oleh

Perundingan Damai Pakistan-Afghanistan dengan Taliban

afghanistanSatu Islam, Kabul – Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif dan Presiden Afghanistan Hamid Karzai bertemu di Kabul, Sabtu, untuk membangkitkan kembali upaya perundingan damai dengan pemberontak Taliban di Afghanistan. Pembicaraan ini digelar beberapa bulan jelang transisi politik penting di Afghanistan.

Dalam sebuah konferensi pers, Karzai dan Sharif membicarakan “langkah-langkah praktis” untuk membawa pemberontak Taliban Afghanistan ke meja negosiasi. Taliban sejauh ini menolak bernegosiasi dengan Karzai dan menganggapnya sebagai “boneka” Amerika Serikat.

“Terorisme dan ekstremisme bahaya bagi kedua negara, dan kami membicarakan soal basis-basis dan persembunyian teroris di Asia Selatan, dan cara mengakhirinya,” ujar Karzai.

Gerakan Taliban Afghanistan sejak dulu memanfaatkan wilayah Pakistan sebagai tempat persembunyian dan perekrutan. Pemerintah Pakistan meyakini mereka berada di kota Quetta, Peshawar, dan Karachi. Menurut pemerintah Pakistan, Taliban Pakistan –kelompok terpisah yang terafiliasi dengan al Qaeda – bersembunyi di wilayah perbatasan Afghanistan guna menghindari tentara Pakistan.

Lawatan pertama Sharif ke Afghanistan sejak menjabat sebagai PM Juni lalu ini dianggap oleh pemerintah kedua negara sebagai upaya untuk membangun rekonsiliasi yang rumit antara Pakistan-Afghanistan. Meski Sharif dan Karzai tidak merilis detail perundingan ini, Sharif mengatakan Islamabad ingin Afghanistan kembali stabil, terutama jelang pemilu 2014 mendatang untuk mencari penerus Karzai dan akhir tahun depan saat pasukan militer internasional dijadwalkan keluar dari Afghanistan.

“Dalam waktu dekat kita akan dihadapkan pada tahun bersejarah bagi Afghanistan,” ujar Sharif, Sabtu. “Pada 2014, masyarakat Afghanistan akan mengambil langkah besar untuk menentukan nasib mereka sendiri.”

Sharif menambahkan, “Dalam pandangan kami, kunci untuk perdamaian yang berkelanjutan di Afghanistan –2014 dan seterusnya –adalah kestabilan politik yang menyeluruh.”

Hubungan Islamabad dan Kabul memburuk tahun ini saat tentara Afghanistan dan Pakistan terlibat baku tembak dekat sebuah pos perbatasan kontroversial yang dibangun oleh Pakistan. Hingga beberapa bulan sesudah insiden, pemerintah Afghanistan dan Pakistan saling lempar tudingan soal kelompok militan yang beroperasi di perbatasan kedua negara yang ditentukan oleh Inggris.

 

Sumber : The Wall Street Journal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed