oleh

Putin Tandatangani Bergabungnya Crimea ke Rusia

6b62a6fed9428ba26e5593237526d573_1
Putin menandatangani perjanjian dengan Perdana Menteri Crimea Sergei Aksyonov dan pemimpin Crimea lainnya (Foto: newslocker.com)

Satu Islam, Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani sebuah perjanjian wilayah Laut Hitam Crimea sebagai wilayah Rusia pasca referendum. Tak pelak penandatanganan ini membuat hubungan Rusia dengan Barat yang memang telah beraromakan Perang Dingin mencapai titik didih tertinggi.

 

Mengutip dari jaringnews.com, Di tengah ancaman sanksi Barat kepada Rusia, dengan penandatangan ini Putin pun menganggap ringan sanksi yang dikenakan oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa. Dalam pidato yang luar biasa emosional di Kremlin sebelum perjanjian itu ditandatangani, Putin menyatakan bahwa Crimea selalu “dalam hati” dari bangsanya dan seharusnya tidak pernah berakhir di wilayah pasca Soviet yaitu Ukraina.

 

Akibatnya, Barat yang turut ikut memainkan peran politiknya di Ukraina dengan mengambil kekuasaan setelah mengusir presiden pro Moskow Viktor Yanukovych  mengutuk keras tindakan Moskow ini.

 

Dengan nada geram, Wakil Presiden AS Joe Biden terang-terangan menuduh Rusia menjilat ludah dari tanah Ukraina, sementara Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan langkah itu bertentangan dengan hukum internasional.

 

Presiden interim Ukraina Oleksandr Turchynov juga menyuarakan kemarahannya. “Ukraina dan seluruh dunia tidak akan pernah mengakui pencaplokan tanah Ukraina,” katanya.

 

Putin menandatangani perjanjian dengan Perdana Menteri Crimea Sergei Aksyonov dan pemimpin Crimea lainnya pada upacara di Kremlin yang dihadiri oleh kedua majelis parlemen setelah lebih dari 97 persen warga Crimea sepakat bergabung dengan Rusia dalam sebuah referendum yang kontroversial.

 

Anggota parlemen Rusia pun bertepuk tangan dan bersorak-sorai parau setelah penandatanganan.

 

“Republik Crimea dianggap bagian dari Rusia sejak tanggal penandatanganan perjanjian,” kata Kremlin.

 

Crimea dan kota Sevastopol, rumah dari Rusia armada Laut Hitam yang memiliki status khusus, sedang dimasukkan sebagai bagian konstituen baru dari Federasi Rusia.

 

Sekitar 2.000 orang di Nakhimov Square, Sevastopol menyaksikan pidato Putin di sebuah layar raksasa. Mereka pun ersorak dan meneriakkan “Rusia! Rusia!”

 

“Putin adalah benar. Dia benar! Saya yakin hidup akan menjadi lebih baik setelah bergabungnya Crimea ke Rusia,” kata pensiunan 75 tahun Anatoliy Basov.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed