oleh

Rakyat Menuntut Pengembalian Kekayaan Negara

Jakarta – Bertepatan Hari Pahlawan berbagai aliansi aktivis menuntut pemerintah mengembalikan kekayaan nasional kepada rakyat yang berada di darat, udara dan laut dengan mendeklarasikan Petisi Kedaulatan Minggu 10 November 2013 di Restoran Handayani Prima, Jalan Matraman, Jakarta

Fasilitator Petisi Kedaulatan, Yusron Sulaiman mengatakan, rakyat perlu fasilitas untuk menyampaikan aspirasinya karenanya  petisi ini sebagai fasilitas masyarakat menyuarakan dukungannya

“Bisa lewat media online di Facebook, Twitter atau website di petisikedaulatan.org, dan selebaran dukungan, sejauh ini sudah terkumpul lebih 1.148 dukungan,” kata Yusron

Penguasaan asing terhadap kekayaan Indonesia, baik di darat, laut maupun udara semakin memprihatinkan. Singapura menguasai wilayah udara Indonesia di Kepulauan Natuna. Kemudian, setidaknya 12 bank swasta dikuasai asing dan di atas 70 persen sektor pertambangan dikuasai pihak luar.

“Selain itu, 40 persen dari 8,9 juta hektar kebun kelapa sawit tidak dimiliki oleh Indonesia. Dan antara 35 hingga 66,5 persen sektor komunikasi juga dikuasai asing,” ujar dia.

Deklarasi ini dihadiri pendiri organisasi kemanusiaan Mer-C dr. Joserizal Jurnalis serta dukungan dari Grakan Aktivis Reformasi 1998 (G.A.R 1998) dan kaum buruh.

“Rakyat secara fisik memang sudah merdeka tapi secara politik dan ekonomi rakyat belum merdeka, karenanya deklarasi Petisi Kedaulatan ini sangat tepat sebagai sarana memperoleh dukungan publik untuk mengembalika aset-aset negara kepada rakyat” kata dr. Joserizal Jurnalis (et)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed