oleh

Pasukan Irak Mengagalkan Rencana Teroris Membunuh Ayatullah Sistani

Pasukan keamanan Irak telah membubarkan sebuah kelompok teroris karena berencana hendak membunuh ulama Syiah paling terkemuka Ayatollah Ali al-Sistani di tengah demonstrasi yang sedang berlangsung melawan korupsi, pengangguran dan pelayanan publik yang buruk, sebuah laporan mengatakan.
Jaringan berita televisi berbahasa Arab Lebanon al-Mayadin, mengutip Gubernur Provinsi Najaf Luay al-Yassiry, mengatakan pada hari Jumat (4/10) bahwa anggota kelompok teroris sebenarnya ingin membunuh ulama yang dihormati di kota suci Najaf, yang terletak sekitar 160 kilometer (100 mil) ) selatan ibukota Baghdad, dan telah menyusup ke bagian kota yang lama untuk tujuan itu.

Yassiry tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang identitas atau jumlah teroris yang terlibat dalam upaya pembunuhan.

Sementara itu, koresponden untuk jaringan berita televisi berbahasa Arab al-Alam yang berbasis di Iran, Navid Behrouz, melaporkan bahwa para teroris yang tertangkap telah merencanakan untuk menghasut para pengunjuk rasa untuk menyerbu kantor Ayatollah Sistani.

Sebelumnya pada hari itu, Grand Ayatollah Sistani mendesak pasukan keamanan dan demonstran Irak untuk menghindari kekerasan, menyatakan kesedihan atas beberapa kerusuhan sporadis yang telah menyebabkan beberapa korban.

“Menyedihkan ada begitu banyak kematian, korban dan kehancuran dari bentrokan antara demonstran anti-pemerintah dan pasukan keamanan dalam beberapa hari terakhir,” katanya dalam sebuah surat pada hari Jumat (4/10).

Dalam surat yang dibacakan oleh perwakilannya Ahmed al-Safi selama khotbah di kota suci Karbala, ulama utama mendesak semua pihak untuk menghindari kekerasan.

Dia juga mengkritik pejabat dan pihak politik karena gagal menjawab tuntutan rakyat untuk memerangi korupsi, mendesak mereka untuk mengindahkan tuntutan para pemrotes “sebelum terlambat.”

“Anggota parlemen memegang tanggung jawab terbesar untuk apa yang terjadi,” Ayatollah Sistani mengatakan.

Kerusuhan yang sedang berlangsung di Irak terjadi ketika jutaan Muslim Syiah sedang mempersiapkan ritual berkabung di Arba’in, yang menandai 40 hari setelah peringatan Asyura, hari kemartiran Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad saw.[IT]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed