oleh

PBNU Sebut Hari Raya Kurban Sarat Pesan Kemanusiaan

Satu Islam, Jakarta – Idul Adha atau hari raya Qurban yang tahun ini ditetapkan pemerintah jatuh pada Jumat, 1 September 2017 merupakan momen yang penuh dengan pesan kemanusiaan.

Dilansir dari NU Online, Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini mengatakan, dalam konteks ajaran berqurban, Tuhan mengajarkan bahwa pengorbanan itu berat untuk dilakukan. dalam konteks ajaran berqurban, Allah mengajarkan bahwa pengorbanan itu berat untuk dilakukan. Namun, pengorbanan dan keikhlasan akhirnya membuahkan hasil.

“Ismail tidak jadi terkorbankan, sebab Allah menggantinya dengan kambing yang dibawa oleh Jibril AS,” katanya kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Kamis 31 Agustus 2017.

Ia juga menjelaskan, dalam konteks kebangsaan, ajaran qurban memiliki nilai-nilai yang relevan untuk diteladani saat ini. Nilai-nilai tersebut antara lain adalah, soal nilai pengorbanan. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Ibrahim adalah pengorbanan yang luar biasa.

“Ia (Ibrahim.red), mengesampingkan dan menegasikan egonya,” ujarnya.

Dia berpesan, dalam berbangsa dan bernegara yang bhinneka seperti Indoenesia, yang pertama-tama harus kita negasikan adalah ego masing-masing antara kita. Jika masing-masing mengedepankan egonya, maka yang terjadi adalah perpecahan. Para pendiri Negara kita sudah memberikan contoh yang nyata.

“Dengan penuh kesadaran dialetkita menegasikan egosentrime itu terekam dalam perumusan Pancasila,” ucapnya.

Selain itu, dari sisi kemanusiaan, dalam hal ini ajaran qurban memberikan pesan kepada kita semua bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat hidupnya bagi sesama. Helmy mengatakan, kebermanfaatan itu tentu saja merupakan dimensi sosial dalam beragama.

“Ajaran qurban dengan jalan menyembelih hewan ternak dan membagi-bagikannya kepada kaum yang berhak merupakan ajaran yang luhur soal bagaimana berbagi dan menghargai kemanusiaan,” tegasnya.

“Pesan ini sangat kuat dan penting untuk direnungkan di tengah gejala kehidupan yang sangat tidak menghargai kemanusiaan akhir-akhir ini,” sambungnya.

Maka, ia menegaskan pesan-pesan ini sangat kuat dan penting untuk direnungkan di tengah gejala kehidupan yang sangat tidak menghargai kemanusiaan akhir-akhir ini. Saat dunia diliputi dengan pelbagai macam pandangan hidup yang negatif seperti indivualisme dan premanisme.

“Sebagaimana yang terjadi pada peristiwa pembakaran pencuri ampilifier mushalla di Bekasi, makna ajaran Qurban menjadi penawar dengan ajaran kemanusiaan dan indahnya berbagi terhadap sesama,” terangnya.

Karena itu, momen Idul Qurban atau Idul Adha ini penting untuk kita maknai sebagai titik pijak untuk terus merenungkan bagaimana penghargaan kita terhadap nilai-nilai universal yang diajarkan oleh agama.

“Tanpa permenungan dan penghayatan yang baik, agama hanya akan berhenti pada sebatas ritual yang simbolik dan tak bermakna. Selamat idul adha. Selamat mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tutup Helmy.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed