Home / Opini / The Pirates of Religion

The Pirates of Religion

Oleh : Syauqi Alwi

slave-market
ilustrasi

Satu Islam – Agama adalah peraturan peraturan berasal dari Tuhan yang dibawa oleh para Nabi agar tercipta keteraturan alam semesta. Dalam sejarah peradaban ummat manusia seringkali agama menjadi sesuatu hal menakutkan bagi ummat manusia, karena disebabkan oleh perilaku sebagian manusia yang terkadang menggunakan agama sebagai alat bagi kepentingan kepentingan materialiastik. Sehingga tidak mengherankan pada akhirnya sebagian manusia berkeyakinan ragu dalam melihat agama, padahal agama pada hakikatnya akan mengantarkan manusia dalam kesempurnaan.

Sebagai peraturan yang berasal dari Tuhan, sudah menjadi konsekuensi logis agama tidak akan bertentangan dengan akal sehat dan akhlak manusia, baik yang bersifat individu dan sosial. Tetapi, karena manusia dapat berpikir sekaligus tidak mungkin menutup diri dari kenyataan dan fakta yang diabadikan dalam sejarah peradaban ummat manusia yang kalau tidak keberatan dikatakan berlebihan atau berkekurangan kadang terjadi kontradiksi dalam aplikasi aplikasinya sehingga bertentangan dengan tujuan dari agama. Oleh karena itu, pada zaman modern seperti sekarang kecenderungan ummat manusia untuk tidak beragama atau ragu dalam agama sedemikian menggejala luas bahkan kadang sampai pada tahapan phobia, karena disebabkan oleh perilaku perilaku sebagian manusia yang menjadi pembajak agama.

Para pembajak agama sedikit akan mengingatkan kita pada salah satu film produksi Hollywood yang pernah menjadi box office dan best seller beberapa tahun lalu. Film itu berjudul “Pirates of Carribean” yang tokoh utamanya captain jack sparrow diperankan oleh aktor ganteng papan atas bernama Johnny deep dan aktris cantik kiera knightly sebagai lawan mainnya.

Dalam film tersebut dikisahkan bagaimana kehidupan dalam dunia para bajak laut yang hidup dengan cara menggunakan hukum rimba “siapa kuat dia menang”. Perilaku membunuh, mencuri, menipu, menyerang orang lain, berkelahi, memperbudak tawanan agar dijadikan pendayung kapal, memperkosa perempuan dan berebut harta karun dalam dunia bajak laut merupakan hal lumrah dan wajar bahkan cara cara itulah dianggap sebagai hidup yang sebenarnya. Itulah sekelumit adegan adegan yang digambarkan dalam film tersebut.

Lalu, kemudian fenomena yang mirip dengan film tersebut pada zaman modern sekarang ini ternyata dapat kita saksikan di negeri 1001 malam nun jauh disana bernama Iraq. Sekelompok pembajak agama yang menamakan dirinya IS (Islamic state) dan dipimpin oleh seorang bernama Abu Bakar Al Baghdadi yang konon katanya adalah khalifah ummat manusia atau dengan kata lain “wakilnya Tuhan di bumi dari timur sampai barat” melakukan hal hal sama seperti yang bisa kita saksikan dalam film pirates of carribean.

Dengan awalan kalimat “Allahu Akbar” dimulailah adegan adegan dari menggorok leher, menembakan senjata di kepala, mensalib orang, memberondongkan senjata Ak 47 di tengah jalan raya, menyerang desa desa dan kota kota penduduk sipil, merampok bank, merebut kilang minyak, membom tempat tempat religius, terakhir memperkosa wanita dan membunuhnya jika menolak bergabung menjadi anggota mereka atau yang menerima akan dijadikan sebagai wadah massal penangkaran bagi generasi “bibit bibit unggul” mereka atas nama “jihad nikah”.

Itulah fenomena yang kita saksikan dalam zaman modern sekarang ini terhadap agama. Apakah semua fenomena tersebut merupakan peraturan Tuhan yang dibawa para Nabi? Apa yang akan kita lakukan?

Pada akhirnya, ummat manusia akan memilih diantara tiga pilihan dalam melihat agama. Pertama ; tidak beragama, kedua ; ragu terhadap agama, ketiga ; beragama menggunakan akal sehat sekaligus menyebarkan toleransi dan kedamaian sesuai dengan prinsip rahmatan lil allamin.

Pilihan ada dalam pikiran kita masing masing yang akan mempengaruhi sikap dan tindakan kita dalam beragama, dan akan kita pertanggung jawabkan kelak nanti dihari pengadilan dan balasan, karena setiap orang akan mendapatkan balasan tentang apa yang semua telah dilakukannya.

 

Tentukan pilihan anda…

About Abu Nisrina

Check Also

Hukum Allah

Oleh: Muhsin Labib Satu Islam – Saya bermalam di rumah teman di sebuah desa yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *