oleh

PBNU dan Pagar Nusa Kenalkan Islam Nusantara di Malaysia

Foto: NU Online

Satu Islam, Kuala Lumpur –  Islam Nusantara telah bergema di publik internasional. Di kawasan Asia Tenggara, Islam Nusantara yang diusung Nahdlatul Ulama (NU), menjadi bagian dari syiar keagamaan untuk menggemakan Islam damai dan ramah.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj di acara “Sambutan Maal Hijrah 1439 H” di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu 24 September 2017.

Hadir dalam agenda ini, Atase Dubes RI untuk Malaysia Agus Badrul Jamal, Ketua Umum Pagar Nusa M. Nabil Haroen, dan Ketua Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Malaysia, KH. Lazib.

Kehadiran Said Agil beserta rombongan untuk melantik kepengurusan cabang istimewa NU Malaysia, Pagar Nusa dan Fatayat periode 2017-2020, Ahad 24 September 2017 di Dewan Sulaiman Kuala Lumpur.

Said Agil berpesan agar warga muslim Malaysia dan warga Indonesia yang berada di Malaysia dapat bergerak untuk menjaga perdamaian. “Saat ini, tantangan perdamaian sangat besar. Kasus yang terjadi di Myanmar hatis menjadi perhatian kita. Bagaimana kita mencegah pembunuhan manusia, itu tidak dibenarkan atas nama apapun,” ungkap Said Agil melalui keterangan tertulis, Senin 25 September 2017

Lebih lanjut, Said  Agil juga menyampaikan betapa Nahdlatul Ulama berperan aktif untuk perdamaian di Rakhine, Myanmar. NU kata dia bersama pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk menginisiasi perdamaian.

“PBNU juga mengirim delegasi untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan,” terangnya.

Pria lulusan Universitas Ummul Qura Arab Saudi ini meminta pengurus NU dan Nadliyin untuk memahami sejarah NU serta mampu memberikan pemahaman maupun meningkatkan praktik amaliyah ibadah yang menjadi tradisi kuat di tubuh NU.

Said Agil juga menegaskan bahwa NU berkomitmen mempertahankan negara Indonesia sebagai darussalam (negara damai) bukan negara darul Islam.

“Sebaiknya nanti tetap kembali ke Indonesia untuk membangun daerahnya masing-masing dan berbakti untuk bangsa,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Pagar Nusa, M. Nabil Haroen menyerukan ajakan kepada warga muslim di Malaysia untuk menjaga persaudaraan.

“Jangan sampai kita tercerai berai karena konflik. Untuk itu, gerakan radikal harus kita antisipasi dengan kesiapan fisik, mental, spiritual dan pengetahuan,” jelas Nabil.

Nabil berharap, isu geo-politik dan geo-strategis di Asia Tenggara, di antaranya sengketa Laut China Selatan dan konflik di Myanmar, harus disikapi secara jernih.

“Tragedi di Rakhine, Myanmar dan isu Laut China Selatan melibatkan peran Malaysia dan Indonesia. Kita harus melihatnya secara jernih, jangan sampai menjadi ruang konflik baru antar negara,” seru Nabil.

Dalam pandangan Ketua Umum Pagar Nusa, saat ini penting untuk menguatkan barisan antar kader nahdliyyin di manapun berada. Warga nahdliyyin seluruh dunia harus bersatu, bergerak seirama dan mengkampanyekan Islam Nusantara dalam sikap dan keteladanan.

“Saya juga menghimbau pendekar Pagar Nusa di Malaysia dapat menjadi duta Islam Nusantara, yang menggemakan Islam ramah ala pesantren di negeri Jiran,” ungkapnya.

Dalam agenda silaturahmi ini, Pagar Nusa Cabang Malaysia menggelar atraksi bela diri sekaligus konsolidasi kader dan pendekar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed