oleh

Penangkapan Presenter Press TV oleh AS Langgar HAM dan Demokrasi

Pengguna media sosial menyuarakan kemarahan atas penangkapan sewenang-wenang presenter Press TV di AS. Penangkapan itu disebut menyeleweng dari klaim AS atas demokrasi dan HAM.

Presenter dan jurnalis Iran-Amerika, Marzieh Hashemi, ditangkap dan dipenjara oleh FBI dengan alasan yang tak jelas ketika ia hendak mengunjungi keluarganya di Missouri pada Minggu (13/1).

Anggota keluarga dan aktivis media kini telah meluncurkan kampanye media sosial dengan tagar #FreeMarziehHashemi (bebaskan Marzieh Hashemi) dan#Pray4MarziehHashemi sebagai dukungan untuknya.

Sejumlah pengguna media sosial dan pembaca website berita Press TV pun mengecam penangkapan ini sebagai bentuk pelanggaran HAM dan kebebasan bersuara di AS.

اشکان بکیار@ashkan_bakyar

, the Moslem American Press TV anchor, who was detained planning to visit her ill brother.
Her detention for unclear charges, depriving her of Halal food, forcibly removing her hijab and not letting her wear hijab are all violations of Human Rights. @UN

View image on Twitter

#FreeMarziehHashemi@AppleOfHeaven

The US has a female journalist detained without charges and forcibly removes her hijab. We are looking forward to hearing from so called advocates!!

“Pemerintah Amerika rasis. Ketika mereka tidak bisa membuktikan keadilan kepada dunia, mereka menangkap warga sipil tak bersalah untuk membuktikan tindakan rasis fundamentalis mereka,” tulis seorang pembaca.

Jubir kemenlu Iran, Bahram Qassemi, juga telah menyerukan pembebasan Hashemi sesegera mungkin.

“Kami mengutuk penangkapan ilegal presenter Press TV Marzieh Hashemi, dan perlakuan tidak manusiawi kepadanya di penjara di Washington,” kata Qassemi seperti dikutip oleh kantor berita IRNA.

“Penangkapan mendadak seorang wanita Muslim Amerika, dan perilaku tak berperikemanusiaan dan tidak sopan dari petugas federal AS kepadanya adalah contoh yang jelas bagaimana rezim apartheid memperlakukan warganya yang bukan kulit putih,” tuturnya. (LI/presstv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed