasa (24/9/2019), menyalahkan Iran secara blak-blakan terkait dengan serangan yang menimpa kilang minyak Arab Saudi.

Trump menuding Iran berambisi “menumpahkan darah”, menyebut Iran sebagai negara yang “gagal selama 40 tahun” sejak kemenangan revolusi Islam Iran pada tahun 1979, dan menyerukan kepada para pemimpin Iran agar “menomor satukan rakyat Iran”.

Presiden AS kemudian mengatakan bahwa siapapun bisa saja terlibat perang, tapi perdamaianlah yang mencerminkan keberanian.

“Siapapun bisa saja terlibat perang, tapi orang yang pemberani hanyalah mereka yang memilih perdamaian… Tujuan AS bukanlah melanjutkan peperangan yang tiada habisnya,” tuturnya.

Dia mengklaim AS sebagai negara terkuat di dunia dengan keunggulan yang jauh melampaui negara-negara lain.

“Kami berharap sama sekali tidak terpaksa menggunakan kekuatan ini. Jika Anda menghendaki kebebasan maka berbanggalah dengan negara Anda, jika Anda menghendaki demokrasi maka konsistenlah pada kedaulatannya, dan jika Anda menghendaki perdamaian maka Anda harus mencintai negara Anda,” ujarnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat dunia untuk tidak menyokong pemerintah Iran yang disebutnya “haus darah”, dan menegaskan bahwa sanksi AS terhadap Iran tidak akan dicabut selagi Iran “masih melanjutkan perilakunya yang mengandung ancaman”.

Dia menyerukan kepada negara-negara dunia agar menjalin hubungan sepenuhnya dengan Israel, dan memastikan akan terus meningkatkan sanksinya terhadap Iran selagi negara republik Islam ini tidak menggubris harapan AS. []

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed