oleh

Perwira Zionis: Pengalaman Tempur Hizbullah di Suriah Bahayakan Israel

hizbullah-di-SuriahJakarta – Sejumlah pejabat Israel mengkhawatirkan pengalaman yang diperolah Hizbullah saat ikut dalam perang di Suriah. Kondisi ini akan menyebabkan ancaman militer terhadap Israel.

Surat kabar World Tribun Amerika dalam situs elektroniknya melansir pernyataan dari sejumlah pejabat militer Israel yang mengatakan, pihaknya memantau sejumlah penyebaran personel dan peralatan perang yang membahayakan milik Hizbullah yang mendapat dukungan dari Iran di perbatasan Libanon-Israel ditengah kekhawatiran meletusnya kembali perang di kawasan tersebut.

Sementara itu, sejumlah pejabat militer menganggap kembalinya pasukan Hizbullah di kawasan konflik Suriah memudahkannya untuk melakukan serangan ke Israel. Perwira artileri utama di Komando Utara Israel, Kolonel Yaron Formosa mengatakan pada koran tersebut, partisipasi Hizbullah dalam perang yang berlangsung di Suriah tidak mempengaruhi perlatan perangnya dibanding dengan Israel. Tapi kemampuan tempur mereka jadi meningkat. Sniper-sniper Hizbullah telah sangat mahir dan memungkinkan mereka melakukan serangan secara langsung di Israel di lapangan. Mata-mata Zionis telah menyaksikan secara langsung sejumlah alat tempur Hizbullah telah diarahkan ke Israel yang memungkin setiap saat melakukan penyerangan. Sementara kita harus melakukan persiapan dengan membangun perlindungan dan dalam rangka melindungi persenjataan dan amunisi kita, ungkapnya.

Hizbullah telah membangun kurang dari lima batalion yang sudah terlatih untuk menggempur Zionis. Perang Suriah adalah latihan utama dan mendasar bagi brigade-brigade tersebut untuk menyerang Israel.

Pejabat Israel ini mengatakan, titik lemah Hizbullah sebelumnya ada pada pasukan infantri. Tapi perang Suriah telah mengubah kondisi ini. Mereka sangat siap melakuk melakukan gempuran kapan saja ke Israel.

Hizbullah telah memindahkan pangkalan-pangakaln roketnya ke wilayah perbatasan Israel. Saat ini mereka mempunyai 70.000 roket, termasuk di dalamnya roket jarak jauh, bisa mencapai 300 kilometer dan mereka mampu menembakan 1500 roket tiap harinya.

Formosa menambahkan, mereka terus melakukan persiapan perang. Insiden isolasi apapun akan mengarah pada kondisi yang kina memburuk. Kita harus siap menghadapi perang besok. (asy)

Sumber : Suara Palestina

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed