oleh

Presiden Trump Bertengkar dengan Perdana Menteri Australia Di Telepon

Presiden Donald Trump sempat berbicara dengan PM Australia Malcolm Turnbull pada Ahad 29 Januari 2017. Keduanya membahas masalah kesepakatan pengungsi. – Foto: Reuters

Satu Islam, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull Sabtu lalu membicarakan tentang kesepakatan penerimaan pengungsi lewat telepon. Kedua pemimpin negara membahas persoalan tentang kesepakatan pengungsi.

Namun, hal itu nampaknya menjadi perbincangan terburuk di telepon antara Trump dengan pemimpin negara lain. Pembicaraan yang dijadwalkan selama satu jam tersebut dikatakan hanya berlangsung selama 25 menit karena Turnbull mengakhiri pembicaraan secara tiba-tiba.

BBC melaporkan, Kamis 2 Februari 2017 Trump dalam kicauannya di Twitter kemudian menulis kesepakatan soal pengungsi itu sebagai perjanjian bodoh. Ia nampaknya keberatan dan mengatakan, Turnbull mencari cara untuk mengekspor pelaku teroris ke AS.

“Sulit dipercaya. Pemerintahan Obama setuju menerima ribuan imigran ilegal dari Australia. Mengapa? Saya akan pelajari kesepakatan bodoh ini!” cuit Trump kemarin.

Kesepakatan tentang pengungsi pertama yang dimaksud Trump saat AS di bawah pemerintahan mantan presiden Barack Obama. Perjanjian melibatkan 1250 orang yang merupakan migran Australia dan saat ini ditahan di dua pulau Pasifik, Nauru dan Manus.

Mereka sebelumnya dipertimbangkan untuk dapat bermukim di AS. Australia secara kontroversial telah menolak untuk menerima para pengungsi tersebut dan hendak memastikan bahwa pemerintah AS yang dipimpin Trump tetap mempertahankan kesepakatan yang dibuat pada November 2016 lalu dan ditetapkan melalui PBB.

Tetapi, hal ini menjadi rumit karena Trump mengeluarkan sebuah perintah eksekutif yang melarang pengungsi dari tujuh negara mayoritas Muslim datang ke AS setidaknya dalam empat bulan ini.

Pengungsi yang ada di Manus dan Nauru, Australia diketahui banyak berasal dari Iran, Irak, dan Somalia yang termasuk dalam daftar larangan kebijakan baru di Negeri Paman Sam itu.

Sementara itu, Turnbull mengatakan kesepakatan tetap akan dipenuhi oleh Trump. Hal itu karena ada bagian dari kebijakan imigrasi yang dibuat oleh miliarder itu  yang menyatakan AS tetap bisa menerima pengungsi di bawah perjanjian internasional telah ditetapkan.

Turnbull kemudian dikatakan cukup kecewa dengan pembicaraan telepon itu. Namun kepada sebuah radio di Sydney dia mengatakan ‘laporan soal Trump menutup telepon dengan kasar itu tidak benar’.

“Saya cukup kecewa dengan percakapan bersama Trump yang jujur dan terus terang, namun berterima kasih karena ia setuju menegakkan kesepakatan,” jelas Turnbull.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed