oleh

Penusuk Wiranto Pernah Tinggal di Malaysia dan Ingin ke Suriah

Identitas pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto mulai terungkap. Pelaku adalah suami istri bernama Syahril Alamsyah (SA) alias Abu Rara lahir di Medan 24 Agustus 1988, dan istrinya bernama Fitri Andriana binti Sunarto lahir di Brebes Jawa Tengah pada 5 Mei 1998. Keduanya tinggal ngontrak di Kampung Sawah Kecamatan Menes Pandeglang Banten.

Alex sahabat tersangka SA di Medan menceritakan bahwa SA pernah tinggal di Malaysia selama sekitar 5 bulan. Sekembali dari Malaysia, penampilan SA agak berubah, yakni lebih agamis. Ia rajin ke mushala dan mengisi pengajian. Namun ceramah yang disampaikan SA tidak disukai warga. SA juga sempat membuka usaha depot air dan rental Playstation (PS), tetapi usahanya gagal.

SA juga pernah ke Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat bertemu dengan Alex pada 2013, SA bercerita bahwa proyeknya di Sulsel gagal. Padahal keuntungan proyek itu rencananya akan digunakan untuk pergi ke Suriah.

“Kalau itu jadi, nanti akan digunakannya untuk pergi ke Suriah. Kalau saya, jihad itu ya untuk keluarga,” ujar Alex menirukan ucapan SA di Medan pada Jumat (11/10)..

Menurut Alex, pada tahun 2015 lalu, SA sempat tinggal di Jalan Alfakah, Kelurahan Tanjung Mulia, Hilir, Kecamatan Medan Deli selama dua bulan. Ia tinggal dengan istrinya yang bercadar bersama dua anak perempuan dan dua anak lelaki. Setelah itu, SA dan keluarganya pergi ke Jawa.

Sementara Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan menyatakan bahwa pelaku SA adalah anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi. Pihak kepolisian sendiri telah memantau keberadaan pelaku itu sejak tiga bulan lalu. “Ini sudah pasti dari kelompok jaringan JAD, khususnya JAD Bekasi. Kita sudah pantau khusus pelaku ini tiga bulan lalu,” katanya.

Pihak intelijen sendiri telah mendeteksi keberadaan pelaku Syahril Alamsyah (SA) atau Abu Rara selama tiga bulan terakhir. Pelaku diketahui telah beberapa kali berpindah tempat. Mulai dari Kediri Jawa Timur lalu pindah ke Bogor, Bekasi Jawa Barat dan Pandeglang Banten. (LI).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed