oleh

Pancasila, Benteng Yang Kokoh Tuk Hadapi ISIS

bem-politeknik-batam-gelar-diskusi-pancasila_20150427_184402Satu Islam, Batam– Derasnya arus radikalisme yang masuk ke Indonesia, hanya bisa didahapi dengan benteng Pancasila yang kokoh. Sebab, Pancasila adalah sebuah local genius yang dirumuskan oleh para founding father kita.

Demikian satu catatan dari  Focus Group Discussion (FGD) “Aktualisasi Nilai Ketuhanan Dalam Kerangka Pancasila” yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Batam bekerjasama dengan Pusat Studi Pancasila (PSP) Unrika Batam yang digelar, Minggu, 26 April 2015 di Kampus Poltek Batam di Batam Center.

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut, Sunu Widjayengrono, M.A, dosen Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam.

“Pancasila masih kokoh menghadapi arus doktrin radikal ISIS  (Islamic State of Iraq and Suriah) ke Indonesia. Karena 5 sila Pancasila itu merangkum semua nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan yang positif.
Bertentangan dengan doktrin ISIS yang radikal dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan,” paparnya.

Ditambahkan Sunu,  Pancasila itu ketika dirumuskan oleh tokoh-tokoh founding father kita, pada saat itu, masyarakat dihadapkan pada pertanyaan, apakah itu budaya asli Indonesia? Apakah itu seperti di Batavia, Papua atau apa?

Maka, harus didefinisikan dulu, apakah itu budaya asli Indonesia. Kita hanya mencari karakternya, sifatnya yang paling dominan. Pada saat lahirnya Pancasila itu, dunia sedang dihadapkan pada dua kekuatan global, yaitu komunis dan liberal. Dan Pancasila lahir sebagai local genius. Local genius adalah, bagaimana masyarakat mengatasi keterbatasan dan permasalahan mereka sendiri.

Diskusi yang berlangsung dinamis itu juga menggelitik para mahasiswa untuk mengajukan berbagai tanggapan. Salah satunya, Ricky, mahasiswa Politeknik Batam yang mengatakan, melihat kondisi masyarakat saat ini, sebagai  mahasiswa bagaimana seharusnya bersikap dalam kerangka Pancasila?

Menanggapi hal itu, Sunu Widjayengrono mengatakan, kita harus mengakui Pancasila itu dilahirkan sebagai langkah awal kita dalam berbangsa dan bernegara.

Jadi, bagi mahasiswa, kita berpikir, Pancasila itu harus diaplikasikan dalam satu system bermasyarakat. Lalu, sekarang ada fenomena baru, masuknya doktrin ISIS, apa tujuan mereka? Doktrin itu dibuat untuk mencari dukungan dan pasukan perangnya. Maka, untuk menghadapi arus paham radikalisme itu, Pancasila adalah benteng yang sangat kokoh untuk menghadangnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed