oleh

Perkembangan dan Capaian Iran Menurut Atase Kebudayaan Iran

2-300x225Satu Islam, Jakarta – Bukti arkeologi memberikan petunjuk, Iran telah dikenal sejak 8.000 tahun yang lalu dengan nama Persia. Wilayahnya mulai dihuni bangsa Arya 1.500 sebelum masehi yang datang dari Asia bagian tengah.

Sepanjang sejarahnya Iran telah mengalami beberapa pergantian dinasti maupun pemerintahan mulai sebelum Islam datang hingga masa pemerintahan setelah lahirnya Islam.

Sepanjang sejarahnya, sebelum Islam datang ke tanah Persia, dalam beberapa periode telah diperintah beberapa dinasti seperti Kekaisaran Achaemenid, Kekaisaran Parthia maupun Kekaisaran Sassania.

Setelah Islam masuk ke tanah Persia beberapa dinasti silih berganti memerintah di Iran, yang terkenal seperti dinasti Saljuk, Sawafi, Qajar dan Pahlevi, meskipun masih banyak dinasti lain pasca Islam yang memerintah di Iran.

Hal itu diungkapkan oleh Atase Kebudayaan Iran Mr. Ebrahimiyan pada seminar “Wajah Islam dalam Bingkai Penulis Indonesia” yang diadakan di kampus Universitas Paramadina Jakarta Rabu, 12 Maret 2014.

“35 tahun yang lalu bangsa Iran memulai babak baru dengan berdirinya Republik Islam Iran setelah Revolusi yang dimotori oleh Ayatullah Imam Khomeini,” papar Ebrahimiyan.

Semenjak Republik Islam Iran menjadi sistem pemerintahan yang digunakan di Iran menggantikan dinasti Pahlevi situasi sosial politik di Iran mengalami perubahan yang revolusioner.

Ebrahimiyan mengatakan sejak saat itu di Iran menggunakan system pemerintahan yang menggabungkan sistem pemerintahan yang digunakan di kebanyakan negara modern yakni Republik dengan Islam.

Menurutnya meskipun pasca revolusi Iran tercabik-cabik oleh perang terhadap negara tetangganya Irak, sejauh ini Iran telah mengalami perkembangan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan.

“Iran yang sekarang dengan jumlah penduduknya sekitar 70 juta jiwa telah mencapai produktivitas di bidang ilmu pengetahuan dengan telah mampu memproduksi 32 ribu artikel ilmiah,” ujar Ebrahimiyan.

Prestasi di bidang ilmu pengetahuan Iran dari berbagai disiplin ilmu menduduki peringkat ke 16 besar setelah Taiwan yang berada di urutan 15, Brazil di urutan 13, Korsel di urutan 12 dan India di urutan ke 7.

Sementara Iran berada di atasnya Rusia yang menduduki urutan ke 17, Swiss di urutan ke 18, Turki di urutan ke 19 dan Swedia di urautan ke 20.

Perhatian pemerintah Iran kepada bidang ilmu pengetahuan dan dorongan dari pemerintahnya kepada warga negara, menurut Ebrahimiyan, pemerintah mendirikan sebuah lembaga yang memberikan perhatian khusus bidang tersebut dibawah kontrol langsung lembaga kepresidenan yang diberi nama lembaga Iranologi.

Ebrahimiyan berharap lembaga semacam itu bisa didirikan di Indonesia dan Republik Islam Iran siap menjalin kerajasama dengan Indonesia untuk bertukar pengetahuan.

“Lembaga Iranologi siap membantu dengan membuka yayasan Islamologi di Iran,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed