Home / Opini / Api Zaradustra

Api Zaradustra

Satu Islam – Ucapan monumental filsuf eksentrik dan jenius Nitzche “Also Sprach Zaradostra” membangkitkan rasa keingintahuan sebagian kita tentang Zoroasterianisme. Pasti ada sesuatu yang istimewa di balik nama Zorozter.

Sebagian ahli agama, menggolongkan Zoroartanisme dalam agama-agama profetik, karena Zaratustra diyakini sebagai nabi. Zoroastranisme adalah kaidah kebijaksaaaan dan ajaran moral atau agama yang dicetuskan oleh filsuf Persia kuno Zardusht atau Zoroastra.

Pokok ajaran ini bertumpu pada dualisme ketuhanan. Zoroastrianisme ditandai dengan dualisme antara prinsip kebaikan sebagai manifest Ahura Mazda dan prinsip kejahatan, sebagai simbol Ahriman. Meskipun dalam Gathas(kitab suci Zoroastranisme) ditegaskan keunggulan Ahura Mazda atas Ahriman, namun dalam naskah-naskah yang kemudian, kedua prinsip itu berdiri seimbang. Manusia harus memilih salah satu dari keduanya. Konflik antara yang baik dan yang jahat akan berlangsung sampai akhir hidupnya. Tetapi dualisme ini tidak mencegah kita untuk mengakui monoteisme eksplisit dari Zoroastrianisme.

Bagi Zarathustra, hanya ada satu Tuhan, yaitu Ahura Mazda, dan prinsip atau sumber kejahatan, yaitu Ahriman, bukanlah dewa, melainkan pengingkaran Tuhan (dalam bahasa Islam disebut dengan Thaghut)..

Dalam konteks politeis agama tradisional orang-orang Iran, Zoroastra mengajarkan kepercayaan dan pemujian pada satu Tuhan, yaitu Ahura Mazda, “Tuhan yang bijaksana”.

Ia terbentuk secara penuh sebagai sebuah agama pada abad ke-7 SM. Sebagaimana agama-agama lain ia mempunyai ide eskatologis mengenai hari akhir, balas jasa di dunia lain, pengadilan terakhir, kebangkitan orang mati dan munculnya seorang penyelamat masa depan yang dilahirkan dari seorang perawan.

Hampir setiap orang memastikan bahwa bahwa Zoroastrianisme menyembah api. Tapi, mungkin kita salah memahaminya. Api, dalam keyakinan Zoroastrianisme, bukanlah sekedar benda menyala-nyala yang panas dan membakar itu. Api dimana saja, di mata zoroastrianis, sangatlah terhormat. Hingga sekarang, dalam setiap pesta, upacara dan acara besar kaum zoroastrianis, api selalu ada.

Api dalam avista adalah tenaga aktif dan sumber kehidupan, dan memiliki bermacam bentuk namun semuanya mengekspresikan satu entitas. Dalam Yesna, api terbagi lima; Api Berez-Savangh; Api Vohu-Fryana; Api Urvazista; ApiVazista; Api Spestista

Api pertama diterjemahkan dalam bahasa Persi Pahlaevi (kuno) dengan Boland-sut, dan dalam Persia modern dengan Boland Sud. Api ini diyakini berada di langit. Dari api inilah, entitas-entitas ideal alam diciptakan.

Api kedua kedua diduga kuat berarti ‘kebaikan dan cinta’ atau ‘kebaikan yang memiliki cinta’. Ia diyakini sebagai api yang ada dalam diri manusia sehingga membuatnya hangat dan bergerak.

Api ketiga diartikan sebagai api kebahagiaan. Ia api dalam tumbuh-tumbuhan, benih dan biji-bijian. Ia adalah api yang menyebabkan pertumbuhan, kematangan dan perkembangan.

Api keempat adalah api yang ada di setiap langit dan selalu bergerak di udara. Ia adalah api yang menciptakan kesemian, keindahan kebersihan, kemekaran dan panen, karena menyebabkan turunnya hujan.

Api kelima yang berarti ‘paling suci’ dan paling kudus’. Ia adalah api yang berada di singgasana tinggi, di sisi Ahura Mazda.

Oleh: Yanda Sadra

About Abu Nisrina

Check Also

Opium Des Volkers

Oleh: Zeng Wei Jian Satu Islam – “Relation  is the opium of the people”, kata …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *