oleh

Presiden Jokowi Buka Konferensi Asia Afrika

150422034643_jokowi_kaa_640x360_getty
“Ketidak-adilan global semakin menyesak dada,” kata Presiden Jokowi – Foto: Getty Images

Satu Islam, Jakarta – Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Konferensi Asia Afrika di Jakarta Convention Center (JCC), dengan kritik pada PBB dan IMF dan Bank Dunia, dan diwarnai kalimat personal.

Acara pembukaan dihadiri oleh 106 delegasi, termasuk 29 sejumlah kepala negara atau pemerintah, antara lain Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Cina Xi Jinping. Presiden Iran Hassan Rouhani, PM Singapura Lee Hsien Liong, Raja Abdullah dari Yordania, selain sejumlah diktator yang banyak disorot seperti Presiden Robert Mugabe dari Zimbabwe.

Dalam pidato pembukaan pada pukul 09:46, Rabu 22 April 2015 yang disampaikan dalam bahasa Indonesia, Presiden Jokowi menyatakan dukungannya pada pembentukan lembaga keuangan internasional yang baru, serta melontarkan kecaman pada Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ekonomi vs HAM

Jokowi memunculkan pandangannya tentang perlunya lembaga keuangan dunia yang baru dengan mengatakan, “pandangan yang menyebutkan bahwa persoalan ekonomi dunia hantya bisa diselesaikan oleh Bank Dunia, IMF dan ADB (Bank Pembangunan Asia) adalah pandangan yang usang yang perlu dibuang,” katanya.

“Pengelolaan ekonomi dunia tak bisa diserahkan hanya kepada tiga lembaga keuangan internasional itu. Kita wajib membangun sebuah tatan ekonomi dunia baru yang terbuka bagi kekuatan-kekuatan ekonomi baru. Kita mendesak dilakukannya reformasi arsitektur keuangan global untuk menghilangkan dominasi kelompok negara atas negara-negara lain.”

Ucapan Jokowi itu tampak merupakan dukungan terbuka bagi pembentukan Asian Infrastructure Investment Bank yang diprakarsai Cina

IMF, Bank Dunia, juga ADB, dipandang sejumlah negara, terlalu mengaitkan program bantuan keuangan di dunia ketiga dengan catatan hak-hak asasi manusia di negeri-negeri itu. PAdahal sebagian besar negara-negara Asia Afrika masih punya masalah dengan pelaksanaan, penegakkan dan penghormatan HAM. Prakarsa Cina yang belakangan menjadi raksasa keuangan internasional yang baru, untuk membentuk lembaga keuangan internasional yang baru yang tidak dikaitkan dengan HAM disambut secara luas.

Dan presiden Jokowi menggunakan pidato pembukaan KAA 2015 untuk menegaskan dukungan itu.

Reformasi PBB

Presiden Jokowi juga tak melewatkan kesempatan untuk mengecam PBB

“Ketika ada sekelompok negara kaya merasa mampu mengubah dunia dengan kekuatannya, maka ketidak-seimbangan global jelas membawa sengsara. Dan semakin kentara ketika PBB tidak berdaya.”

“Penggunaan kekuatan tanpa mandat PBB seperti yang kita saksikan, telah menafikan keberadaan badan dunia yang kita miliki bersama itu.

“Oleh karena itu kita bangsa Asia Afrika mendesak reformasi PBB agar berfungsi secara optimal sebagai badan dunia yang mengutamakan keadilan bagi kita semua, bagi semua bangsa.”

Pidato presiden Jokowi ini juga memunculkan sejumlah kalimat yang kurang lazim untuk suatu pidato resmi. Seperti “ketidak-seimbangan global jelas membawa sengsara,” tadi. Juga antara lain kalimat berikutnya, “Bagi saya ketidak adilan global semakin menyesak dada.”

KAA akan berlangsung hingga 23 April di Jakarta, dilanjutkan dengan acara puncak peringatan 60 tahun KAA di Bandung, pada 24 April 2015.

Sumber: BBC Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed