Home / Opini / Tuhan (katanya) Sudah Mati

Tuhan (katanya) Sudah Mati

Oleh: Abrahami

Satu Islam – Nietzsche dalam bukunya berkata, Whiter is God, ‘he cried. ‘I shall tell you. We have killed Him-you and I. All of us are Murderers … God is dead. Remain dead god. And we have killed him … ” . Tuhan telah mati. Nietzsche tentu saja mengatakan frase ini bukanlah dalam artian harfiah. Pernyataa Tuhan telah mati adalah penanda bagi keadaan dimana nilai-nilai ketuhanan tidak diikut sertakan dalam kehidupan manusia dalam waktu-waktu tertentu. Frase ini juga menandai penolakan pada pernyataan bahwa Tuhan tidak pernah ada. Apa yang dinyatakan oleh Nietzsche sesungguhnya adalah kematian agama di Eropa.

Nietzsche mengemukakan pernyataan sinisnya terhadap agama karena praktik keagamaan yang penuh kemunafikan pada waktu itu. Agama telah menjadi alat pembenaran pada tindakan tertentu dan menjadi alat untuk melegitimasi sebuah pemerintahan, baik bagi masyarakat maupun negara.

Tuhan yang telah mati menurut Nietzsche adalah Tuhan dalam konteks sejarah gereja di negara-negara Eropa. Nietzsche yakin bahwa Kristen Eropa pada waktu itu, atau bahkan sebagian besar agama adalah keyakinan palsu. Tuhan tidak lagi dapat diandalkan, dan karena itu ia sudah mati, dan jika dia tidak mati, itu adalah tugas manusia untuk membunuhnya “dan kita” telah membunuhnya, menurut Nietzsche.

Ia melegitimasi pandangan anti agamanya melalui ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan akan menghapus Tuhan dari kehidupan manusia. Filsafat, ilmu pengetahuan, politik dan bidang lainnya akan memperlakukan Tuhan sebagai hal yang tidak relevan bagi kemanusiaan. Dengan kematian Tuhan, manusia memiliki kesempatan untuk memuliakan dirinya sebagai pencipta. Nietzsche mensyaratkan hal ini untuk sebuah keeadaan yang disebutnya dengan Kelahiran manusia besar atau Ueber Mensch.

Ilmu pengetahuan akan menghapus Tuhan dari kehidupan manusia. Filsafat, ilmu pengetahuan, politik dan bidang lainnya akan memperlakukan Tuhan sebagai hal yang tidak relevan bagi kemanusiaan. Dengan kematian Tuhan, manusia memiliki kesempatan untuk memuliakan dirinya sebagai pencipta. Nietzsche mensyaratkan hal ini untuk sebuah keeadaan yang disebutnya dengan Kelahiran manusia besar atau Ueber Mensch.

Pandangan Nietzcshe ini jika dipandang secara harfiah, maka ia secara spontan akan memasuki selubung falasi (cacat logika) yang disebut Over Generalisasi. Gagasan yang menjadikan hal-hal yang bersifat kasuistik sebagai bersifat umum akan rentan jatuh pada kesalahan penyimpulan. Maka jalan keluar untuk memahami pernyataan Nietsche ini agar ia dapat bermakna untuk ilmu pemgetahuan adalah dengan melihatnya sebagai sarkasme intelektual. sebuah sarkasme yang suci.

Itu kata Nietzsche, tapi bagaimana menurutmu?

About Abu Nisrina

Check Also

Anies-Sandi Menyapa Indonesia

Oleh: Ahmad Bawazier Satu Islam – Senin 16 Oktober 2017 adalah hari bersejarah, hari  pelantikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *