oleh

Pro-Kontra Ucapan Natal

berfoto natal
Foto : VOA

Satu Islam, Jakarta – Menurut Direktur lembaga aktivisme sosial Moderate Muslim Society, Zuhairi Misrawi, mengutip berita dari VOA, ia mengatakan larangan ucapan selamat Natal yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak memiliki dasar.

Kata Zuhairi, Mengucapkan selamat Natal,  merupakan bagian dari cara membangun toleransi dan hidup damai di tengah keragaman bangsa Indonesia. Selain itu, ucapan selamat Natal  perayaan Natal merupakan bentuk penghargaan kepada peribadatan umat lain.

Di dunia Islam sendiri, tak ada pengharaman ucapan Natal kecuali hanya Arab Saudi.

“Itu bertentangan dengan Al-Quran sendiri yang menegaskan bahwa Tuhan mengucapkan selamat atas kelahiran Yesus. Itu dijelaskan secara eksplisit di dalam Al-Quran. Sebagai bagian dari ibadah, ada yang berdoa, menebarkan kebahagian dengan sesama, jadi sebenarnya tidak ada alasan melarang mengucapkan Natal itu,” ujar Zuhairi.

MUI telah melarang umat Islam memberikan ucapan selamat Natal dan mengikuti ritual perayaan hari raya Kristiani tersebut.

Ketua MUI Amidhan mengutip berita dari The Gloube Journal, berpendapat mengucapkan natal, penggunaan aksesori yang berkaitan dengan Natal dan atributnya dilarang agama dan apabila melakukannya maka berdosa.

Meskipun melarang, Amidhan mengimbau seluruh umat Islam untuk menghormati umat Nasrani yang merayakan Natal serta meminta menjaga kerukunan umat beragama.

“Kalau bentuk toleransi namanya sudah masalah sosial, kalau masalah akidah tidak ada kata toleransi. Bagi kamu agama kami, bagi saya agama saya. Kalau masalah sosial hari Natal kita hargai, kalau perlu kita kasih fasilitas, tempat dan sebagainya, tidak ada masalah. Kalau dia lagi ritual nyanyi-nyanyi, nyalakan lilin tidak boleh ikut, kalau pidato-pidato ya boleh saja,” ujarnya.

Berbeda dengan pendapat MUI, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud mengatakan tidak masalah memberi ucapan selamat Natal kepada kaum Kristiani. Namun. Mengutip berita dari Republika

“Sepanjang umat Islam meyakini Nabi Isa sebagai Nabiullah (Nabi Allah), dalam hal muamalah, mengucapkan selamat Natal itu tidak apa-apa,” katanya kepada Republika di Jakarta, Senin 23 Desember 2013.

Untuk menguatkan pendapatnya Marsudi merujuk pada Alquran Surat Maryam ayat 30 yang berbunyi: “Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi.” (ET)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed