Home / Opini / Tiga Alasan kenapa saya Menolak Buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia”

Tiga Alasan kenapa saya Menolak Buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia”

Oleh : Irwan Mushaddaq

13915247911201142186_300x431.14754098361Setelah membaca buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” yang ditulis oleh Tim Penulis MUI Pusat, saya merasa ingin menanggapi bahwa sebenarnya apa tujuan dan motivasi dari penulis tersebut. Kita sebagai umat manusia yang memiliki beragam budaya, dan perbedaan pandangan yang mendiami Republik tercinta ini tidak selayaknya mengklaim kebenaran sepihak dan mengecam pihak lain yang berbeda dengan kita. Syiah adalah bagian dari umat Islam, kaum Syiah adalah saudara bagi kaum Sunni. Baik Syiah maupun Sunni merupakan kekuatan umat Islam karena memiliki satu Tuhan, mengakui kenabian Muhammad saw, dan satu kiblat.

Kita hidup dalam alam Indonesia yang terlalu rukun bila dibandingkan dengan Negara-negara lain. Berbagai perbedaan ada di antara kita, adalah rahmat dari Sang Kuasa, oleh sebab itu marilah kita terima perbedaan ini sebagai sebuah kultur dan keyakinan yang tetap satu dalam bingkai ukhuwah Islamiyah di bawah bingkai Negara Indonesia.

Dengan demikian, setelah membaca buku itu kemudian membandingkan dengan realitas baik data referensi maupun fakta, maka ada tiga alasan kenapa saya menolak buku, “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia”. Tiga alasan itu adalah sebagai berikut:

1.Buku tersebut tidak bisa dijadikan panduan bagi umat Muslim Indonesia khususnya dan dunia umumnya dalam merajut ukhuwah Islamiyah. Karena buku tersebut tidak memberikan penguatan pesan ukhuwah di tubuh umat Islam yang belakangan ini sedang didera berbagai fitnah sectarian. Buku ini lebih pantas dikatakan lahir dari adanya kelompok intoleran yang tidak menginginkan persatuan dan tidak mengakui Ahlulbayt sebagai saudara dalam Islam.

2. Buku tersebut sebenarnya tidak mewakili MUI Pusat (bukan hasil kajian Tim yang dibentuk secara resmi oleh MUI Pusat). Buku tersebut diterbitkan tanpa sepengetahuan MUI Pusat, bahkan bertolak belakang dengan pandangan-pandangan mereka, seperti: Ketua Umum MUI Pusat (KH Sahal Mahfudz), Wakil Ketua MUI Pusat (Prof Din Syamsuddin), Ketua MUI Pusat (Prof Dr Umar Shihab) dan juga Sekjend MUI Pusat (Drs. H. Ichwan Sam) yang selama ini menjunjung tinggi persatuan umat Islam dan mendukung pendekatan antara mazhab Sunni-Syiah.

3. Buku tersebut sangat bertolak belakang dengan 9 hasil konferensi Internasional Islam yang dilaksanakan di Hotel Barobudur, Jakarta pada tanggal 23-24 April 2013. Dimana dalam Konferensi tersebut dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari Indonesia, Yordania, Jepang, Taiwan, Myanmar, Thailand, Kamboja, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Mesir, Oman, Arab Saudi, Sudan, dan Timor Timur. Konferensi ini dimotivasi oleh keinginan bersama untuk mempromosikan pesan suci Islam, yaitu persaudaraan, toleransi, peradaban, dan perdamaian. Konferensi juga bertujuan untuk merespon persepsi negatif tentang Islam di dunia.

Sumber : Blogger Kompasiana

About Abu Nisrina

Check Also

Hukum Allah

Oleh: Muhsin Labib Satu Islam – Saya bermalam di rumah teman di sebuah desa yang …

84 comments

  1. Perlu dipertanyakan di buku itu, apakah para penulisnya sudah membaca Risalah Amman ?

  2. bagi saya justru ulasan kenapa anda menolak yg aneh. Rasulullah itu sudah menegaskan utk tidak berkompromi dg orang-orang yg menyesatkan Islam. Ali bin Abi Thalib aja bersumpah mau membunuh moyangnya syi’ah yg yahudi.

    anda bicara soal ukhuwah islamiyah? bullshit! liat noh syi’ah membantai sunni di timur tengah. bagian mana nya yang ukhuwah islamiyah? jangan bicara soal ukhuwah islamiyah kalo sejarah, ilmu & perjalanan syiah aja anda gak paham.

    toleransi itu ada batasannya. kalo emang salah ya ngapain di toleransi. cabut, biar nggak tambah tumbuh. soalnya merusak.

    • Ali al Mujtaba

      Bagi yang menyatakan syi’ah Ali itu kafir dialah yang kafir! Demi Alloh dijamin! Ane berani mubahalah!

      • Ali, siapapun yg menghina salah satu dari 4 dari sahabat nabi termasuk ali adalah kafir. termasuk anda juga. Syiah kita ketahui selalu melaknat sahabat. nggak usah mubahalah, berantem aja kalo sanggup

        • Manusia itu terbagi atas 2 jenis intelektual, Pintar dan Goblok. Untuk itu Allah wajibkan kepada si Pintar untuk mengajari si GOBLOK. sebab itulah si-GOBLOK ini perlu pemimpin (ulil amri) seperti yang dijelaskan dalam Q.s. Annisa:59. Dalam Annisa:59 juga dikatakan jika masih berselisih paham maka kembalikan pada Al-quran. Nah, si Goblok inikan juga tidak terlalu memahami isi Al-quran, maka si pintar wajib menjelaskan. Itu sebabnya, si-pintar ini haruslah seorang yang memahami urusan dunia dan akhirat, orang yang suci dari dosa. siapa manusia yang suci dari dosa itu yaitu hanya Nabi, Rasulullah SAW dan Ulil Amri Rasulullah saw (qs. Al-azhab:33).

          dari penjelasan diatas, semoga bisa di pahami perbedaan ULIL Amri (pemimpin) dan SAHABAT.

        • Khususon jk menghina Ali bin Abi Tholib yg sangat hebat itu.

    • Mmgnya sejauh mana nona muda pahami ttg mazhab Islam yg diakui sbg Islam ?

    • yang menentang buku ini pasti belum faham aqidah agama syiah,, yang sangat bertentangan dengan aqidah ulama ahlu sunnah,, seperti imam yg 4:imam syafii ,dll
      syukron

    • udah ketahuan kali yaaaaa, ini emang websitenya syiah HAHA

  3. Tidak ada yang aneh dalam buku tersebut, justru motivasi dan tujuan MUI menulis buku itu adalah berdasarkan Fatwa MUI 1984 tentang mewaspadai agama Syi’ah.

    Selain itu, buku ini cukup obyektif dan jujur untuk dibaca semua kalangan (bukan saja Muslim), agar mereka dan kita bisa mengenal apa itu Syi’ah? dan bagaimana mereka lahir dan bertindak? dan apa dasar iman dan aqidahnya?

    Saya rasa cukup bagus untuk bisa membandingkan dan membentengi iman aqidah umat Muslim yang tidak se-iman dan se-aqidah dengan Syi’ah (terutama rafidah dan Ismailiyah).

  4. 3 ALASAN SAYA SETUJU DENGAN BUKU “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” KELUARAN MUI

    1. DI Dalam buku itu di jelaskan secara gamblang yang tadinya masih abu-abu dan mendasar apa itu pokok2 yg menjadi akidah SYiah (SYIAH BUKAN ISLAM) jadi buku itu tidak melanggar Ukuah Islamiah di Indonesia. karena SYIAH ITU TIDAK TERMASUK ISLAM.

    2. Buku itu tidak melanggar Persatuan Umat Islam. (Karena memang Syiah itu Bukan Islam melainkan Yahudi jadi-jadian)

    3. Buku tersebut SANGAT TIDAK bertolak belakang dengan 9 hasil konferensi Internasional Islam yang dilaksanakan di Hotel Barobudur, Jakarta pada tanggal 23-24 April 2013. Yang akan mempromosikan pesan suci Islam, yaitu persaudaraan, toleransi, peradaban, dan perdamaian. Konferensi juga bertujuan untuk merespon persepsi negatif tentang Islam di dunia. (Karena Syiah Bukan Bagian dari Islam. Bahkan sangat menjunjung tinggi perdamaian dalam dunia Islam karena konflik2 di Negara2 Islam berasal dari SYIAH itu sendiri seperti Iraq, Iran, dan belakangan ini adalah Suriah)

  5. Arief Rahman Hadi

    Saya kira anda membantah isi buku atau jawaban atas kesalahan isi buku…. berarti, apa yg ada atau dipaparkan penulis dalam buku itu adalah benar,biar masyarakat/pembaca yg menilai….

  6. Ah.. Gitu aja kok Repot…
    Islam tidak perlu dibela…..

  7. Budi sebastian

    Saya mengenal Islam yg damai malah dr teman teman saya yg Syiah.Saya seorang Nasrani

    • trik kaum nasrani.
      bersahabat dgn syiah krn mereka tahu syiah sangat benci sunni. jika syiah membesar kaum nasrani tinggal duduk menunggu siapa pemenang perang syiah vs sunni, disaat mereka lelah, nasrani menyabot dr belakang.
      trik syiah untuk membesarkan diri.
      selalu memuji NU agar mendapat perlindungan. dengan alasan amalan NU sedikit mirp dengan syiah. itulah yg selalu didengungkan.
      umat mesti waspada.

  8. Ini website syiah ya? Harusnya kalian baca betul-betul Deklarasi Amman itu baru berkoar.
    Dalam Deklarasi Amman disebutkan bahwa dilarang menyebarkan faham syiah di negeri Sunni.
    Indonesia negeri Sunni, dilarang menyebarkan faham sesat kalian disini.
    Itu prinsip dasar Deklarasi Amman yang mesti kalian camkan!
    Soal yang mau muhabalah, dimana kau mau muhabalah? Kutunggu di Medan!

    • dari pada mubahalah, ajak berantem saja itu si Ali syiah, punya nyali nggak. itulah hebatnya syiah suka berdusta termasuk soal deklarasi Amman.

  9. susah kl berdialog sama orang yang esmosi dan berpengetahuan sedikit, niatnya bkn mencari kebenran tapi mencari permusuhan.. ya resiko dahg kl imannya taklid buta……… mengutamakankan esmosi, smntra musuh islam dan kucing juga ketawa…..wkwkwkwk

  10. henry muaarich

    setuju dengan yg diatas saya. kadang untuk mencari tahu bukti dan kebenaran anda harus datang langsung ke sumbernya.

    di daerah mana di timur tengah syiah membantai sunni…? contoh di irak (yang katanya mayoritas syiah), dulu saddam hussein (katanya org sunni) saat berkuasa banyak membantai orang syiah juga. coba cari tahu berapa banyak orang indonesia yang tinggal dan bekerja di irak, apakah mereka berarti juga dibantai oleh orang syiah disana…? padahal mereka beranggapan orang indonesia adalah orang sunni lho..

    sekarang apa akibatnya menurut anda kalau negara iran dan saudi arabia beserta negara-negara timur tengah lainnya akhirnya bersatu…? eksplorasi minyak bumi besar-besaran di timur tengah akan seperti apa…? lalu siapa yang akan memegang kontrol atas minyak dunia…? apakah tetap amerika… atau yahudi…?

    musuh islam yang sebenarnya masih akan tertawa selama islamnya sendiri di dalamnya masih saling cakar-cakaran dan saling bantai.. jadi mereka ngga perlu capek-capek angkat senjata buat hancurkan islam…

  11. Islam itu cinta damai … bukan egois ingin masuk surga sendiri. Islam itu rahmatan lil ‘alamin ….

  12. Assalaamu ‘alaikum warahmatullah !!!

    Semoga Allah merahmati kita yang murni keislamannya berdasarkan Al-qur’an dan Hadits.
    Melaknat orang-orang munafik, yang syahadatnya pun tidak berdasarkan Al-qur’an dan hadits.

  13. Cari tau dulu kebenerannya jangan langsung mencaci apalagi sesama muslim, jangan hanya mendengar, melihat atau membaca (bacapun belum tentu bener itu dari sumbernya atau bukan) tapi tanyakan langsung ke sumbernya barulah kita bisa menilai.

  14. Banyak banget yah orang yang benci syiah. Malah mau bunuh2an. Aduh. Gimana islam mau maju ini. Sesamanya aja masih saling bunuh. Teman2 yang benci syiah pernah baca buku2 orang syiah gak?

    Saya curiga banyak orang yang paranoid sebelum mencoba mencari tau kebenarannya. Akhirnya cuma bisa mencaci maki. Sesungguhnya hidup itu untuk orang yang berfikir. Sesungguhnya orang yang berfikir adalah yang mencari kebebaran bukan yang mempercayai pergunjingan dan asumsi.

  15. Syi’ah itu ibarat ANJING//

  16. Syi’ah itu darahnya sudah halal untuk dipenggal//

  17. Terlalu naif jika mengatakan orang yang menganggap syiáh adalah perusak ukhwah islamiyah. Salah satu pokok ajaran syiáh rofidzoh (Iran) adalah melaknat para sahabat, melulu itu saja anda tau siapa perusak ukhwah islamiyah sebenarnya.

    Bohong besar jika anda merasa tau apa itu syiáh.

  18. Org stress nerima syiah.. agama islam dirubah rubah masa dibiarkan para sahabat dikafirkan nikah mutah yg jelas haram di legaskan dan byk lagi.. akidah dan imannya ditanyakan tuh prg

  19. Tak perlu saling menarik otot…
    muslim tidak pernah mengajarkan berdebat dengan otot apalagi saling menghina…
    Ingat…jika dimana ada ke ragu raguan…
    maka Al’Quran dan Hadis Nabi solusinya…
    karna sebenarnya aalah agama itu suatu wadah..
    untuk pembentukan akhlak, dimana dapatkah kita menjadi lebih baik dlm kehidupan…
    mengerti bahwa adanya Allah sang pencipta..
    agama adalah suatu aturan agar kita tak salah jalan..
    agar kita saling mengasihi sesama manusia, tak saling menyakiti…
    muslim itu sangat indah…

  20. Dah curiga dengab nih situs, judulnya satu islam. Keinginan orang syiah biar bersatu dengan muslim sunni hehehe. No way!

  21. Subhanalloh… Ternyata bner juga… Hampir semua situs ttg islam… Adalah orang2 syiah… Yg coba mempropagandakan islam… semoga orang syiah di laknat allah swt…

  22. saya mendapat pembagian buku ini. isinya sangat tidak bermutu dan memutar balikkan fakta….tetapi ada bagusnya juga…..di dalamnya memuat seluruh link website dan majlis syiah…sehingga bagi siapapun yang penasaran dan ingin mengetahui lebih banyak , bisa merujuk kepada link tersebut….thanks “MUI”..sudah membantu mengenalkan syiah di Indonesia

  23. masalah pokok dari suatu agama ya Islam adalah masalah keimanan. keimanan dalam Islam sudah jelas dikenal dengan adanya rukun Islam dan rukun iman. syahadat dalam rukun imam merupakan gambaran kristalisasi dari rukun imannya. sementara ihsan merupakan roh dari pengamalan semua rukun tersebut.

    tat kala rukun imannya diobok-obok seperti harus menambah keyakinan pada ‘sang’ imam yang dua belas, maka suka atau tidak suka mereka yang meyakini itu sudah ke luar dari jalur Islamnya.

    ya ditambah lagi tidak meyakini sepenuh hati tentang kebenaran Al Qur’an yang beredar saat ini, jadi kedua unsur keimanan sudah dialihkan pada keyakinannya sendiri.

    wajarlah jika syiah dan pengikutnya menyatakan sebagai bentuk agama sendiri di luar Islamnya.

  24. Begini saja, bagi yg pengetahuannya dalam tentang Syi’ah, bisa ngasih referensi buku atau website terpercaya yg jelasin pokok ajaran Syi’ah ngga? Terutama tentang 12 imam, apa awal mula munculnya penghormatan pada 12 imam ini, dan gimana sejarahnya bisa terpilih 12 imam ini, apakah ada di hadits dan Al Qur’an?

    Jadi, bagi yg Sunni pun coba juga baca buku2 dan kitab dari Syi’ah, biar lebih tahu seperti apa ajarannya, klo memang bertentangan dengan iman kalian, ya tinggal ditolak saja kan? Jadi menolaknya ngga sekadar dari obrolan2 dan kabar2 dari media dan orang2 sekitar aja, tapi memang menolak karena udah baca ajaran2 Syi’ah dari sumber Syi’ah yang terpercaya. Dan merasa memang buku2 dan kitab tersebut sangat berbeda dengan yg kalian (Sunni) imani selama ini. Ingat, jangan mencantumkan sumber sembarangan dari media2 umum aja, cantumkan sumber dari kitab2 dan buku yg penulisnya terpercaya.

  25. Syiah bukan ISLAM. Syiah bukan AGAMA. Syiah LAKNAT

  26. dedengkotnya aja sudah mendeklarasikan Tuhanya Syiah beda dengan Tuhannya Nabi Muhammad..apa masih perlu dibela2in lg tu syiah?

  27. kita memang harus bertabayyun sebelum memvonis..
    dan hasilnya jelas memang kalau SYIAH BUKAN ISLAM , da yg meragukan berarti perlu dipertanyakan Aqidah dan ilmunya..

    jangan-jangan dia “tong kosong nyaring bunyinya” , Lolllll
    buat yg ngajak duel di atas , mau nanya mubahalah atau muhabalah? 😀

    website ini berbahaya pula , liat nanti insya Alloh kita akan ungkap dengan sebenar-benarnya!!!! YG BENAR HANYA ADA SATU..

  28. sebenarnya kalau kita jujur, bahwa di dalam islam sendiri tidak ada mahzab, sekte, atau aliran. logikanya Tuhan itu satu, nabi Muhammad SAW juga satu, dan al kitab (Al Qur’an) pun juga satu, maka mustahil di dalam ajran yang satu sumber itu melahirkan banyak firqoh, mahzab, dll. kalaupun ada identitas tersebut, maka sebenarnya hakikinya bukan islam yang banyak tapi pemahaman para penerus islam lah yang menyebabkan perpecahan itu.kalau syiah saja bukan islam, maka apalagi sunni? bagi saya tidak penting sunni atau syiah, selama ia mengenal dengan benar eksistensi agama murni dari Tuhan yang dibwa oleh nabi Adam as hingga nabi Muhammad SAW, yang kalau kita jeli maka seluruh rangkaian ajaran para nabi itu adalah Islam. Islam yang benar adalah mereka yang konsisten dan selalu taat mutlak kepada Tuhan (Allah), rosul, dan Ulil Amri di semua jamannya. karena makna Islam yang hakiki sebenarnya adalah keberserahan diri total kita kepada Tuhan yang telah dikenal dengan seluruh hukum sebagai manifestasiNYA.

    • sebenarnya kalau kita jujur, bahwa di dalam islam sendiri tidak ada mahzab, sekte, atau aliran. logikanya Tuhan itu satu, nabi Muhammad SAW juga satu, dan al kitab (Al Qur’an) pun juga satu, maka mustahil di dalam ajran yang satu sumber itu melahirkan banyak firqoh, mahzab, dll. kalaupun ada identitas tersebut, maka sebenarnya hakikinya bukan islam yang banyak tapi pemahaman para penerus islam lah yang menyebabkan perpecahan itu.kalau syiah saja bukan islam, maka apalagi sunni? bagi saya tidak penting sunni atau syiah, selama ia mengenal dengan benar eksistensi agama murni dari Tuhan yang dibwa oleh nabi Adam as hingga nabi Muhammad SAW, yang kalau kita jeli maka seluruh rangkaian ajaran para nabi itu adalah Islam. Islam yang benar adalah mereka yang konsisten dan selalu taat mutlak kepada Tuhan (Allah), rosul, dan Ulil Amri di semua jamannya. karena makna Islam yang hakiki sebenarnya adalah keberserahan diri total kita kepada Tuhan yang telah dikenal dengan seluruh hukum sebagai manifestasiNY

  29. justru menjadi aneh, jika kita sibuk dengan urusan khilafiah yang sebenarnya tidak perlu terjadi di dalam ajaran islam, sedangkan nilai universal dan pengabdian sosial ala islam menjadi terlupakan oleh mereka yang katanya mengaku “paling Islam”. saling caci, saling hujat, saling benci, saling menyesatkan, dan saling mengkafirkan adalah tanda mereka tidak memahami apa inti ajaran islam, baik ia sebagai sunni dan lebih-lebih ia sebagai syiah.. sudah sangat jelas ulama sedunia dalam kongresnya menyebutkan ada 8 mahzab (kalau memang mahzab di dalam islam dipandang perlu sebagai identitas) yang termasuk islam. Dan diantara mahzab itu selain ada mahazab syafi’i, hambali, hanafi, dan maliki juga ada mahzab jakfari, atau mahzab ahlul bait nabi, atau mahzab syiah. jadi kalau ulama yang dianggap paling tahu tentang pemahaman agama islam sebagai makom keilmuan, maka apa tidak malu kita kepada mereka yang sudah belajar susah payah dan mengajarkan pula sebagai dakwah wajibnya. Apa tidak kurang ajar kita terhadap mereka para ulama yang lebih tahu dari kita ini. Meerka adalah pemegang amanah rosul. Mereka adalah pewaris kenabian. “Al ulama warosatun anbiya”..kata nabi. Kalau mereka saja sudah tidak kita anggap maka lantas apa maunya kita dengan ajran islam suci nabi ini? atau jangan-jangan kita lah yang sesat dengan agama ini karena tidak taat terhadap para ulama? Atau mungkin kita yang sok pintar dengan mudah menjustifikasi sesuatu yang tidak ada dasarnya, tidak ada fakta otentiknya, tidak ada dalil dan argumentasinya, tidak ada sumber rujukannya, dan tidak ada sumber rujukannya. Bisa jadi, mereka yang kita anggap sesat justru sebaliknya. Dan kalau kita memang benar maka kita harus bisa buktikan bahwa itu kebenaran yang bernilai benar dihadapan Allah dan Rosulny. Begitulah Tuhan menyuruh kita untuk merenung dan mengkaji sesuatu apabila ada perbedaan diantara kita.
    Salam damai, Rahayu, Peace

    • justru menjadi aneh, jika kita sibuk dengan urusan khilafiah yang sebenarnya tidak perlu terjadi di dalam ajaran islam, sedangkan nilai universal dan pengabdian sosial ala islam menjadi terlupakan oleh mereka yang katanya mengaku “paling Islam”. saling caci, saling hujat, saling benci, saling menyesatkan, dan saling mengkafirkan adalah tanda mereka tidak memahami apa inti ajaran islam, baik ia sebagai sunni dan lebih-lebih ia sebagai syiah.. sudah sangat jelas ulama sedunia dalam kongresnya menyebutkan ada 8 mahzab (kalau memang mahzab di dalam islam dipandang perlu sebagai identitas) yang termasuk islam. Dan diantara mahzab itu selain ada mahazab syafi’i, hambali, hanafi, dan maliki juga ada mahzab jakfari, atau mahzab ahlul bait nabi, atau mahzab syiah. jadi kalau ulama yang dianggap paling tahu tentang pemahaman agama islam sebagai makom keilmuan, maka apa tidak malu kita kepada mereka yang sudah belajar susah payah dan mengajarkan pula sebagai dakwah wajibnya. Apa tidak kurang ajar kita terhadap mereka para ulama yang lebih tahu dari kita ini. Meerka adalah pemegang amanah rosul. Mereka adalah pewaris kenabian. “Al ulama warosatun anbiya”..kata nabi. Kalau mereka saja sudah tidak kita anggap maka lantas apa maunya kita dengan ajran islam suci nabi ini? atau jangan-jangan kita lah yang sesat dengan agama ini karena tidak taat terhadap para ulama? Atau mungkin kita yang sok pintar dengan mudah menjustifikasi sesuatu yang tidak ada dasarnya, tidak ada fakta otentiknya, tidak ada dalil dan argumentasinya, tidak ada sumber rujukannya, dan tidak ada sumber rujukannya. Bisa jadi, mereka yang kita anggap sesat justru sebaliknya. Dan kalau kita memang benar maka kita harus bisa buktikan bahwa itu kebenaran yang bernilai benar dihadapan Allah dan Rosulny. Begitulah Tuhan menyuruh kita untuk merenung dan mengkaji sesuatu apabila ada perbedaan diantara kita.
      Salam damai, Rahayu, Peace

  30. sorry, salah ketik namaku yuzarsif

  31. Sebenarnya kalau kita jujur, bahwa di dalam islam sendiri tidak ada mahzab, sekte, atau aliran. logikanya Tuhan itu satu, nabi Muhammad SAW juga satu, dan al kitab (Al Qur’an) pun juga satu, maka mustahil di dalam ajran yang satu sumber itu melahirkan banyak firqoh, mahzab, dll. kalaupun ada identitas tersebut, maka sebenarnya hakikinya bukan islam yang banyak tapi pemahaman para penerus islam lah yang menyebabkan perpecahan itu.kalau syiah saja bukan islam, maka apalagi sunni? bagi saya tidak penting sunni atau syiah, selama ia mengenal dengan benar eksistensi agama murni dari Tuhan yang dibwa oleh nabi Adam as hingga nabi Muhammad SAW, yang kalau kita jeli maka seluruh rangkaian ajaran para nabi itu adalah Islam. Islam yang benar adalah mereka yang konsisten dan selalu taat mutlak kepada Tuhan (Allah), rosul, dan Ulil Amri di semua jamannya. karena makna Islam yang hakiki sebenarnya adalah keberserahan diri total kita kepada Tuhan yang telah dikenal dengan seluruh hukum sebagai manifestasiNYA. justru menjadi aneh, jika kita sibuk dengan urusan khilafiah yang sebenarnya tidak perlu terjadi di dalam ajaran islam, sedangkan nilai universal dan pengabdian sosial ala islam menjadi terlupakan oleh mereka yang katanya mengaku “paling Islam”. saling caci, saling hujat, saling benci, saling menyesatkan, dan saling mengkafirkan adalah tanda mereka tidak memahami apa inti ajaran islam, baik ia sebagai sunni dan lebih-lebih ia sebagai syiah.. sudah sangat jelas ulama sedunia dalam kongresnya menyebutkan ada 8 mahzab (kalau memang mahzab di dalam islam dipandang perlu sebagai identitas) yang termasuk islam. Dan diantara mahzab itu selain ada mahazab syafi’i, hambali, hanafi, dan maliki juga ada mahzab jakfari, atau mahzab ahlul bait nabi, atau mahzab syiah. jadi kalau ulama yang dianggap paling tahu tentang pemahaman agama islam sebagai makom keilmuan, maka apa tidak malu kita kepada mereka yang sudah belajar susah payah dan mengajarkan pula sebagai dakwah wajibnya. Apa tidak kurang ajar kita terhadap mereka para ulama yang lebih tahu dari kita ini. Meerka adalah pemegang amanah rosul. Mereka adalah pewaris kenabian. “Al ulama warosatun anbiya”..kata nabi. Kalau mereka saja sudah tidak kita anggap maka lantas apa maunya kita dengan ajran islam suci nabi ini? atau jangan-jangan kita lah yang sesat dengan agama ini karena tidak taat terhadap para ulama? Atau mungkin kita yang sok pintar dengan mudah menjustifikasi sesuatu yang tidak ada dasarnya, tidak ada fakta otentiknya, tidak ada dalil dan argumentasinya, tidak ada sumber rujukannya, dan tidak ada sumber rujukannya. Bisa jadi, mereka yang kita anggap sesat justru sebaliknya. Dan kalau kita memang benar maka kita harus bisa buktikan bahwa itu kebenaran yang bernilai benar dihadapan Allah dan Rosulny. Begitulah Tuhan menyuruh kita untuk merenung dan mengkaji sesuatu apabila ada perbedaan diantara kita.
    Salam damai, Rahayu, Peace

    • Sebenarnya kalau kita jujur, bahwa di dalam islam sendiri tidak ada mahzab, sekte, atau aliran. logikanya Tuhan itu satu, nabi Muhammad SAW juga satu, dan al kitab (Al Qur’an) pun juga satu, maka mustahil di dalam ajran yang satu sumber itu melahirkan banyak firqoh, mahzab, dll. kalaupun ada identitas tersebut, maka sebenarnya hakikinya bukan islam yang banyak tapi pemahaman para penerus islam lah yang menyebabkan perpecahan itu.kalau syiah saja bukan islam, maka apalagi sunni? bagi saya tidak penting sunni atau syiah, selama ia mengenal dengan benar eksistensi agama murni dari Tuhan yang dibwa oleh nabi Adam as hingga nabi Muhammad SAW, yang kalau kita jeli maka seluruh rangkaian ajaran para nabi itu adalah Islam. Islam yang benar adalah mereka yang konsisten dan selalu taat mutlak kepada Tuhan (Allah), rosul, dan Ulil Amri di semua jamannya. karena makna Islam yang hakiki sebenarnya adalah keberserahan diri total kita kepada Tuhan yang telah dikenal dengan seluruh hukum sebagai manifestasiNYA. justru menjadi aneh, jika kita sibuk dengan urusan khilafiah yang sebenarnya tidak perlu terjadi di dalam ajaran islam, sedangkan nilai universal dan pengabdian sosial ala islam menjadi terlupakan oleh mereka yang katanya mengaku “paling Islam”. saling caci, saling hujat, saling benci, saling menyesatkan, dan saling mengkafirkan adalah tanda mereka tidak memahami apa inti ajaran islam, baik ia sebagai sunni dan lebih-lebih ia sebagai syiah.. sudah sangat jelas ulama sedunia dalam kongresnya menyebutkan ada 8 mahzab (kalau memang mahzab di dalam islam dipandang perlu sebagai identitas) yang termasuk islam. Dan diantara mahzab itu selain ada mahazab syafi’i, hambali, hanafi, dan maliki juga ada mahzab jakfari, atau mahzab ahlul bait nabi, atau mahzab syiah. jadi kalau ulama yang dianggap paling tahu tentang pemahaman agama islam sebagai makom keilmuan, maka apa tidak malu kita kepada mereka yang sudah belajar susah payah dan mengajarkan pula sebagai dakwah wajibnya. Apa tidak kurang ajar kita terhadap mereka para ulama yang lebih tahu dari kita ini. Meerka adalah pemegang amanah rosul. Mereka adalah pewaris kenabian. “Al ulama warosatun anbiya”..kata nabi. Kalau mereka saja sudah tidak kita anggap maka lantas apa maunya kita dengan ajran islam suci nabi ini? atau jangan-jangan kita lah yang sesat dengan agama ini karena tidak taat terhadap para ulama? Atau mungkin kita yang sok pintar dengan mudah menjustifikasi sesuatu yang tidak ada dasarnya, tidak ada fakta otentiknya, tidak ada dalil dan argumentasinya, tidak ada sumber rujukannya, dan tidak ada sumber rujukannya. Bisa jadi, mereka yang kita anggap sesat justru sebaliknya. Dan kalau kita memang benar maka kita harus bisa buktikan bahwa itu kebenaran yang bernilai benar dihadapan Allah dan Rosulny. Begitulah Tuhan menyuruh kita untuk merenung dan mengkaji sesuatu apabila ada perbedaan diantara kita.
      Salam damai, Rahayu, Peace

  32. MENGENAL SYI’AH

    Hakikat Sang Yahudi Pendiri Syiah
    Sabtu 16 Zulkaedah 1434 / 21 September 2013 17:41

    LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) yang dipimpin H. Amin Jamaludin menyusun sebuah buku berjudul “Mengapa Kita Menolak Syi’ah.” Buku ini berisi tentang kumpulan makalah yang menyoroti kesesatan Syi’ah yang disampaikan di Aula Masjid Istiqlal tahun 1997, di antara para tokoh Islam yang menyampaikan makalah tersebut adalah Drs. K.H. Moh. Dawam Anwar, K.H. Irfan Zidniy, M.A, K.H. Thohir Al Kaff, Drs. Nabhan Husein, K.H. Abdul Latief Muchtar, M.A, DR. M. Hidayat Nur Wahid dan Syu’bah Asa.

    Buku yang diberi pengantar oleh K.H. Hasan Basri sebagai ketua umum MUI pada waktu itu merupakan sebuah bukti bahwa kesesatan Syi’ah telah menjadi perhatian para cendekiawan muslim sejak lama. Selain ketua umum MUI, tokoh-tokoh dari berbagai ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, DDII dan yang lainnya ikut memberikan pengantar dalam buku tersebut.

    Buku ini seharusnya menjadi salah satu rujukan bagi kaum muslimin dan para ulama yang memiliki peran penting di tengah umat Islam, agar kita tak berselisih lagi mengenai kesesatan Syi’ah dan membendung agresifitas penyebarannya di berbagai daerah.

    Salah satu tulisan atau makalah menarik yang disajikan dalam buku tersebut adalah makalah berjudul “Siapa Abdullah bin Saba’” yang menjelaskan sosok Abdullah bin Saba’ sekaligus mengungkap mengapa Syi’ah berusaha menghapus figur Abdullah bin Saba’ dari panggung sejarah. Berikut ini adalah kutipan lengkapnya.

    Ada sebuah buku yang berjudul “Abdullah bin Saba’ Benih Perpecahan Ummat” yang ditulis oleh M. Hashem dan diterbitkan oleh YAPI, Bandar Lampung.

    Buku tersebut telah beredar dan laku keras, pada dasarnya sesungguhnyalah isi buku tersebut merupakan saduran dari buku yang berjudul “Abdullah bin Saba’” yang ditulis oleh Murtadha Al Askari, seorang imam Syi’ah yang bermukim di Irak.

    Siapakah Abdullah bin Saba’?

    Abdullah bin Saba’ adalah seorang Yahudi berasal dari Shan’a, Yaman yang datang ke Madinah kemudian berpura-pura setia kepada Islam pada masa Khilafah Utsman bin Affan R.A. padahal dialah yang sesungguhnya mempelopori kudeta berdarah dan melakukan pembunuhan kepada khalifah Utsman bin Affan, dialah juga pencetus aliran Syi’ah yang kemudian mengkultuskan Ali bin Abi Thalib R.A.

    Di antara isu-isu yang disebarkan oleh Abdullah bin Saba’ untuk memecah belah Umat Islam pada saat itu antara lain:

    Bahwa Ali bin Abi Thalib R.A telah menerima wasiat sebagai pengganti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (An Naubakhti , firaq As Syi’ah, hal. 44)
    Bahwa Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan R.A. adalah orang-orang zhalim, karena telah merampas hak khilafah Ali R.A. setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Umat Islam saat itu yang membai’at ketiga khilafah tersebut dinyatakan kafir. (An Naubakhti, op cit, hal. 44)
    Bahwa Ali bin Abi Thalib adalah pencipta semua mahluk dan pemberi rezeki. (Ibnu Badran, Tahdzib al Tarikh al Dimasyq, Juz VII, hal. 430)
    Bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan kembali lagi ke dunia sebelum hari kiamat, sebagaimana kepercayaan akan kembalinya Nabi Isa A.S. (Ibnu Badran, op cit, juz VIII, hal. 428)
    Bahwa Ali R.A. tidak mati, melainkan tetap hidup di angkasa. Petir adalah suaranya ketika marah dan kilat adalah cemetinya. (Abd. Al Thahir Ibnu Muhammad Al Baghdadi, Al Firaq Baina Al Firaq, hal. 234)
    Bahwa ruh Al Quds berinkarnasi ke dalam diri para Imam Syi’ah . (Al Bad’u wa Al Tarikh, juz V, hal. 129, th 1996)
    Dan lain-lain
    Dapat ditambahkan pula bahwa Abu Muhammad  al Hasan Ibnu Musa An Naubakhti , seorang ulama Syi’ah yang terkemuka, di dalam bukunya  “Firaq As Syi’ah” hal. 41-42 mengatakan bahwa Ali R.A. pernah hendak membunuh Abdullah bin Saba’ karena fitnah dan kebohongan yang disebarkan, yakni menganggap Ali sebagai tuhan dan mengaku dirinya sebagai Nabi, akan tetapi tidak jadi karena tidak ada yang setuju. Lalu sebagai gantinya Abdullah bin Saba’ dibuang ke Mada’in, ibu kota Iran di masa itu.

    Apa Persoalannya?

    M. Hashem di dalam bukunya tersebut mencoba untuk menghilangkan figur Abdullah bin Saba’ dari sejarah, alasannya:

    Seluruh berita tentang Abdullah bin Saba’ yang ditulis dalam buku-buku sejarah baik oleh Ibnu Katsir, Ibnu Atsi, Ahmad Amin, Nicholson, Wehausen maupun yang lainnya, mengutip dari buku sejarah tulisan Ath Thabari.
    Sedangkan Ath Thabari memperoleh berita tentang Abdullah bin Saba’ melalui jalur Saif bin Umar At Tamimi.
    Padahal Saif bin Umar At Tamimi dikenal sebagai perawi yang lemah, suka berdusta dan tidak bisa dipercaya. Demikian menurut ahli-ahli hadits seperti Ibnu Hajar, Ibnu Hibban, Al Hakim, nasa’i dan lain-lain.
    Oleh karena itu kata M. Hasem berita tentang Abdullah bin Saba’ yang ditulis dalam buku sejarah dengan mengambil sumber buku Ath Thabari tak dapat dipercaya, karena dalam setiap jalur riwayat (sanad) yang diambil oleh Ath Thabari terdapat Saif bin Umar At Tamimi. Begitu kata M. Hashem (lihat skema hal. 81). Hanya dengan alasan itu saja M. Hashem menyimpulkan bahwa yang disebut Abdullah bin Saba’ adalah tokoh fiktif yang tidak pernah ada.

    Buku tersebut ternyata ada juga pengaruhnya di kalangan intelektual (yang tidak berpendirian) seperti mendiang Nurcholis Majid (Tempo, 19 Desember 1987, hal. 102) atau yang serupa dengannya dan mereka yang tidak mempunyai pengetahuan tentang sejarah Islam.

    Sebenarnya yang mengatakan bahwa Abdullah bin Saba’ adalah tokoh fiktif, sudah agak lama juga muncul. Pendapat tersebut dipelopori oleh orientalis dan dikembangkan oleh Murtadah Al Askari, seorang tokoh Syi’ah pertengahan abad XX yang berasal dari Iraq.

    Kemudian diikuti oleh; Dr. Kamal Asy-Syibi, Dr. Ali Al-Wardi (keduanya murid orientalis dari Iraq). Dr. Thaha Husein, Dr. Muhammad Kamil Husein, Thalib Al Husein, Al Rifa’i (murid-murid orientalis dari mesir), Muhammad Jawad Al mughniyah, Dr. Abdullah Fayyah (murid-murid orientalis dari Libanon).

    Bagaimana Sebenarnya?

    Saif bin Umar At Tamimi memang dinyatakan lemah dan tidak dapat dipercaya oleh ulama hadits, tapi dalam masalah yang ada hubungannya dengan hukum Syari’ah, bukan dalam bidang sejarah.

    Berita tentang adanya Abdullah bin Saba’ tidak hanya melalui jalur Saif bin Umar At Tamimi saja. Malah Abu Amr Muhammad ibnu Umar Al izz Al Kasyi (imam hadits dari kalangan Syi’ah sendiri) meriwayatkan Abdullah bin Saba’ melalui 7 jalur, tanpa melalui Saif bin Umar At tamimi yang dianggap lemah itu. Yaitu dari:

    Dari Muhammad ibnu Kuluwaihi Al Qummy dari Sa’ad ibnu Abdullah ibnu Abi Khalaf, dari Abdurrahman ibnu Sinan, dari Abdu Ja’far A.S. (Rijal Al Kasyi, hal. 107).
    Dari Muhammad ibnu Kuluwaihi, dari Sa’ad ibnu Abdillah dari Ya’qub ibnu Yazid dan Muhammad ibnu Isa, dari Abu Umair, dari Hisyam Ibnu Salim dari Abu Abdillah A.S. (Rijal Al Kasyi, hal. 107).
    Dari Muhammad ibnu Kuluwaihi, dari Sa’ad ibnu Abdillah dari Ya’qub ibnu Yazid dan Muhammad ibnu Isa dari Ali ibnu Mahzibad, dari Fudhallah ibnu Ayyud Al Azdi, dari Aban ibnu Utsman dari Abu Abdillah A.S. (Rijal Al Kasyi, hal. 107).
    Dari Ya’qub ibnu Yazid, dari Ibnu Abi Umair dan Ahmad ibnu Muhammad ibnu Isa dari Ayahnya dan Husein Ibnu Sa’id, dari Ibnu Abi Umair, dari Hisyam ibnu Salim, dari Abu Hamzah Ats Tsumali, dari Ali ibnu Husein. (Rijal Al Kasyi, hal. 108).
    Dari Sa’ad ibnu Abdillah, dari Muhammad ibnu Khalid Ath Thayalisi, dari Abdurrahman ibnu Abi Najras, dari Ibnu Sinan, dari Abu Abdillah A.S. (Rijal Al Kasyi, hal. 108).
    Dari Muhammad ibnu Al Hasan, dari Muhammad Al Hasan Ash Shafadi, dari Muhammad ibnu Isa, dari Qasim ibnu Yahya, dari kakeknya Al Hasan ibnu Rasyid, dari Abi Bashir, dari Abu Abdillah A.S. (Al Shaduq, Ila Al Syara’i’I, cetakan ke II, hal. 344).
    Dari Sa’ad ibnu Abdillah, dari Muhammad Isa ibnu Ubaid Al Yaqthumi, dari Al Qasim ibnu Yahya, dari kakeknya Al Hasan Ibnu Rasyid, dari Abi Bashir dan Muhammad ibnu Muslim, dari Abi Abdillah A.S. (Ash Shaduq, Al Khisal, cetakan tahun 1389 H, hal. 628).
    Demikian dari kalangan Syi’ah sendiri.

    Adapun dari kalangan Sunni, Al Hafiz Ibnu Hajar Al Asqalani di dalam bukunya “lisan al mizan” (jilid III, hal. 289-290, cetakan I, tahun 1330 H) meriwayatkan tentang Abdullah bin Saba’ melalui enam jalur yang juga tanpa melalui jalur Saif bin Umar At Tamimi. Yaitu:

    Dari Amr ibnu Marzuq, dari Syu’bah, dari Salamah ibnu Kuhail, dari Zaid ibnu Wahab, dari Ali bin Abi Thalib R.A.
    Dari Abu Ya’la Al Muslihi, dari Abu Kuraib, dari Muhammad ibnu Al Hasan Al Aswad, dari Harun ibnu Shahih, dari Al Harits ibnu Abdirrahman, dari Abu Al Jallas, dari Ali bin Abi Thalib. R.A.
    Dari Abu Ishaq al Fazari ibnu Syu’bah, dari Salamah ibnu Kuhail, dari Abu Zara’i’i dari Yazid ibnu Wahab.
    Dari Al Isyari dan Al Alka’i dari Ibrahim, dari Ali. R.A.
    Dari Muhammad ibnu ‘Utsman Abi Syaiban, dari Muhammad ibnu Al  Ala’i, dari Abu Bakar Ayyash, dari Mujalid, dari Asy Sya’bi.
    Dari Abu Nu’aim, dari Ummu Musa (Yusuf Al Kandahlawai, hayatus shahabah).
    Berdasarkan 13 riwayat yang tidak melalui Saif bin Umar At Tamimi ini (baik dari ulama Syi’ah maupun ulama Sunni), maka alasan mereka yang hendak menghilangkan figur Abdullah bin Saba’ dari panggung sejarah tidak dapat dipertahankan.

    Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mereka terlalu ceroboh dalam melakukan penelitian dan tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, ataukah memang mereka mempunyai maksud-maksud tertentu.

    Apa Maksud Mereka?

    Apa sebenarnya maksud yang terkandung pada diri mereka dalam menghilangkan figur Abdullah bin Saba’ dari panggung sejarah, dapatlah kita analisa.

    Golongan Syi’ah berkeyakinan bahwa Syi’ah telah muncul semenjak zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tetapi kenyataan sejarah tidak dapat kita pungkiri bahwa Abdullah bin Saba’-lah pelopornya. Oleh karena itu dengan menghilangkan figur Abdullah bin Saba’ mereka berharap bisa diterima sebagai salah satu mazhab dalam Islam yang tidak ada kaitannya dengan Yahudi.
    Mendukung gerakan tasykik untuk membingungkan umat Islam dengan cara memutar balikkan fakta sejarah, sehingga umat dialihkan dari apa yang seharusnya mereka kerjakan dan lupa akan kelicikan musuh-musuh Islam.
    Menjauhkan umat Islam dari ulama dan pemimpinnya, serta menghilangkan kepercayaan kepada generasi pertama yaitu generasi sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang seharusny merupakan contoh dan panutan.
    Menempatkan tokoh-tokoh Syi’ah dan apa yang disebut “pembaru” lainnya, setaraf dengan ulama salaf terdahulu.
    Lebih dari itu apa pun yang mereka tuju, yang jelas pemikiran seperti itu telah dipelopori oleh kaum orientalis. Apakah mereka memang bagian dari kaki tangan orientalis, ataukah mereka korban tipu daya orientalis? Boleh jadi mereka adalah generasi baru Abdullah bin Saba’. Mari kita buktikan. [lppi]

  33. ANEH!!! sungguh aneh manusia ini, mau memancing di air keruh. Cukuplah konflik organisasi besar yang berakar dari mahzab yang berbeda pernah terjadi di Indonesia ini hingga pada taraf saling membunuh dan merobohkan tempat peribadatan pada era awal kemerdekaan Indonesia. Sekarang mau mengulangi lagi sejarah kelam ini. Sungguh absurd dalam logika beragama kita, kalau masih menilai sesuatu di luar yang ia yakini hanya dari “kacamata kuda”. Belum cukupkah NU dan Muhammadiyah yang mempunyai histori kelam sebagai contoh, di dalam perjalanan membangun negara ini yang memang sedari mula berbeda-beda baik suku, bangsa, ras, agama, budaya, bahasa, dll. Bhinneka Tunggal Ika, adalah prinsip dasar dalam melahirkan asas ke tiga dalam pancasila yaitu “persatuan Indonesia”. membenturkan tradisi Sunni-Syiah di Indonesia adalah pekerjaan orang-orang yang anti kerukunan. Sikap intoleransi seperti ini sebenarnya tidak layak untuk punya KTP dan berkewarganegaraan Indonesia. Orang semacam Drs. K.H. Moh. Dawam Anwar, K.H. Irfan Zidniy, M.A, K.H. Thohir Al Kaff, Drs. Nabhan Husein, K.H. Abdul Latief Muchtar, M.A, DR. M. Hidayat Nur Wahid dan Syu’bah Asa, adalah orang-orang yang tidak wajib dijadikan sebagai rujukan dalam beragama. Orang yang cukup mewakili organisasi besar sebagai representasi umat Islam di indonesia semisal Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, dan Prof. Dr. KH. Sirajuddin Muhammad Shamsuddin alias atau dikenal dengan Din Syamsuddin tidak pernah mengeluarkan statement atau pernyataan tidak bertanggung jawab seperti kalimat..”ajaran Muhammadiyah itu ingkar sunnah”, “NU itu bid’ah”, atau secara kompak mereka mengatakan bahwa “Syiah itu sesat”??? Bedakan yang mengeluarkan fatwa itu sebagai person dalam kepengurusan MUI dan fatwa MUI sebagai lembaga dong!!!! Kalaupun toh ada buku yang beredar dari pengurus MUI, dan memakai simbol, logo, atau atribut MUI, selama itu bukan keputusan (fatwa) MUI secara lembaga, maka ia (person tadi) sudah menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab terhadap keutuhan NKRI yang menjadi salah satu pilar kebangsaan ini. Yah.. NKRI harga mati begitu kata mereka yang menjunjung tinggi sila “Persatuan Indonesia”. Saya curiga kepada mereka yang dengan getol menyudutkan pahaman tertentu semisal ahmadiyah, syiah, dan kepercayaan-kepercayaan baru yang banyak berkembang di Indonesia tidak punya motif tertentu kenapa ia melakukan itu? Atau alasan lain mungkin ada agenda besar secara politis yang diekspor dari luar Indonesia semacam zionisme halus melalui tangan-tangan wahabi sebagai corong dengan segenap kucuran dananya. Atau mungkin juga pahaman lain dari luar yang mencoba membangun terorisme atas nama agama di bumi pertiwi ini yang saat ini diuber-uber oleh aparat Polisi dan TNI. Atau jangan-jangan memang agen-agen zionis. Amerika, Yahudi, Arab Wahabi, dan kelompok teroris semacam ISIS sudah sangat khawatir terhadap semakin bagusnya ukhuwah islamiyah yang terjadi di dunia ini secara umum dan di Indonesia khususnya? Yang kalau kondisi itu dibiarkan maka akan merubah cara pandang terhadap kebiasaan buruk mereka yang kapitalis, kolonial, penjajah ekonomi, mengeruk harta karun negara ini? Yang pada akhirnya ketakutan terhadap ladang perekonomian mereka? Atau jangan-jangan mereka yang berkoar-koar bahwa “Syiah itu sesat” betul-betul menunjukkan kebodohan dan ketidaktahuannya sendiri karena kurang baca buka, kurang refeensi, atau baca buku yang salah dan amburadul? Atau bisa jadi juga karena logika yang ada pada mereka yang belum tuntas dan belum mencapai pada taraf menilai, menimbang, menghukumi, serta memutuskan dalam bentuk produk hukum dan perundang-undangan, telah berani-beraninya melakukan tindakan “kurang ajar” seperti itu?

    Tidak tahukah anda semua bahwa Islam di nusantara ini besarkan oleh salah satunya adalah tradisi Syiah? Ulama panutan kami, terlepas ia sebagai tokoh kontroversial atau tidak, Kiai Haji Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur, pernah mengatakan bahwa ” NU itu sebenarnya syiah tapi minus imamah” yang pernah membuat gejolak para kyai dan para alim ulama kala itu kebakaran jenggot dan pada akhirnya mulai berhati-hati untuk mengeluarkan pernyataan-pernyataan tentang “syiah”. Bahkan cendekiawan muslim Prof. Dr. Nurcholish Madjid alias cak Nur yang pernah menjadi ketua umum PB HMI itu pernah melontarkan dalam diskusi tertutupnya tentang syiah, bahwa ” syiah itu memiliki konsep imamah yang sangat bagus. Harusnya kita (HMI ini) bisa meniru dalam hal berorganisasi. konsep ini (imamah) bisa diterapkan pada pola kaderisasi untuk membangun leadership dan menciptakan kader muslim, intelektual, dan profesional.”

    Terakhir yang perlu ditegakkan adalah bangsa ini dibasarkan oleh pengorbanan darah para pahlawan dari semua kalangan baik itu ulama, kyai, ustadz, pendeta, bikhu atau biksu, brahmana, rahib, pastur, intelektual, teknokrat, buruh, petani, nelayan, pedagang, seniman, dll dari berbagai agama, suku bangsa, dan budaya yang itu perlu diingat. Menjadi bodoh dan congkak kalau sekarang ini di Indonesia ada yang mengklaim bahwa pahamannya lah yang berhak mengatur bangsa dan negara ini. keyakinannyalah yang paling benar yang harus diterima (dipaksakan untuk didakwahkan) kepada seluruh umat manusia di indonesia ini.

    Kerasnya hati kalian karena gengsi untuk mengakui kekurangan dan kelemahan yang mungkin ada di sepanjang perjalanan dalam perjuangan adalah suatu kejumudan. Evaluasi diri terkini (edit) wajib terrs dilakukan ditiap-tiap sisi. Demi dapat terakomodasinya niatan-niatan baik dan mental-mental proaktif agar semakin bergeloranya upaya-upaya penyempurnaan di segala lini. Tidak perlu terlampau superior dan tidak perlu juga terlampau inferior dalam menatap keadaan-keadaan diri. Kita memang wajib tetap punya sikap dan prinsip. Tapi, wajib juga untuk tidak bersikap apatis dan apriori. Teguh dan kukuh memang suatu keharusan. Tapi tidak juga harus tabu menerima kritik. Orang mukmin sejati adalah orang yang mencintai kebenaran, kelurusan, keadilan, dan keberhikmahan. Ia sigap meluruskan dan siap juga untuk diluruskan. Yang Mahasegala-Nya hanya Dia. Kita? Hanya diberi peran dan ruang untuk dapat saling meluruskan dan menyempurnakan. Saudaraku adalah mereka yang hadir sebagai manusia dan bagi manusia agar tiap-tiap diri tanpa kecuali bisa saling mengingatkan dandiingatkan.

    wassalam
    Rahayu
    Peace
    DAMAI

  34. Propaganda buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” sarat dengan muatan politis kalee. Kita tahulah siapa dalang yang menerbitkan buku itu. Selain mereka tidak berkualitas, bukan otoritasnya pula. Jadi Dendam lama kelompok pembenci keluarga rasul hingga kini terus terwarisi mulai dari moyangnya abu sofyan hingga kelompok saud saat ini.
    Ga usah terpengaruh keles dengan muatan-muatan buku cekether macam itu.

  35. sunni ya sunni. syiah ya syiah. biarlah perbedaan itu menjadi alat untuk saling menguatkan. bukan sebaliknya saling melemahkan.

  36. sumber rujukan Islam cuma Al Quran dan Hadist….. trus Syiah pernah diajarkan gak di dua sumber tersebut???? Rasulullah pernah mengajarkan Syiah???? kalo jawabannya tidak ya berarti sesat

  37. Aries Muhammad

    Hhhhmmm… Mereka (para musuh Islam) dgn perantara Wahabi-Salafy-nya telah berhasil memprogandakan “Syiah Phobia”. Menfitnah Syiah dihadapan Sunni yg keduanya merupakan Mazhab Mayoritas dlm Islam dan alhasil timbullah kerugian besar, lihatlah Pakistan, Afganiatan, Irak dan Suriah.

    “Syiah Phobia” adalah langkah strategis mereka para “Islam Radikal” memperkenalkan ajarannya. Dengam menyebarkan proganda akan bahaya Syiah mereka dgn mudah mengekaplotasi ketakutan kita akan ancaman umat Islam. Lambat laun setelah kita mempercayai propaganda mereka tentang Syiah yg sarat dgn emosi merekapun (radikalisme) perlahan meperkenalakn dan memasukkan ajaran mereka.

    Lihatlah para kelompok-kelompok radikalisme… Tanyalah kepada tentang Syiah.. Maka mereka akan serentak berkata “Halal Darahnyaaaa”.

    Intinya “Syiah Phobia” hanya sebagai alat utk menyaring orang-orang utk mereka rekrut.

  38. Siapa TSnya..?

    ini PROPAGANDA POLITIK….BASII…CUIIHHH…!!

    2015 broo….!!
    Hnya org TOLOLL..yg PERCAYA.

    Masyarakat sudah PINTAR BOSS….wkwkwk.

    ini PROPAGANDA POLITIK….BASII…CUIIHHH…!!

    2015 broo….!!

    Hnya org TOLOLL..yg PERCAYA.

    Masyarakat sudah PINTAR BOSS….wkwkwk.

    Belajarlah..KONSPIRASI..
    Ada apa di balik ini..??

  39. kalau PROPAGANDA kyk gini..y ..MURAHAN..bro…!!

    INDONESIA sudah PINTARR..

    Wkwkwk…

  40. Jelas situs syiah. Yang coment seolah netral itu syiah. Yang membela syiah jelas syiah. Kasiman deh lo syiah!!!

  41. I love syiah & sunni……untuk islam yg satu, biarlah Allah yg menjadi hakim dari semua amal ibadah kita, dn semoga yg komen diatas menjdi manusia yg lebih bijaksana dalam menyikapi perbedaan yg ada. I love u full buat kalian semuaa

  42. Jgn diladeni yg punya web, ini asli orng syi’ah memang

  43. hai syiah agama kalian bukan islam ganti aja jadi agama syiah

  44. ahhh……buku ini lagi diributkan.saya punya video siapa dalang pembuatan buku ini yaitu wahabi salafi
    tonton aja di :
    https://www.youtube.com/watch?v=DSTPVa3G2aw
    ……………………sudah terbukti…sudah terbukti….TERBUKTI

  45. Apakah bisa dikatakan bahwa pertentangan dua kelompok ini sebenarnya hanyalah persaingan ARAB dan PERSIA ? ( sedangkan dalil-dalil yang muncul hanyalah bunga2nya saja)
    Semoga Indonesia tidak terpecah belah oleh kepentingan APAPUN, karena Indonesia punya pengalaman DEVIDE ET IMPERA..

  46. Syiah bukan islam ,sunni dan syiah tidak akan bisa bersatu sampai hari kiamat,
    Ana menyikapi syiah dan sunnah seperti air dan minyak.. abdullah bin saba’sebagai pendiri syiah.. laknatullah alaih syiah

  47. Syi’ah laknatullah..

  48. coba baca hasil konfensi amman/risalah amman. raja yordania menundang lebih 500 ulama dan tokoh islam seluruh dunia termasuk raja saudi, rektor universts al azhar,imam mesjid nabawi, MUI. hasilnya mengakui 4 mahzab sunni dan 4 mahzab syiah sebagai bagian dari islam. dan dilarang mengatakan mereka sebagai kafir.

    para ulama2 besar dengan ilmu dan kebijaksanaan mereka aja mengakui sunni-syiah adalah islam. syiah memang beda dgn sunni. syiah ada yg sesat, sunni juga ada yg sesat.

    istigfar..seberapa dalam ilmu ente bisa mengatakan kelompok lain kafir. ingat bila tuduhan ente salah ente yg dosa besar. klo pun tuduhan ente bener, ente tetep gak dijamin masuk surga.

    • Aldhiza Kurniawan

      Saudi ga ikut bro, coba cek lagi perwakilan2 negara yang ikut risalah amman.
      Kalo yg berhubungan dengan pan-islamisme, menurut saya pemerintah saudi anti dengan hal demikian. Bani saud terkenal dengan “wahabbisme”-nya.

  49. Saya Islam…..BUkan Sunni ataupu Syiah…..sekali lagi SAYA ISLAM….saya percaya dan meyakini ajaran AL-QURAN DAN HADITS….!!!! ketika kemudian “CARA” dan ajaran yang menjadi sumber perdebatan yang berujung perpecahan maka sebaiknya kita menafikan hal tersebut dan melihat siapa kita sebenarnya….apakah kita terlahir dari SUNNI atau SYIAH atau kita terlahir sebagai manusia yang di takdirkan lahir sebagai Khalifah di muka Buminya ALLAH SWT.

    sungguh luar biasa agama ini mengajarkan saya tentang konflik sesamanya….HERAN betul saya bahkan sampai mengatai orang lain “Anjing” segala…!!!! Hey…bapak2 & ibu2 yang memposting apapun sebagai komen atas tulisan diatas ingat anda MANUSIA, terlahir sebagai MANUSIA, jangan sampai anda terlahir sebagai MANUSIA namun hidup menyerupai MAKHLUK LAIN dan mati nanti entah ter-terima atau tidak….!!!

    YANG DIBUTUHKAN UMMAT PADA KONTEKS KEKINIAN ADALAH BAGAIMANA MEMBAWA MEREKA PADA KEHIDUPAN YANG DAMAI SEJAHTERA AGAR IBADAH DAN AMALAN-AMALAN AGAMA YANG MENDORONG UNTUK SALING MEMANUSIAKAN BISA TERJAGA….HINGGA MATI.

  50. Syiah pembantai..syiah biadab…KESESATANNYA SANGAT SESAT
    syiah bukan islam

  51. Deddy Limantoro

    Ooo… Situs satuislam.org ini ternyata SYIAH SEJATI to… Aku share ke teman2 ah…biar gak tersesat.

  52. lihat siapa yg mengajak bersatu dan berdialog,SYIAH.lihat juga siapa yg membela mati-matian muslim SUNNI di palestina,SYIAH juga.lalu siapa juga yg terang-terangan menentang kesewenang-wenangan amerika dan israel,SYIAH juga.lalu pada kemana muslim SUNNI yg mayoritas itu ? jawabnya mereka (mayoritas pemimpin SUNNI arab) sibuk bahu-membahu dengan amerika dan israel untuk melawan SYIAH.MASIH KURANG JELASKAH KEBENARAN ITU?

  53. Ali Al Mujtaba

    Ente penentang syi’ah Ali (yang mengkafirkan syi’ah Ali). Jika syi’ah Ali itu kafir maka ane akan mati dalam waktu secepat-cepatnya dalam kondisi yang sangat menyedihkan.
    Sebaliknya jika syi’ah Ali itu mu’min (pengikut Nabi Mihammad SAWW) maka ente yang mengaminkan akan mati dalam waktu secepat-cepatnya dalam kondisi yang sangat menyedihkan.
    Yang sudah membaca mubahalah ini dan tetap mengkafirkan syi’ah Ali maka dialah yang kafir!

Leave a Reply to sang risalah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *