oleh

Pejabat Negara Dan DPR Doyan Seks Sama Anak-Anak

FOTO-HAL-15-HUMANIORA-ROK-SEKOLAH-250214
ilustrasi

Satu Islam, Jakarta – Ada pengakuan yang menarik dari anak-anak pekerja seks di tiga kota besar di Indonesia soal siapa pelanggan mereka.

Ada 14 anak bersedia menceritakan dan menjadikan sampel bahwa pelanggan mereka banyak juga dari pejabat negara, calon bupati dan DPR. Dan diduga, mereka menggunakan jasa pekerja seks anak-anak itu untuk pencucian uang.

Ketua koordinator Nasional Ecpat Indonesia, Ahmad Sofian mengatakan, berdasarkan hasil penelitian mereka di tiga kota yakni Bandung, Surabaya dan Jakarta, para pembeli seks anak ternyata bukan saja dilakukan oleh para pengusaha dan mucikari.

Justru lebih banyak melibatkan para pejabat negara dan anggota parlemen seperti calon bupati dan DPR.

Menurut Sofian, tindakan yang dilakukan oleh pejabat negara menjadi pembeli seks anak merupakan salah satu cara tindakan pencuci uang. Sehingga perlu diusut, dari mana uang yang digunakan oleh para pejabat itu untuk menjadi pembeli seks pada anak.

“Apakah hasil usaha sendiri atau uang haram hasil korupsi, karena uang tersebut bergulir dengan volume yang sangat besar,” ujar Sofian pada diskusi “Membedah Jual Beli Seks Anak Online” di Jakarta, Rabu, 29 April 2015.

Menurutnya, pemerintah harus melakukan identifikasi terhadap uang yang sedang bergulir, dan membentuk undang- undang untuk menjerat para pembeli seks anak. Saat ini belum ada undang – undang prostitusi terhadap anak.

“Jika ada undang-undang, barangsiapa yang melakukan atau mencoba untuk melakukan pembelian seks terhadap anak akan dikenakan sanksi pidana,” ujarnya.

Untuk ASEAN, kata dia, Indonesia berada pada posisi kedua, setelah Thailand untuk tingkat penjualan anak. Saat ini banyak pelancong yang membidik Indonesia sebagai tempat wisata penyedia seks anak.

Salah satu contohnya, Pemerintah Australia secara langsung mengirim polisi untuk membina para pembeli seks anak yang sedang berada di Indonesia, karena Australia adalah negara yang menerapkan undang-undang terhadap tindakan prostitusi anak.

Selain Australia, negara ASEAN yang telah menerapkan undang-undang tersebut adalah Vietnam tahun 2011, Filipina pada 2006 dan Thailand pada 2008.

“Saat ini banyak wisatawan pembeli seks anak dari Thailand dan Filipina pindah ke Indonesia dan Kamboja yang dinilai aman karena belum ada undang-undang,” ujarnya.(SP)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed