oleh

Ratusan Cendekiawan dan Ulama Sunni dan Syiah Hadiri Konferensi Persatuan Islam di Tehran

Konferensi Internasional Persatuan Islam yang ke-32 telah dibuka pada sabtu pagi (24/11) di Tehran. Mengangkat tema “Al-Quds Poros Persatuan Ummat”, acara tersebut rencananya akan berlangsung selama tiga hari dan dihadiri oleh 520 peserta dari dalam dan luar Iran. Seluruh peserta mewakili negara-negara Islam di seluruh dunia dari berbagai mazhab dan golongan.

Setelah pembacaan ayat suci Al-Quran, acara dibuka dengan pidato yang dibawakan oleh Presiden Iran, Hassan Rouhani. Seperti apa yang menjadi tujuan dari diselenggarakannya acara ini, Presiden Iran menekankan tentang pentingnya persatuan umat Islam di seluruh dunia. Ia menilai persatuan Islam adalah sebuah langkah yang sangat strategis khususnya untuk menghadapi tantangan dunia global di zaman ini.

Kemudian Presiden Rouhani menekankan tentang pentingnya tindakan nyata untuk membuktikan dan merealisasikan persatuan Islam yang kuat. “Dengan mengangkat slogan saja tak akan dapat dicapai persatuan dan ukhuwah. Musuh-musuh [umat Islam] tidak akan takut dengan itu. Namun di kehidupan nyata kita harus bersatu. Kini tak ada jalan lain untuk bersatu dan mengangkat nilai-nilai persamaan. Tanpa ragu, bila kita telah bersatu, kita pasti menang melawan Zionis dan Amerika Serikat,” kata Rouhani.

Setelah sambutan dari Presiden Iran, beberapa perwakilan dari sejumlah tokoh dan ulama Islam dari berbagai mazhab juga memberikan pidatonya dan berbicara mengenai pentingnya persatuan Islam.

Pertemuan di hari pertama ditutup pada pukul dua siang waktu setempat.

Republik Islam Iran setiap tahunnya menggelar Konferensi Internasional Persatuan Islam yang digelar bertepatan pada pekan yang bertepatan dengan hari kelahiran Rasulullah saw.

Pemerintah Iran pada tahung 1990 telah menetapkan tanggal yang bertepatan dengan 12-17 Rabiul Awwal sebagai “Pekan Persatuan Islam”. Sejak saat itu lah digelar acara konferensi persatuan Islam setiap tahunnya dengan menghadirkan para tokoh agama Islam dari berbagai penjuru dunia.

Tujuan dari konferensi ini adalah untuk langkah awal terwujudnya persatuan dan memupuk solidaritas dunia Islam serta untuk dilakukan pertukaran opini dan persamaan persepsi oleh para cendekiawan dan ulama Islam demi mendekatkan pandangan di keilmuan dan budaya khususnya di bidang dalam hal fiqh (yurisprudensi Islam), Usul (prinsip-prinsip yurisprudensi), Kaläm (teologi Islam), dan interpretasi.

Tujuan lain dari Konferensi ini adalah untuk bersama membahas problematika umat Islam, memberikan solusi yang tepat untuk mereka, dan mengambil sikap bersama.

Para tamu Konferensi dipilih dari kalangan pejabat tinggi, para menteri di negara-negara muslim, ulama dan mufti Islam, profesor universitas dan asosiasi ilmiah dan budaya, baik di tingkat domestik maupun internasional.

Sejauh ini, ratusan sarjana dan cendekiawan dari seluruh dunia serta ribuan pemikir Syiah dan Sunni dari berbagai penjuru Iran telah menghadiri Konferensi ini dan menyampaikan artikel dan pidato.

Staf akademik Konferensi dipilih dari kalangan sarjana di universitas dan seminari. (BD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed