oleh

Reaksi AS dan Iran atas Serangan Hizbullah Lebanon ke Israel

Militer Israel dan Hizbullah saling serang di perbatasan Lebanon pada hari Minggu. Iran membela dan memuji serangan rudal anti-tank Hizbullah terhadap pangkalan militer Zionis, sedangkan Amerika Serikat (AS) juga membela serangan Zionis ke wilayah Lebanon sebagai tindakan membela diri.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Shamkhani mengatakan serangan Hizbullah menunjukkan kesediaan Teheran dan kuasanya untuk menghadapi rezim Zionis.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan tidak ada warga Israel yang terluka oleh rudal-rudal anti-tank musuh yang menghantam kendaraan militer dan pangkalan militer di luar Moshav, Israel utara. Sebagai respons, IDF menembakkan 100 peluru ke sasaran Hizbullah di Lebanon.

Hizbullah mengindikasikan serangannya sebagai pembalasan atas serangan udara Israel di Suriah bulan lalu yang menewaskan beberapa orang, termasuk dua anggotanya. Militer Zionis mengatakan serangan di Suriah bulan lalu untuk menggagalkan rencana Iran dalam meluncurkan drone yang sarat bahan peledak di wilayah Israel. Kepala Staf IDF, Aviv Kohavi, menuduh seorang jenderal top Iran secara pribadi mengawasi rencana tersebut.

Wakil Kepala Hizbullah Naim Qassem mengklaim tembakan sejumlah rudal anti-tank pada hari Minggu akan jadi pencegah serangan Israel di masa depan.

Baca Hizbullah Siapkan Serangan Balasan ke Israel, Ini Respon Netanyahu

“Hizbullah berhasil membuktikan keseimbangan kekuasaan dan memaksakan aturan keterlibatan baru Israel,” katanya seperti dikutip Ynet, Senin (2/9/2019). “Hizbullah ingin mempertahankan pencegahan dan aturan keterlibatannya.”

Di Wasihngton, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menolak untuk berbicara tentang diskusi diplomatik, dan menegaskan dukungan Washington untuk Israel. “Kami mengetahui laporan ini dan khawatir tentang meningkatnya ketegangan di sepanjang perbatasan. Amerika Serikat sepenuhnya mendukung hak Israel untuk membela diri,” kata pejabat departemen tersebut yang berbicara secara anonim seperti dikutip Reuters.

“Hizbullah harus menahan diri dari tindakan bermusuhan yang mengancam keamanan, stabilitas, dan kedaulatan Lebanon,” ujarnya, yang menuduh Iran ikut serta dalam kekerasan oleh kelompok bersenjata Lebanon tersebut.

“Ini adalah contoh lain dari peran destabilisasi proksi Iran dalam merusak perdamaian dan keamanan di kawasan itu,” imbuh dia.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel siap untuk skenario apa pun, tetapi ia menghindari retorika yang biasanya lebih keras terhadap musuh-musuh Israel.

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon mengecam serangan Hizbullah.

“Ini adalah insiden serius yang melanggar Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB dan jelas ditujukan untuk merusak stabilitas di wilayah itu,” kata komandan UNIFIL Mayor Jenderal Stefano Del Col dalam sebuah pernyataan, merujuk pada resolusi PBB yang mengakhiri Perang Lebanon Kedua 2005-2006 antara Israel dan Hizbullah.

“Kita perlu menjaga keamanan di sepanjang Garis Biru dan menahan diri sepenuhnya,” ujar Del Col, merujuk pada demarkasi perbatasan antara Israel dan Lebanon.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed